Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kolaborasi Yayoi Kusama dengan Brand Fashion, Desain yang Nyentrik
instagram.com/yayoikusamamuseum; pinterest.com/luxuryes
  • Studio dan museum mengumumkan Yayoi Kusama meninggal pada 27 Agustus 2026 di usia 97 tahun, meninggalkan ciri khas polkadot, labu artistik, dan Infinity Mirror Rooms.

  • Kusama, kelahiran Matsumoto pada 1929, mengolah halusinasi polkadot dan jaring menjadi karya.

  • Kolaborasi Louis Vuitton dimulai pada 2012 bersama Marc Jacobs dan kembali hadir global pada 2023, mencakup tas, pakaian, aksesori, motif polkadot, pumpkin, serta instalasi robot.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia seni baru saja kehilangan salah satu seniman paling ikonik dan berpengaruh, Yayoi Kusama dikenal luas sebagai seniman asal Jepang yang identik dengan motif polkadot penuh warna, labu artistik, serta Infinity Mirror Rooms yang selalu diburu pencinta seni. 

Kabar duka datang pada 27 Agustus 2026, dimana pihak studio dan museum mengumumkan bahwa Yayoi Kusama telah menghembuskan napas terakhirnya pada usia 97 tahun. 

Meski telah berpulang, semangat berkaryanya yang tidak pernah padam dan akan selalu dikenang abadi. Warisan visualnya membuktikan bahwa seni mampu menjadi jembatan yang menyatukan dunia.

Berikut Popmama.com telah rangkum tentang perjalanan Yayoi Kusuma di dunia seni hingga berkolaborasi dengan Louis Vuitton yang harus Mama simak!


1. Mengenal lebih dekat Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

Yayoi Kusama lahir di Matsumoto, Jepang, pada tahun 1929 dan tumbuh dengan pola polkadot serta jaring tak berujung yang menutupi pandangannya. Alih-alih menghindari halusinasi tersebut, ia justru menjadikannya sebagai inspirasi utama dalam berkarya untuk mengatasi rasa takut.

Pada tahun 1957, Kusama memutuskan pindah ke Amerika Serikat dan menjadi bagian penting dari kancah seni avant-garde di New York sebelum akhirnya kembali ke Jepang pada tahun 1973. 

Perjalanan ini mengantarkannya menjadi seniman perempuan sukses dan berpengaruh di internasional. Ciri khas visualnya yang mencolok tidak hanya berhenti di galeri seni, melainkan bertransformasi menjadi kolaborasi dengan brand fashion terkenal.

2. Perjalanan kolaborasi bersama Louis Vuitton

pinterest.com/Vogue France

Perjalanan kolaborasi antara Yayoi Kusama dan Louis Vuitton pertama kali dimulai pada tahun 2012 di bawah arahan kreatif Marc Jacobs. Marc Jacobs diketahui mengunjungi studio Kusama di Tokyo dan langsung jatuh cinta pada polkadot yang kemudian disalurkan lewat produk tas, pakaian, hingga aksesoris.

Setelah sukses besar di tahun 2012, kolaborasi legendaris ini kembali terulang sepuluh tahun kemudian melalui peluncuran koleksi berskala global yang dirilis pada awal tahun 2023. 

Koleksi kedua ini menampilkan eksplorasi visual yang jauh lebih luas, mulai dari motif polkadot bertekstur, cetakan labu ikonik, hingga instalasi robot humanoid berbentuk Kusama di berbagai toko utama Louis Vuitton di seluruh dunia.

3. Deretan koleksi kolaborasi mewah

pinterest.com/luxuryes

Koleksi kolaborasi antara Louis Vuitton dan Yayoi Kusama mencakup berbagai produk fashion yang sangat dinanti oleh para kolektor dan pecinta mode dunia. 

Mulai dari tas tangan klasik seperti Speedy dan Neverfull, alas kaki, kacamata hitam, hingga berbagai pakaian yang diselimuti oleh motif polkadot warna-warni berkarakter. Selain motif polkadot yang ceria, koleksi ini juga mengangkat elemen pumpkin yang menjadi simbol kegembiraan dan kehangatan personal bagi Kusama.

Dengan kehadiran koleksi eksklusif ini tidak hanya merayakan visual penuh warna, tetapi juga menjadi seni abadi bagi Yayoi Kusama di dunia mode lho, Ma!

Rest in peace, Yayoi Kusama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article