6 Penyebab Kulit Beruntusan yang Harus Diketahui

Harus selalu menjaga kebersihan agar tidak timbul beruntusan

21 September 2021

6 Penyebab Kulit Beruntusan Harus Diketahui
Pixabay/jmexclusives

Kulit beruntusan merupakan salah satu permasalahan kulit yang seringkali mengganggu penampilan. Beruntusan sendiri merupakan benjolan-benjolan kecil pada kulit yang biasanya muncul pada area dahi, hidung, dan pipi, atau T-zone.

Berbeda dengan jerawat, biasanya beruntusan muncul pada daerah tertentu dalam jumlah yang banyak sehingga kulit akan terasa kasar dan memiliki permukaan yang tidak rata disertai dengan kemerahan pada area tersebut.

Terdapat berbagai macam faktor penyebab munculnya beruntusan, oleh karena itu kali ini Popmama.com telah merangkum 6 penyebab munculnya beruntusan pada kulit wajah. Yuk, disimak!

1. Paparan sinar matahari yang berlebih

1. Paparan sinar matahari berlebih
Freepik/drobotdean

Kulit yang berkeringat dan kotor dapat menyebabkan beruntusan. Pada saat berada di bawah panas matahari dalam waktu yang lama, maka keringat dapat muncul sehingga beruntusan bisa dengan mudahnya muncul.

Meskipun tidak semua orang akan mengalami hal ini, tetapi tidak menutup kemungkinan kulit akan mengalami iritasi dan juga kemerahan jika terlalu lama terkena paparan sinar matahari.

2. Tidak membersihkan makeup dengan bersih

2. Tidak membersihkan makeup bersih
Freepik/cookie_studio

Tidak sedikit orang yang malas menghapus makeup setelah menggunakannya selama seharian. Hal ini bisa menjadi penyebab munculnya beruntusan karena makeup yang terlalu lama akan membuat kotoran menempel dan menyerap ke dalam kulit.

Tak hanya itu, membersihkan makeup terlalu tergesa-gesa akan membuat wajah tidak bersih secara maksimal sehingga kotoran akan berada pada pori-pori kulit.

Editors' Picks

3. Tidak menjaga kebersihan rambut

3. Tidak menjaga kebersihan rambut
Freepik/lookstudio

Apapun yang bersifat kotor dapat membuat beruntusan muncul di wajah, termasuk juga rambut. Jika kondisi rambut kotor dan juga berminyak karena berkeringat mengenai wajah, maka kotoran akan menempel pada wajah.

Ditambah lagi jika sudah melakukan aktivitas seharian di luar rumah, kotoran pada rambut juga dapat menempel pada wajah.

4. Jarang melakukan eksfoliasi kulit

4. Jarang melakukan eksfoliasi kulit
Freepik/wayhomestudio

Eksfoliasi sendiri berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang ada pada wajah. Sama seperti perawatan wajah lainnya, melakukan eksfoliasi adalah hal yang harus dilakukan agar kulit tetap terasa kenyal dan sehat.

Jika jarang melakukan eksfoliasi kulit, maka sel-sel kulit mati akan menumpuk pada wajah dan tercampur dengan bakteri yang dapat menyebabkan beruntusan.

5. Tidak menggunakan handuk yang bersih

5. Tidak menggunakan handuk bersih
Freepik

Handuk merupakan barang yang dapat bersentuhan langsung dengan kulit, jika handuk yang digunakan tidak bersih maka kotoran yang ada pada handuk akan berpindah.

Termasuk juga handuk kecil yang biasanya digunakan untuk mengeringkan wajah yang basah. Selalu pastikan bahwa handuk yang digunakan dalam kondisi yang bersih agar tidak ada bakteri yang menempel pada wajah.

6. Terlalu sering mengonsumsi junk food

6. Terlalu sering mengonsumsi junk food
Freepik/Freepic.diller

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga berperan dalam kesehatan pada kulit. Jika mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi maka kulit akan menjadi sehat, tetapi jika mengonsumsi makanan yang kurang gizi dan nutrisi akan membuat kulit tidak sehat.

Termasuk juga jika mengonsumsi junk food, makanan berminyak, dan makanan pedas terlalu sering. Mengonsumsi makanan yang kurang sehat dapat memicu munculnya beruntusan pada wajah.

Nah, itulah enam hal yang dapat menyebabkan munculnya beruntusan pada kulit wajah. Namun, tidak semua orang dapat merasakan hal-hal di atas sebagai penyebab dari munculnya beruntusan.

Biasanya pemilik kulit sensitif akan lebih rentan terkena beruntusan dibandingkan dengan jenis kulit lainnya.

Oleh karena itu, kamu harus tau jenis kulit yang kamu miliki, ya!

Bacajuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.