Hati-Hati Ma, Masker Bisa Menyebabkan Pertumbuhan Candida di Mulut

Mungkin retakan di sudut bibir terjadi karena kamu sedang memiliki infeksi jamur

2 Agustus 2021

Hati-Hati Ma, Masker Bisa Menyebabkan Pertumbuhan Candida Mulut
Unsplash/Pille R. Priske

Berhubung pandemi Covid-19, banyak negara yang memberlakukan kewajiban memakai masker di ruang publik.

Namun jika tidak digunakan dengan baik, maka penggunaan masker bisa menimbulkan efek samping yang tak diinginkan. 

Salah satunya menimbulkan masalah kulit yang perlu dikhawatirkan, termasuk infeksi jamur di sekitar mulut.

Nah, berikut Popmama.com akan membahas mengenai masker mungkin menyebabkan pertumbuhan candida di mulut:

1. Penggunaan masker memungkinkan ragi berkembang

1. Penggunaan masker memungkinkan ragi berkembang
Unsplash/Fusion Medical Animation

Alat pelindung diri seperti masker, penggunaannya yang jangka panjang berisiko memiliki efek samping. Salah satunya memungkinkan ragi berkembang di area mulut.

Faktanya, ada sekitar 700 spesies mikroba hidup di sana. Bahkan terdapat bakteri baik dan buruk. Termasuk jamur yang dapat menyebabkan banyak masalah.

Marina Peredo, MD dokter kulit bersertifikat di Skinfluence di New York City mengatakan kepada Everydayhealth bahwa setelah pemakaian masker menjadi lebih rentan terhadap masalah kulit. Tetapi infeksi candida juga mungkin terjadi. 

Selain itu, kulit dan air liur juga mengandung jamur parasit dari genus candida.

Editors' Picks

2. Kondisi lembap di balik masker membuat pertumbuhan candida

2. Kondisi lembap balik masker membuat pertumbuhan candida
Unsplash/Pam Menegakis

Salah satu dampak buruk memakai masker, yakni akan menjebak lebih banyak karbon dioksida di mulut daripada biasanya.

Bahkan di balik masker, maka dapat memungkinkan pertumbuhan candida jadi berlebih.

Ini karena Candida senang tumbuh subur di lingkungan yang lembap, termasuk di bawah masker.

Sementara penggunaan masker wajah yang ketat bisa memperburuk kondisi mendasar yang memicu infeksi jamur atau bakteri. Gejala yang terlihat seperti benjolan merah atau jerawat nanah.

3. Membasahi bibir dengan air liur berisiko terhadap infeksi

3. Membasahi bibir air liur berisiko terhadap infeksi
Unsplash/Kelsey Curtis

Jika bibir terus-menerus kering saat memakai masker, dorongan untuk menjilatnya hanya akan membuat jamur semakin berkembang.

Salah satu tandanya adalah iritasi kemerahan di sudut mulut dan mungkin berisiko lebih tinggi terhadap jenis infeksi lain.

Bahkan saat air liur terperangkap di sudut mulut, ini juga membuat munculnya masalah mulut yang baru.

Artinya, memakai masker sepanjang waktu bisa berpotensi menyebabkan jenis gangguan kesehatan gigi. Termasuk gigi yang membusuk, garis gusi yang surut dan napas menjadi asam.

4. Bagaimana cara mengobati pertumbuhan candida di mulut?

4. Bagaimana cara mengobati pertumbuhan candida mulut
Unsplash/National Cancer Institute

Sebenarnya, pengobatan infeksi pada area mulut akibat penggunaan masker terbilang cukup mudah.

Beberapa jenis krim antijamur topikal dapat digunakan untuk mengatasinya. Kamu hanya mengoleskannya pada bagian kulit yang terkena.

Pakailah salep antijamur di sudut mulut sebanyak dua kali sehari selama 7-14 hari.

Namun Jika kamu kesulitan membedakan jerawat dari candida, hubungi dokter kulit.

Nah, demikianlah informasi mengenai masker yang mungkin menyebabkan pertumbuhan candida di mulut. Sebaiknya hindari penggunaan obat kumur secara berlebihan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.