Tantrum merupakan salah satu fase yang umum terjadi pada masa perkembangan anak. Pada tahap ini, anak sejatinya belum memiliki kemampuan yang cukup matang untuk mengelola emosi seperti marah, kecewa, atau frustrasi.
Akibatnya, emosi tersebut sering diekspresikan melalui tangisan keras, teriakan, hingga perilaku agresif. Menariknya, sejumlah studi menunjukkan bahwa tantrum, biasanya mengikuti pola emosi tertentu, lalu berakhir pada kesedihan atau kelelahan emosional.
Untuk memahami informasi ini secara lebih mendalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara menenangkan anak tantrum. Disimak, ya!
