Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Onsen Head Treatment Dermies Max 1.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Intinya sih...

  • Kulit kepala sedang mengalami iritasi atau luka

  • Rambut sedang mengalami kutuan

  • Sedang mengalami ketombe parah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perawatan onsen head treatment dikenal mampu memberikan sensasi relaksasi sekaligus menutrisi kulit kepala dan rambut.

Tak heran, banyak orang menjadikannya sebagai pilihan untuk mengatasi rambut rontok, kusam, hingga stres akibat aktivitas padat.

Namun, tahukah Mama bahwa tidak semua kondisi rambut cocok menjalani treatment ini?

Alih-alih mendapatkan manfaat maksimal, beberapa kondisi rambut dan kulit kepala justru bisa bereaksi kurang baik jika melakukan onsen head treatment.

Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri rambut yang sebaiknya tidak menjalani perawatan ini agar Mama bisa memilih treatment yang lebih aman dan sesuai kebutuhan.

Berikut Popmama.com siap membahas ciri rambut yang tidak bisa onsen head treatment. Disimak yuk, Ma!

1. Kulit kepala sedang mengalami iritasi atau luka

Popmama.com/Sania Chandra

Jika kulit kepala sedang mengalami iritasi, kemerahan, atau terdapat luka terbuka, onsen head treatment sebaiknya ditunda terlebih dahulu.

Pasalnya, suhu hangat dari uap serta pijatan yang dilakukan bisa memperparah peradangan dan memicu rasa perih.

Selain itu, kondisi kulit yang sensitif juga lebih rentan terhadap produk-produk yang digunakan selama treatment.

Alih-alih menenangkan, kulit kepala justru bisa menjadi semakin reaktif dan memperlambat proses penyembuhan.

“Kulit kepala yang mengalami luka juga disarankan untuk tidak melakukan onsen, karena ditakutkan luka yang dialami akan semakin parah," kata dr. Cynthia Ayuningtyas selaku hair expert saat diwawancarai oleh Popmama.com di Dermies Max Kemang.

2. Rambut sedang mengalami kutuan

Popmama.com/Sania Chandra

Rambut yang terkena kutu membutuhkan penanganan khusus dengan produk anti-kutu, bukan perawatan relaksasi seperti onsen head treatment.

Uap hangat dan kelembapan justru bisa menciptakan lingkungan yang membuat kutu semakin nyaman berkembang biak.

Selain itu, risiko penularan juga menjadi pertimbangan penting. Jika tetap melakukan treatment di salon, kutu bisa menyebar ke alat, handuk, atau bahkan ke orang lain.

Karena itu, sebaiknya fokuskan perawatan terlebih dahulu pada pemberantasan kutu hingga benar-benar bersih sebelum mempertimbangkan melakukan onsen head treatment.

“Rambut yang kutuan tidak bisa onsen di sini, karena ditakutkan nanti akan menularkan ke pelanggan lain,” jelas dr. Cynthia Ayuningtyas

3. Sedang mengalami ketombe parah

freepik/freepik

Ketombe ringan memang masih bisa ditangani dengan perawatan tertentu, tetapi jika kondisinya sudah parah dan disertai rasa gatal berlebihan, onsen head treatment bukan pilihan terbaik.

Uap panas dapat memicu produksi minyak berlebih, sehingga ketombe bisa semakin banyak. Di sisi lain, ketombe parah sering kali berkaitan dengan masalah jamur di kulit kepala.

Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus seperti sampo medis, bukan sekadar perawatan relaksasi di salon.

4. Rambut baru saja menjalani proses kimia berat

pexels/Nataliya Vaitkevich

Rambut yang baru saja di-bleaching, smoothing, rebonding, atau diwarnai biasanya berada dalam kondisi lebih sensitif.

Paparan uap panas dan produk tertentu selama onsen head treatment bisa membuat batang rambut semakin kering dan rapuh.

Memberi jeda waktu bagi rambut untuk 'bernapas' dan memulihkan diri jauh lebih disarankan. Fokuslah dulu pada perawatan yang bersifat memperbaiki kelembapan dan kekuatan rambut sebelum mencoba treatment tambahan.

5. Sedang mengalami infeksi jamur atau masalah dermatologis

freepik/freepik

Masalah seperti infeksi jamur, psoriasis, atau dermatitis seboroik memerlukan penanganan medis, bukan sekadar perawatan salon.

Onsen head treatment tidak dirancang untuk mengatasi kondisi ini dan justru berisiko memperburuk gejala.

Pada kondisi seperti ini, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit. Setelah kondisi kulit kepala membaik dan lebih stabil, barulah bisa mempertimbangkan treatment tambahan seperti onsen head treatment.

Itu dia beberapa ciri rambut yang tidak bisa onsen head treatment. Semoga informasinya membantu ya, Ma.

Editorial Team