Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Muncul Bruntusan pada Punggung?
Freepik.com
  • Bruntusan di punggung atau bacne adalah kondisi umum akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri yang bisa dialami remaja maupun orang dewasa.
  • Penyebab utamanya meliputi produksi sebum berlebih, keringat yang tidak segera dibersihkan, gesekan pakaian ketat, perubahan hormon, stres, serta faktor genetik.
  • Perawatan dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, memakai produk non-comedogenic atau topikal seperti benzoyl peroxide, serta rutin mencuci seprai dan pakaian untuk mencegah infeksi ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar kata bruntusan, kebanyakan orang langsung membayangkan wajah yang dipenuhi bintik-bintik kecil dan tekstur kulit yang terasa tidak rata. Padahal, kondisi ini tidak selalu muncul di area wajah saja. Tahukah, Mama, bruntusan juga bisa muncul di punggung?

Bruntusan di punggung dalam istilah medis sering disebut bacne atau back acne, bukan hanya dialami remaja saat pubertas. Orang dewasa di usia 20 hingga 30-an pun bisa mengalaminya. Kondisi ini memang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, mulai dari gatal, permukaan kulit yang terasa kasar, hingga menurunkan rasa percaya diri saat mengenakan pakaian terbuka. Meski begitu, bruntusan di punggung termasuk masalah kulit yang cukup umum dan pada dasarnya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat.

Lalu, sebenarnya kenapa bruntusan bisa muncul di punggung? Untuk penjelasannya, Popmama.com  sudah merangkum informasinya yang diambil dari berbagai sumber. Silahkan disimak ya!

1. Apa itu bruntusan di punggung?

Freepik.com

Secara medis, bruntusan di punggung termasuk dalam kategori body acne atau masalah kulit yang muncul di area tubuh selain wajah. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, serta bakteri. Sumbatan inilah yang kemudian memicu munculnya bintik-bintik kecil di permukaan kulit.

Bruntusan di punggung seirng juga disebut sebagai bacne (back acne). Bruntusan biasanya ditandai dengan munculnya bintik merah kecil, komedo putih, atau komedo hitam. Pada beberapa orang, teksturnya terasa kasar saat disentuh, terlihat meradang, bahkan bisa terasa nyeri. Meski terdengar sepele, kondisi ini bisa cukup mengganggu, apalagi jika muncul dalam jumlah banyak atau menutupi area yang luas.

2. Penyebab dan gejala bruntusan pada punggung

Freepik.com

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bruntusan pada punggung, melansir Cleveland Clinic berikut adalah faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan bruntusan:

  • Produksi Minyak Berlebih dan Penumpukan Sel Kulit Mati

Kulit secara alami menghasilkan minyak atau sebum untuk menjaga kelembapan. Namun, ketika minyak ini bercampur dengan sel kulit mati, kotoran, serta bakteri, pori-pori bisa tersumbat. Penyumbatan inilah yang kemudian memicu munculnya bruntusan di punggung.

  • Keringat yang Tidak Segera Dibersihkan

Aktivitas seperti olahraga atau pekerjaan fisik berat yang membuat tubuh banyak berkeringat dapat memperburuk kondisi kulit. Jika keringat dibiarkan terlalu lama menempel atau terperangkap di balik pakaian yang ketat, risiko munculnya bruntusan akan meningkat. Menurut Cleveland Clinic, kombinasi antara keringat, gesekan, dan pakaian ketat bisa memperparah sumbatan pori sekaligus memicu peradangan.

  • Gesekan dan Tekanan Berulang

Penggunaan ransel, tas bahu, atau pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi berulang di area punggung. Tekanan dan gesekan ini bisa membuat kondisi bruntusan semakin meradang atau sulit membaik.

  • Pengaruh Hormon dan Faktor Keturunan

Lonjakan hormon, terutama saat masa pubertas, sering menjadi pemicu utama munculnya bruntusan. Selain itu, faktor genetik dan kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah kulit di area punggung. 

  • Stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan juga bisa memicu bruntusan. Saat seseorang mengalami tekanan emosional yang tinggi, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol. Kenaikan kadar kortisol ini kemudian merangsang kelenjar minyak untuk menghasilkan lebih banyak sebum, yang berpotensi menyumbat pori-pori.

