5 Penyebab Rusaknya Skin Barrier yang Berpotensi Alami Peradangan

Sebaiknya berhati-hati dengan produk yang digunakan, ya!

7 April 2021

5 Penyebab Rusak Skin Barrier Berpotensi Alami Peradangan
Freepik/master1305

Apakah kamu sedang fokus untuk mengobati jerawat dan melupakan skin barrier?

Padahal, skin barrier dianggap penting untuk mempertahankan keseluruhan kondisi kulit.

Jika disimpulkan, lapisan skin barrier membantu kulit agar tidak mudah teriritasi, sensitif, kering dan bersisik. Maka dari itu, sangat penting penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Kata Purvisha Patel, MD, ahli kulit bersertifikat dan pendiri Visha Skincare yang dilansir dari Wellandgood bahwa skin barrier adalah lapisan pelindung yang melindungi dari lingkungan dan mencegah kulit kehilangan cairan. Jika tidak berfungsi secara maksimal, itu berarti kulit bisa rusak.

Agar tidak semakin iritasi atau alami peradangan, kamu harus tahu 5 penyebab rusaknya skin barrier. Yuk, cek ulasannya dari Popmama.com:

1. Tidak menjaga pH kulit dengan baik

1. Tidak menjaga pH kulit baik
Freepik/valuavitaly

Tidak menjaga pH kulit dengan baik adalah salah satu penyebab skin barrier menjadi rusak.

Bahwa masalah kulit seperti eksim, kemerahan dan jerawat telah menunjukkan bahwa pH kulit tidak seimbang. 

Dilansir dari Everydayhealth, jika keseimbangan pH tidak aktif dan terlalu basa maka kulit akan terlihat bersisik dan merah. Namun apabila terlalu asam, ini bisa meningkatkan kondisi peradangan kulit.

Sedangkan pH kulit normal yakni sekitsr 4,7. Jadi, dengan memiliki tingkat pH yang seimbang menjadi salah satu rahasia skin barrier yang sehat.

Editors' Picks

2. Tidak menjaga kelembapan kulit

2. Tidak menjaga kelembapan kulit
Freepik/wirestock

Faktor gaya hidup dengan jarang minum air putih, nyatanya dapat memengaruhi kulit secara keseluruhan dan merusak skin barrier.

Padahal, apa pun jenis kulit kamu jika rajin minum air putih dan memakai pelembab dapat menjaga skin barrier tetap sehat.

Dikutip dari Allure, kamu bisa menilai sendiri kekuatan penghalang kelembapan dengan memerhatikan kulit. Kulit mungkin terlihat dan terasa kasar, kusam dan bersisik karena tidak minum cukup air atau terlalu banyak minum kafein.

Sedangkan produk pelembab yang mengandung ceramide, niaciamide dan vitamin B5 bertindak untuk mengembalikan kelembapan kulit.

3. Memakai produk pembersih dengan formula yang keras

3. Memakai produk pembersih formula keras
Freepik/lookstudio

Apabila memakai produk pembersih dengan formula yang keras, maka bisa menjadi penyebab kerusakan skin barrier.

Hal itu dapat menghilangkan penghalang lipid alami pada kulit dan membahayakan kulit.

Dilansir dari Indiatoday, produk kecantikan yang memiliki komposisi di bawah standar dapat menyebabkan alergi dan perubahan tekstur atau kerusakan permanen pada kulit.

Jadi, baca lebih teliti dan pahami fungsi bahan-bahan aktif di dalam produk kecantikan yang kamu pakai.

4. Melakukan eksfoliasi secara berlebihan

4. Melakukan eksfoliasi secara berlebihan
Freepik/wayhomestudio

Ternyata, melakukan eksfoliasi berlebihan juga dapat mengikis skin barrier dan memperburuk kondisi kulit. 

Dikutip dari Glamour, menggosok kulit wajah terlalu keras merupakan penyebab umum kerusakan kulit. Bahkan penggunaan produk pencuci muka dan toner asam salisilat secara berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit.

Agar tidak mengalami kerusakan skin barrier, sebaiknya tidak terlalu sering melakukan pengelupasan atau over-exfoliating. Terutama untuk jenis kulit sensitif.

5. Terkena paparan sinar UV dalam waktu lama

5. Terkena paparan sinar UV dalam waktu lama
Freepik/marymarkevich

Penyebab skin barrier rusak selanjutnya karena sering terkena radiasi UV matahari.

Faktanya, sinar UV menimbulkan ancaman bagi kulit dengan menurunkan kemampuan alami kulit.

Diwartakan oleh Unifarcobiomedical, kerusakan langsung karena sinar UVA serta UVB disebabkan oleh paparan sinar matahari yang terlalu lama. Gejala seperti ruam dan luka bakar sangat tidak nyaman. Tetapi dapat diatasi cepat dan mudah dengan pengobatan yang tepat. 

Seiring waktu, jika kulit masih terkena paparan sinar matahari dalam waktu lama maka merusak DNA sel dan mendorong pertumbuhan melanoma.

Demikianlah kelima penyebab kerusakan pada skin barrier. Temui dan dokter kulit jika ingin melakukan produk atau treatment yang belum pernah dicoba.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.