4 Cara Mendidik Anak Bilingual di Rumah

Orangtua dapat menerapkan sistem-sistem ini disesuaikan dengan pilihan alami anak

14 Januari 2022

4 Cara Mendidik Anak Bilingual Rumah
Freepik/stockboy

Kemampuan berbahasa sangat penting dimiliki oleh anak. Zaman sekarang, rasanya sudah sangat lazim anak yang menguasai bahasa lain selain bahasa ibunya. Bukan perkara gengsi, tetapi kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu tuntutan mengikuti perkembangan dan persaingan dunia.

Oleh karena itu sangat penting membekali anak-anak kita dengan kemampuan berbahasa asing atau bilingual. 

Seperti keterampilan-keterampilan yang lain, kemampuan berbahasa dapat berkembang dengan baik ketika dilatih secara rutin dengan metode yang tepat.

Berikut ini Popmama.com merangkum sistem atau cara mendidik anak bilingual yang dapat diterapkan di rumah, dilansir dari Bilingual Kids Rock:

1. Seperti apa prinsip sistem mendidik anak bilingual?

1. Seperti apa prinsip sistem mendidik anak bilingual
Freepik/Pressmaster

Sistem dalam mendidik anak bilingual ada 3, yaitu:

  • Siapa yang berbicara bahasa apa
  • Kapan bahasa yang spesifik digunakan
  • Bahasa apa yang diharapkan digunakan oleh anak

Pada dasarnya, anak akan memilih apa bahasa yang paling mudah bagi mereka. Kemampuan mereka akan mengalir dengan sendirinya. Karena itulah adanya sistem berfungsi untuk membuat anak merasa lebih mudah dalam memahami bahasa yang mereka ingin gunakan.

Editors' Picks

2. One parent, one language (1P1L)

2. One parent, one language (1P1L)
Freepik/coffeekai

Sistem one parent, one language (1P1L) adalah sistem pembelajaran bilingual di mana satu orangtua berbicara satu bahasa, dan yang lainnya berbicara satu bahasa yang lain. Misalnya mama berbahasa Inggris, papa berbahasa Indonesia.

Namun ketika menerapkan 1P1L, perlu diingat bahwa antara kedua orangtua harus aktif mengajak berkomunikasi anak menggunakan bahasa yang 'ditugaskan'. Apabila sehari-hari anak lebih banyak diasuh oleh salah satu orangtua, maka biasanya anak akan cenderung lebih terasa dengan bahasa orangtua yang lebih banyak bersamanya ketimbang yang lain.

3. Minority language at home (MLH)

3. Minority language at home (MLH)
Freepik/Vadiar

Sistem kedua ini adalah sistem yang biasanya dianut oleh keluarga imigran, di mana tinggal di wilayah yang kedua orangtuanya tidak berbicara dalam bahasa tersebut. Dalam versi yang paling sederhana, minority language at home (MLH) berarti setiap orang berbicara dengan bahasa yang sama di rumah, dan itu bukan bahasa yang dominan di masyarakat sekitar.

Di banyak keluarga imigran, anak-anak dengan cepat menjadi lebih fasih dalam bahasa mayoritas daripada orangtua mereka. Seberapa banyak anggota rumah tangga berbicara bahasa lain di luar rumah, seringkali tergantung pada kemampuan mereka sendiri.

4. Time and place

4. Time and place
Freepik/stockimagefactorycom

Sistem 'time and place' menerapkan jadwal yang tetap untuk mendorong penggunaan kedua bahasa di rumah. Misalnya di pagi hari berbahasa Indonesia, malam hari berbahasa Inggris. Atau juga bisa diterapkan hari-hari apa saja yang menggunakan bahasa tertentu. 

Namun sistem ini memiliki kekurangan yang mana menyulitkan untuk anak kecil yang belum mengenal konsep waktu. Mereka akan kebingungan dan belum mengerti mengapa bahasa yang digunakan di rumahnya tiba-tiba berubah. Sistem ini pun tidak cocok untuk rumah tangga yang sibuk dengan anak-anak yang punya aktivitas padat karena dapat mengganggu jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

5. Mixed language policy

5. Mixed language policy
Pexels/Pixabay

Sistem mixed language policy ini melibatkan penggunaan dua bahasa secara bergantian. Sistem ini seringkali mencampuradukkan banyak bahasa, beralih dari satu bahasa ke bahasa lainnya, tergantung pada pendengar dan konteksnya. 

Keluarga dengan bahasa campuran paling umum terjadi ketika ada keluarga besar dengan tingkat bilingualisme yang berbeda. Hal ini menyebabkan penggunaan yang 'gado-gado' di mana setiap orang 'tergelincir' bolak-balik, sesuai kebutuhan untuk berkomunikasi.

Keuntungan dari sistem bahasa campuran adalah hanya memerlukan sedikit perencanaan atau pengawasan, selama ada cukup banyak orang yang berbicara dalam kedua bahasa tersebut. Ini juga membantu membiasakan anak-anak dengan gagasan budaya bilingual atau multibahasa, di mana setiap orang berbicara banyak bahasa. 

Lalu, sistem mana yang terbaik? Jawabannya adalah yang secara konsisten menggunakan kedua bahasa secara reguler, apapun sistemnya. Apabila di sekolah anak terbiasa berbahasa Inggris, maka di rumah orangtua dapat menggunakan bahasa Indonesia secara konsisten. 

Selain itu, biarkan anak belajar secara alami. Biarkan anak memilih dengan sendiri satu bahasa yang dominan, tanpa melupakan bahasa ibu yang digunakan secara mayoritas di lingkungan pergaulannya.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.