Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
cover image.jpg
Instagram.com/pandji.pragiwaksono

Intinya sih...

  • Ptosis adalah kondisi dimana kelopak mata atas terkulai atau jatuh menutupi sebagian hingga seluruh mata, disebabkan oleh gangguan pada otot levator.

  • Ptosis dibagi menjadi ptosis kongenital dan ptosis involusional, dengan gejala seperti lipatan kelopak mata yang tidak sejajar dan kesulitan membuka mata.

  • Penyebab ptosis meliputi faktor genetik, penuaan, cedera mata, operasi mata, dan faktor neurogenik. Penanganannya tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah ptosis mendadak  jadi perbincangan publik setelah disinggung Pandji Pragiwaksono di Mens Rea. Dalam materi komedinya Pandji menyinggung mengenai kondisi ptosis yang dialami Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Namun, polemik ini muncul setelah Tompi mengkritik materi komedi dari Pandji di Mens Rea yang menyinggung soal kondisi mata Gibran. Menurutnya kondisi seseorang tidak dapat dijadikan sebagai bahan candaan.

Kondisi ini sendiri merupakan kondisi medis di mana mata seseorang kelihatan mengantuk dan bukan merupakan sebuah ekspresi maupun gestur.

Dalam dunia medis, kondisi anatomi ini disebut sebagai ptosis. Ptosis dapat dialami anak-anak dan orang dewasa, baik bawaan sejak lahir maupun akibat faktor usia dan cedera.

Lalu, apa itu ptosis? Apa penyebab dan penanganannya? Tenang, Popmama.com sudah merangkumnya berikut ini.

1. Pengertian ptosis

Freepik.com/DC Studio

Dilansir American Academi of Ophthamology, ptosis merupakan kondisi dimana kelopak mata atas terkulai atau jatuh menutupi sebagian hingga seluruh mata. Kondisi ini terjadi akibat dari gangguan pada otot levator, yaitu otot yang mengangkat kelopak  mata.

Secara visual kondisi ini sering disalahartikan sebagai mata sayu namun sebenarnya ptosis tidak berkaitan langsung dengan kurang tidur atau kelelahan. Ptosis dapat terjadi pada satu mata maupun kedua mata.

Kondisi kelopak mata yang menutupi pupil mata dapat membatasi atau bahkan menghalangi penglihatan secara normal tergantung tingkat keparahan pada masing-masing individu.

2. Jenis-jenis ptosis

Freepik.com/shurkin_son

Ptosis dibagi atas dua jenis yaitu ptosis kongenital dan ptosis involusional. Berikut penjelasannya:

  • Ptosis kongenital

Ptosis kongenital bersifat bawaan sejak lahir akibat dari otot elevator pada kelopak mata yang tidak berkembang dengan sempurna. Dilansir American Academi of Ophthamology, anak-anak yang terlahir dengan ptosis memiliki tanda seperti lipatan kelopak mata yang tidak sejajar. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat mempengaruhi perkembangan penglihatan pada anak.

  • Ptosis involusional

Pada orang dewasa ptosis involusional yang terjadi adalah ketika otot levator meregang atau terpisah sebagai efek dari penuaan, cedera mata bahkan efek samping setelah operasi katarak atau prosedur pada mata lainnya. Ptosis juga dapat disebabakan oleh kerusakan saraf seperti diabetes yang tidak terkontrol, sindrom horner, tekanan darah tinggi hingga autoimun seperti myasthenia gravis.

3. Gejala yang ditimbulkan

Freepik.com/cookie_studio

Pada anak-anak gejala ptosis yang dapat terlihat adalah jika lipatan kelopak mata tidak sejajar. Selain itu anak dengan ptosis sering melakukan gerakan menengadahkan kepala, mengangkat dagu atau alis mata untuk mencoba melihat dengan jelas. Gerakan-gerakan ini dapat menyebabkan masalah pada kepala dan leher. Pada anak-anak, ptosis yang parah dapat menyebabkan ambliopobia atau kondisi mata malas.

Sedangkan pada orang dewasa selain kelopak mata yang turun, gejala lainnya adalah:

  • Kesulitan membuka mata

  • Mata terasa berat

  • Penglihatan menjadi ganda atau diplobia

  • Penglihatan menjadi terganggu akibat kelopak mata menutupi jalur masuk cahaya ke mata.

  • Penderita ptosis juga mengalami nyeri dahi karena keseringan mengangkat alis.

4. Penyebab ptosis

Freepik.com/stocking

Dilansir American Optometric Association, ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor kongenital maupun involusional.

Beberapa individu terlahir dengan dengan kondisi kongenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik, dimana terjadi masalah pada perkembanan otot levator.

Kondisi ini bisa memburuk menjadi ambliopobia atau mata malas, astigmatisme dimana penglihatan menjadi kabur bahkan mata menjadi juling jika tidak ditangani  sejak bayi.

Sedangkan pada orang dewasa berbagai faktor penyebab meliputi:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, otot yang yang mengangkat kelopak mata melemah.

  • Cedera. Trauma pada mata atau kelopak mata dapat merusak saraf atau otot levator yang mengendalikan kelopak mata.

  • Operasi mata. Operasi mata seperti katarak dapat menyebabkan ptosis. Ini terjadi akbiat dari komplikasi pasca operasi mata.

  • Faktor neurogenik. Faktor neurogenik dapat menyebabkan kerusakan pada otot levator, seperti sindrom horner yang dipengaruhi oleh gangguan saraf langka.

5. Penanganan tergantung penebabnya

Freepik.com/stefamerpik

Pengobatan ptosis tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya. Ptosis tidak selalu membutuhkan perawatan jika tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa opsi ditawarkan jika kondis tersebut mempengaruhi fungsi visual mata seperti operasi, diberikan obat-obatan dan kacamata khusus. Tindakan operasi pada anak-anak dengan kondisi ptosis kongenital dilakukan untuk untuk mencegah ambliopia.

Obat-obatan diberikan jika ptosis disebabkan oleh kondisi medis lainnya seperti myasthenia gravis.

Obat tersebut diberikan untuk membantu meredakan gejala yang ditimbulkan. Sedangkan kacamata khusus biasanya didesain dengan penyangga kelopak mata yang dapat membantu mengangkat kelopak mata yang turun.

Itulah pengertian ptosis dan keadaan yang memengaruhi kondisi tersebut.

Editorial Team