Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
YouTube Luncurkan Fitur Blokir Shorts untuk Lindungi Anak dari Kecanduan, Ini Caranya!
Timedooracademy.com

YouTube akhirnya meresmikan fitur pemblokiran YouTube Shorts yang memungkinkan orangtua membatasi akses anak terhadap video pendek.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda dari risiko kecanduan konten berdurasi singkat, yang justru dinilai bisa membahayakan perkembangan mereka.

Yuk, Ma, cari tahu bagaimana mengaktifkan fitur tersebut dalam ulasan selengkapnya yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini!

1. Fitur yang memudahkan orangtua dalam mengawasi anaknya

Bhaskarenglish.in

YouTube mengumumkan kehadiran fitur yang memungkinkan Mama dan Papa bisa memblokir sepenuhnya konten YouTube Shorts pada akun anak.

Fitur ini dirancang untuk mengoptimalkan pencegahan kecanduan video pendek yang selama ini mengkhawatirkan banyak orangtua.

Dalam pengumuman resminya, YouTube menjelaskan bahwa orangtua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol ketika anak perlu fokus mengerjakan pekerjaan rumah.

Sebaliknya, durasi tontonannya juga bisa ditambah hingga 60 menit saat perjalanan panjang untuk hiburan.

Nggak hanya fitur pemblokiran, YouTube juga menyediakan pengingat waktu tidur (Bedtime Reminder) dan fitur istirahat (Take a Break) yang otomatis aktif pada akun pengguna di bawah 18 tahun.

Fitur-fitur tersebut tentu bisa mempermudah para orangtua dalam mengawasi anaknya ketika menggunakan platform video online tersebut.

2. Cara mengaktifkan kontrol orangtua untuk membatasi konten Shorts

Pexels/freestocks.org

Untuk memanfaatkan fitur ini, Mama nggak perlu bingung karena prosesnya cukup mudah dilakukan melalui beberapa langkah sederhana.

Berikut cara mengaktifkan kontrol orangtua dalam membatasi penggunaan Shorts pada anak:

  • Buka aplikasi YouTube di ponsel.

  • Masuk ke menu Profil, kemudian klik Family Center.

  • Pilih Supervised Account, yaitu akun anak yang ingin diawasi.

  • Masuk ke Controls atau Pengaturan Konten.

  • Pilih menu YouTube Shorts.

  • Atur batas waktu harian atau pilih "Blokir" Shorts.

  • Bila perlu, aktifkan fitur "Take a Break" dan "Bedtime Reminder".

Mama juga bisa mengatur durasi penggunaan Shorts melalui menu Setting lalu pilih Time Management untuk menentukan jam pemakaian hingga jam berakhir.

3. Komitmen YouTube ciptakan platform ramah anak

Pexels/Ketut Subiyanto

Sebagai salah satu platform media sosial yang aktif digunakan oleh anak-anak, YouTube terus berkomitmen menjadi platform yang ramah bagi seluruh penggunanya dengan memperbarui pedoman konten yang direkomendasikan.

Untuk anak usia remaja, platform ini juga akan memprioritaskan video yang mengandung unsur pengetahuan dan kredibilitas.

Dengan begitu, konten yang membangun rasa ingin tahu, inspirasi, keterampilan hidup, serta informasi kredibel yang mendukung kesejahteraan akan lebih diutamakan.

YouTube juga akan menghentikan otomatis video yang ditonton berulang jika mengarah ke konten berbahaya, Ma.

Sebagai bentuk pencegahan, penggunaan AI untuk memperkirakan usia pengguna dan memberikan perlindungan ekstra bagi pengguna di bawah 18 tahun juga telah dilakukan.

Google sebagai induk perusahaan juga memperbarui kebijakan yang mewajibkan persetujuan orangtua sebelum anak dapat menghapus pengawasan.

4. Dampak negatif video pendek

Pexels/Amina Filkins

Mengutip dari lama Fox23, Dr. Jeffrey S. Barkin, psikiater klinis dan forensik lulusan Yale University, mengungkapkan bahwa paparan video pendek berlebihan bisa membuat anak mengalami Short Video Addiction (SVA).

Kecanduan ini terjadi karena video pendek memicu pelepasan dopamin dalam waktu singkat, yang membuat anak semakin penasaran dan ketagihan menonton selama berjam-jam.

Akibatnya, anak menjadi tidak mampu menyimak informasi yang lebih panjang dan kompleks karena terbiasa dengan konten instan.

Para ahli juga menemukan bahwa anak yang terpapar video pendek berlebihan menunjukkan peningkatan aktivitas otak di area yang terkait dengan impuls dan pengaturan emosi.

Hal ini tentu bisa mempengaruhi kemampuan anak dalam mengelola perasaannya. Itulah mengapa akhirnya fitur blokir konten durasi pendek ini dirasa sangat memudahkan para orangtua.

Dengan hadirnya fitur-fitur perlindungan ini, Mama dana Papa kini memiliki kendali lebih besar dalam mengawasi aktivitas digital anak, sehingga anak tetap bisa menikmati konten hiburan tanpa mengorbankan perkembangan otak dan kemampuan fokus mereka.

Editorial Team