Pernah nggak sih kamu memperhatikan kalau tren pakaian belakangan ini rasanya cepat banget berganti model setiap minggu? Sebagai pencinta fashion atau orang yang selalu ingin tampil up-to-date, kamu pasti sering dibuat heran dengan betapa cepatnya gaya busana berputar. Rasanya baru kemarin semua orang heboh dengan satu model celana tertentu, eh, minggu ini seleranya sudah berubah total mengikuti apa yang lagi viral di FYP media sosial.
Fenomena ini sebenarnya bukan tanpa alasan, lho. Di era digital yang serba instan ini, generasi muda seperti Gen Z memang memiliki preferensi belanja yang sangat unik dan dinamis, di mana mereka sangat menghindari ketersediaan pakaian massal karena takut kembaran baju dengan orang lain saat ke acara bareng. Menurut data dari Redseer Strategy Consultants, kelompok Gen Z ini diperkirakan bakal menguasai nilai konsumsi yang fantastis, yaitu sebesar $1,3 triliun pada tahun 2030 nanti dan menyumbang setengah dari total industri fashion.
Melihat peluang yang begitu besar dari karakter konsumen masa kini, sejumlah startup fashion era baru pun mulai memutar otak. Mereka meluncurkan sebuah terobosan bisnis yang benar-benar menantang aturan lama dunia konveksi tradisional. Mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perusahaan-perusahaan ini kini mampu memproduksi pakaian dalam waktu super singkat tanpa perlu menumpuk barang di gudang terlebih dahulu.
Pergeseran besar ini tentu menjadi angin segar sekaligus tantangan baru bagi industri gaya hidup global, termasuk bagaimana cara kita mengonsumsi fashion harian. Dengan sistem yang serba cepat, kamu bisa dengan mudah mendapatkan busana paling modis yang baru saja viral di internet hanya dalam hitungan hari saja!
Nah, biar kamu nggak penasaran dan makin paham dengan gaya belanja masa kini yang serba kilat, yuk kita bedah bersama beberapa fakta menarik seputar model bisnis fashion berbasis teknologi ini berikut Popmama.com bagikan ulasannya untuk kamu!
