Keluarga pelaku juga berusaha memfitnah usaha yang dijalani oleh MUA tersebut. Dalam pernyataannya, MUA itu mengungkapkan bahwa pihak keluarga pengantin melakukan kampanye negatif terhadap usahanya.
Mereka menuduh dan menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai kualitas dan profesionalisme layanan yang diberikan oleh MUA tersebut.
Tindakan fitnah ini bukan hanya berdampak pada reputasi bisnisnya, tetapi juga dapat merugikan secara emosional dan psikologis, mengingat bahwa MUA tersebut telah mencurahkan waktu dan usaha untuk membangun kariernya di bidang rias wajah.
Dengan adanya tuduhan yang tidak berdasar ini, MUA merasa semakin tertekan, karena selain harus menghadapi masalah pembayaran yang belum diselesaikan, ia juga harus berjuang untuk melindungi nama baik dan integritas usahanya.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki komunikasi yang baik dan menghargai profesionalisme dalam setiap transaksi layanan, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat berujung pada konflik yang merugikan semua pihak.
Nah itu dia informasi terkait MUA alami kekerasan dari keluarga pengantin saat ditagih pembayaran. Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan bagi profesional di industri pernikahan serta perlunya kesepakatan yang jelas sebelum acara berlangsung. Kejadian ini juga menekankan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diterima dalam situasi apapun dan harus dilaporkan agar pelaku dapat ditindak.