Popmama.com/Yesica Kirana
Sejumlah brand seperti Renoa, Objects of Bentala, Rona Studio, Dare Label, Isoos Studio, Saint x Sinner, Merlot, dan Aloes turut mengisi ruang ini.
Kehadiran berbagai label tersebut menghadirkan ragam perspektif desain dalam satu tempat, sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap karya fashion lokal yang terus berkembang.
Lebih dari sekadar menghadirkan koleksi, pendekatan ini juga memperlihatkan upaya membangun ekosistem yang saling terhubung antara kreator dan audiens.
Selain itu, setiap brand memiliki ruang untuk menyampaikan nilai dan identitasnya secara utuh.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, yang menjelaskan bahwa kehadiran ruang ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru dalam menikmati fashion.
“Melalui kehadirannya, The Canopy Room mengajak masyarakat untuk melihat fashion dari perspektif yang lebih intim: sebagai cerita yang hidup, karya yang bermakna, dan identitas yang terus berkembang bersama zaman. Harapan kami, The Canopy Room dapat menjadi rumah bagi kolaborasi yang berkelanjutan dan inspiratif, sebuah ekosistem di mana kreator dan komunitas tumbuh bersama,” ujar Anita saat ditemui di acara yang sama.
Nah, melalui pendekatan dan pengalaman berbelanja yang nyaman, The Canopy Room memberi gambaran tentang bagaimana fashion dapat dinikmati dengan cara yang lebih sesuai.
Bagi Mama yang ingin mengeksplorasi gaya secara personal sekaligus memahami cerita di balik setiap pilihan busana, ruang seperti ini bisa menjadi referensi menarik untuk memahami perkembangan fashion masa kini.