Anak Suka Memencet Tombol dan Sakelar, Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Yuk beri pemahaman ke anak bahwa aktivitas ini terkait bahaya

18 September 2021

Anak Suka Memencet Tombol Sakelar, Ini Harus Orangtua Lakukan
Pexels/Tara Winstead

Di masa keemasan tumbuh-kembangnya, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia bertumbuh-kembang setiap hari dan berkeinginan untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya.

Keinginan anak untuk mengeksplorasi benda-benda di sekitar ini harus diantisipasi orangtua. Peralatan elektronik, stop kontak, dan kabel perpanjangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebagian besar rumah.

Sedangkan anak masih belum memiliki kemampuan mendeteksi bahaya yang mungkin timbul dari tindakan memencet tombol dan sakelar, atau pun memasukkan jari ke dalam soket listrik. 

Berikut ini Popmama.com merangkum hal-hal penting yang harus dilakukan orangtua saat anak sudah mulai menjelajahi rumah dan punya hobi baru memainkan sakelar peralatan elektronik, dilansir dari Firstcry:

1. Identifikasi bahaya listrik di sekitar rumah

1. Identifikasi bahaya listrik sekitar rumah
Pexels/JF OLIVR

Ada berbagai peralatan, gadget, dan kabel yang terbukti berbahaya bagi anak. Mama perlu mengidentifikasi benda-benda terkait listrik tersebut, antara lain:

  • Outlet listrik dengan soket dan sakelar terbuka
  • Kabel perpanjangan (kabel ekstensi)
  • Kabel gantung dan looping
  • Peralatan elektronik yang dicolokkan ke soket listrik, seperti pemanggang roti, mixer, TV, DVD, dan komputer

Editors' Picks

2. Letakkan pada posisi agar tidak mudah dijangkau anak

2. Letakkan posisi agar tidak mudah dijangkau anak
Pexels/Markus Spiske

Setelah mama mengetahui benda-benda apa saja yang berisiko bahaya, pastikan meletakkan dan menata benda-benda tersebut agar tidak mudah dijangkau anak. Mungkin penataan ini menyulitkan orang dewasa dalam mengakses beberapa tombol, tetapi mama bisa mengatur ulang posisi perabotan setelah fase si Kecil selesai dengan rasa ingin tahunya ini.

3. Beri penutup soket

3. Beri penutup soket
Pexels/La Miko

Solusi berikutnya untuk menjaga keamanan anak adalah menutup soket-soket di rumah. Beberapa soket terkadang diletakkan di bagian bawah dan ini sangat berbahaya. 

Mama bisa menutup soket-soket di rumah ini menggunakan lakban tebal. Tetapi cara ini tidak dapat bertahan lama. Sekarang di e-commerce sudah banyak tersedia penutup soket khusus yang lebih awet dan lebih kuat dengan harga yang terjangkau. 

4. Jelaskan tentang bahayanya ke anak

4. Jelaskan tentang bahaya ke anak
Freepik/Pch.vector

Cara lain untuk menghentikan anak memencet tombol dan sakelar peralatan elektronik di rumah adalah dengan membuatnya mengetahui bahwa yang dilakukannya adalah hal yang berbahaya. Tentu saja di usianya yang masih kecil anak perlu waktu untuk memahami. Jelaskan dengan bahasa yang sederhana, dengan konsep sebab-akibat, berulangkali. 

5. Buat anak merasa bertanggungjawab

5. Buat anak merasa bertanggungjawab
Pexels/cottonbro

Bagi anak, menghidupkan dan mematikan tombol dan sakelar terasa seperti permainan yang menyenangkan. Mereka merasa tertarik untuk melihat yang terjadi ketika tombol ditekan. 

Saat mengajari anak untuk tidak bermain dengannya, lakukan dengan memberinya tanggungjawab. Misalnya saat pergi ke sebuah ruangan, minta anak untuk menyalakan lampu. Minta ia untuk mematikannya juga saat meninggalkan ruangan. Dengan cara ini anak akan tahu bahwa ia telah menyelesaikan tugas yang penting, bukan sekadar aktivitas bermain.

Semoga tips ini bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.