Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bukan Cuma Kulit, Ini Makna Sensitivitas bagi Maudy Ayunda
Popmama.com/Erica Santoso
  • Maudy Ayunda bersama Aveeno meluncurkan kampanye 'Strength of Sensitivity' di Grand Indonesia untuk mengajak perempuan melihat sensitivitas sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
  • Maudy menekankan pentingnya mengenali emosi, berani menangis, dan jujur pada diri sendiri sebagai bentuk self-care serta langkah awal menuju ketangguhan mental.
  • Kampanye ini juga menghadirkan ruang aman seperti podcast di TikTok Aveeno Indonesia agar perempuan bisa saling berbagi cerita dan memperkuat semangat women empowerment.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah nggak sih kamu merasa harus selalu tampil "sempurna" dan kuat setiap hari, sampai lupa kalau kita juga manusia biasa? Sebagai perempuan, kita sering kali merasa dituntut untuk bisa menghandle segala hal tanpa terlihat lelah sedikit pun.

Nah, momen hangat baru saja tercipta dalam acara peluncuran kampanye Aveeno bertema "Strength of Sensitivity". Tepat pada hari ini, Jumat (17/4/2026), berlokasi di Grand Indonesia Main Atrium, suasananya terasa emosional banget saat Maudy Ayunda berbagi pandangan baru soal makna jadi perempuan yang peka.

Ternyata, buat Maudy, sensitivitas itu bukan cuma urusan kulit yang gampang iritasi saja, lho. Kampanye ini hadir buat ngingetin kita kalau kesehatan perempuan itu paket lengkap mulai dari fisik, mental, sampai emosional. Maudy bareng Aveeno mengajak kita semua buat menghapus stigma kalau jadi orang sensitif itu lemah, padahal justru itu kekuatan tersembunyi yang perlu kita banggain.

Di tengah ramainya atrium Grand Indonesia, Maudy ngingetin kalau nggak apa-apa banget buat menunjukkan sisi rapuh kita. Sering kali kita takut buat curhat karena nggak mau dianggap cengeng atau ngerepotin orang lain.

Padahal, memendam perasaan sendirian justru bisa jadi beban yang berat banget buat kesehatan mental kita. Maudy ingin kita semua tahu kalau vulnerability itu manusiawi dan nggak perlu ditutup-tutupi.

Justru, saat kita berani jujur pada diri sendiri dan berani bilang "aku lagi nggak baik-baik saja", itulah langkah awal kita buat bangkit jadi sosok yang lebih berdaya. Menghargai perasaan sendiri adalah bentuk self-love yang paling nyata sebelum kita bisa mencintai orang lain.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa poin inspiratif dari Maudy Ayunda tentang cara mengubah kepekaan jadi kekuatan yang keren!

1. Sensitivitas adalah sinyal untuk 'self-care'

Popmama.com/Erica Santoso

Maudy Ayunda mengungkapkan bahwa ia pun masih dalam proses belajar untuk tidak selalu memburu-buru dirinya agar langsung merasa "oke". Saat momen sensitif atau masa berat datang, Maudy memilih untuk duduk dan merasakannya (sit with the feeling), bukan malah melarikan diri. Baginya, sensitivitas adalah sebuah sinyal atau indikator bahwa tubuh dan jiwa kita butuh perhatian lebih.

"Sensitivitas itu sebuah sinyal untuk kita lebih peduli dan paham bahwa ini adalah momen untuk istirahat sebentar," ujar Maudy dengan tulus.

Dengan mendengarkan diri sendiri, kita jadi tahu kapan harus berhenti sejenak sebelum akhirnya bangkit menjadi sosok yang lebih tangguh (resilient). Jadi, kalau Mama merasa lelah, jangan anggap itu kegagalan ya, itu adalah kode dari tubuh untuk refill energi!

Maudy juga menekankan pentingnya memiliki safe space atau ruang aman untuk berbagi tanpa merasa dihakimi.

Melalui kampanye ini, Aveeno tidak hanya bicara soal produk, tapi juga hadir sebagai "sahabat" yang mendengarkan cerita setiap perempuan. Karena saat kita merasa dimengerti dan didengar, di situlah kekuatan kita sebagai perempuan akan muncul secara alami.

2. Menangis bukan berarti lemah, tapi manusiawi

Popmama.com/Erica Santoso

Siapa yang sering merasa malu kalau ketahuan menangis? Maudy punya pesan spesial buat kamu: Menangis adalah salah satu hal yang menunjukkan bahwa kita manusia.

Bahkan, emosi ini sudah kita miliki sejak lahir ke dunia. Menangis bukanlah tanda kita kalah atau cengeng, melainkan cara sehat untuk mengekspresikan apa yang sedang kita rasakan di dalam hati.

Maudy mengajak kita semua untuk tidak memendam emosi sendirian hanya karena takut dianggap merepotkan orang lain.

"Jangan simpan semua masalah sendirian. Emosi bukan untuk dipendam, tapi untuk diekspresikan," tegasnya. Selama tidak merugikan orang lain, menunjukkan sisi vulnerable kita justru adalah bentuk kejujuran pada diri sendiri yang sangat luar biasa.

Ingat ya, kita tidak akan bisa bangkit kalau kita selalu berbohong dan bilang "I'm okay" padahal hati sedang sesak. Kejujuran emosional inilah yang membuat perempuan spesial.

Dengan menerima bahwa kita bisa rapuh, kita sebenarnya sedang membuka pintu untuk mendapatkan bantuan, baik dari orang terdekat maupun tenaga profesional.

3. Perempuan adalah 'game changer' yang peka

Popmama.com/Erica Santoso

Tahukah kamu? Penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Kepekaan kita sebenarnya adalah "alat" yang membuat kita lebih mudah berempati, tulus, dan perhatian kepada sesama. Maudy melihat bahwa sensitivitas inilah yang menjadikan perempuan sebagai game changer dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Dalam kampanye SOS (Strength of Sensitivity) ini, Aveeno juga menyediakan wadah nyata berupa podcast di TikTok Aveeno Indonesia setiap Selasa malam.

Tujuannya jelas yaitu agar kita punya ruang untuk saling mendengar dan berbagi cerita sensitif tanpa rasa takut. Ini adalah bentuk nyata dari women empowerment di mana kita bisa saling menguatkan lewat pengalaman hidup masing-masing.

Maudy merasa bangga menjadi bagian dari aksi nyata ini karena pesan yang dibawa sangat dalam bahwa kekuatan bisa datang dari sisi yang paling lembut sekalipun.

Jadi, mulai sekarang, yuk kita ubah cara pandang kita. Sensitivitas bukan beban yang harus disembunyikan, tapi anugerah yang harus dikelola dengan baik agar kita bisa menjadi versi diri yang paling berdaya.

Nah, setelah mendengar pesan dari Maudy Ayunda, apakah Mama sudah siap untuk lebih jujur pada perasaan sendiri? Jangan takut untuk bilang "aku butuh bantuan" atau sekadar mengambil waktu untuk menangis sejenak. Ingat, it's okay to not be okay.

Mari kita jadikan momen ini sebagai awal untuk lebih mencintai diri sendiri secara holistik. Yuk, ceritakan momen sensitif kamu yang akhirnya menjadi kekuatan!

Editorial Team