3. Cara mengatasi bruntusan di punggung

Freepik.com

Bruntusan di punggung yang masih tergolong ringan umumnya bisa ditangani sendiri di rumah dengan perawatan yang konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Jangan dipencet atau ditekan

Meski terasa mengganggu, hindari kebiasaan memencet atau mengorek bruntusan. Tindakan ini bisa melukai kulit, memperparah peradangan, bahkan meninggalkan bekas yang sulit hilang. Selain itu, tangan yang tidak steril juga berisiko memindahkan bakteri ke area tersebut dan memicu infeksi.

  • Jaga kebersihan kulit secara rutin

Gunakan sabun mandi atau body wash yang bebas minyak dan berlabel non-comedogenic, artinya tidak menyumbat pori-pori. Setelah berolahraga atau berkeringat, segera mandi dan ganti dengan pakaian bersih agar keringat dan bakteri tidak menempel terlalu lama di kulit. Hindari menggosok punggung terlalu keras dengan spons kasar atau scrub berlebihan karena justru bisa memperparah iritasi.

  • Manfaatkan produk perawatan topikal

Beberapa produk yang dijual bebas dapat membantu meredakan bruntusan. Kandungan seperti benzoyl peroxide efektif membantu membersihkan pori-pori dari bakteri penyebab peradangan. Saat menggunakan pembersih dengan kandungan ini, diamkan beberapa menit di kulit sebelum dibilas agar bekerja lebih optimal. Selain itu, gel retinoid atau produk dengan asam salisilat juga bisa membantu mengurangi sumbatan pori dan mempercepat pergantian sel kulit.

  • Perhatikan kebersihan perlengkapan tidur

Seprai, handuk, dan pakaian yang jarang dicuci bisa menjadi tempat menumpuknya bakteri dan minyak. Karena itu, penting untuk rutin mengganti dan mencuci perlengkapan tidur setidaknya seminggu sekali agar kulit tetap bersih dan risiko bruntusan berkurang.

4. Cara mengobati jerawat punggung

Freepik.com

Melansir dari Mayo Clinic,  bruntusan di punggung yang masih tergolong ringan umumnya bisa ditangani sendiri di rumah dengan perawatan yang tepat dan konsisten.

Namun perlu untuk diperhatikan ya Ma, jika bruntusan sudah sering terjadi dan parah, segeralah untuk ke rumah sakit sehingga mendapatkan perawtaan yang tepat.

Berikut adalah cara yang dapat dilakukan secara mandiri:

  • Hindari memencet atau mengorek bruntusan karena dapat merusak jaringan kulit, memicu infeksi, dan meninggalkan bekas yang sulit hilang.

  • Jaga kebersihan tubuh dengan sabun bebas minyak berlabel non-comedogenic, segera mandi setelah berkeringat, dan hindari menggosok kulit terlalu keras agar iritasi tidak semakin parah.

  • Gunakan produk topikal seperti benzoyl peroxide, retinoid, atau asam salisilat untuk membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi sumbatan, lau diamkan beberapa menit, sebelum dibilas agar bekerja optimal.

  • Pastikan handuk, seprai, dan sarung bantal selalu bersih dengan mencucinya secara rutin setidaknya seminggu sekali untuk mencegah penumpukan bakteri.

5. Bagaimana cara mencegah bruntusan di punggung agar muncul kembali

Freepik.com/wirestock

Agar bruntusan di punggung tidak semakin parah dan lebih cepat membaik, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan dalam rutinitas harian, dilansir dari Iora Dermatology Clinic:

  • Rutin mencuci seprai dan handuk agar tidak menjadi tempat menumpuknya minyak serta bakteri.

  • Pastikan pakaian dicuci secara teratur, terutama setelah digunakan beraktivitas seharian.

  • Kurangi penggunaan barang yang sering menekan atau bergesekan dengan punggung, seperti ransel atau pakaian yang terlalu ketat.

  • Pilih busana yang longgar dan berbahan nyaman agar kulit bisa “bernapas”.

  • Segera mandi dan berganti pakaian setelah berolahraga atau saat tubuh banyak berkeringat.

  • Bilas tubuh hingga benar-benar bersih setelah menggunakan sabun mandi maupun sampo agar tidak ada residu yang tertinggal di kulit.

  • Lakukan eksfoliasi secara berkala untuk membantu mencegah penumpukan sel kulit mati.

  • Gunakan pembersih yang lembut dan tidak membuat kulit kering.

Dengan langkah sederhana namun konsisten ini, kondisi kulit punggung biasanya akan berangsur membaik. Namun, jika bruntusan tidak kunjung mereda atau semakin meradang, sebaiknya pertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Editorial Team