Tren Clean Beauty: Produk Aman untuk Kulit dengan Kemasan Sayang Bumi

Tren ini berbeda dengan natural beauty ya

3 Maret 2021

Tren Clean Beauty Produk Aman Kulit Kemasan Sayang Bumi
Freepik

Bagi pencinta dunia kecantikan, tren clean beauty mungkin kerap terdengar sejak tahun 2020. 

Clean Beauty menjadi tren karena dianggap lebih aman karena menggunakan sumber yang dibuat dan diproduksi tanpa bahan yang beracun.

Produk dengan clean beauty mencakup bahan-bahan yang bersumber secara etis dan dibuat dengan mempertimbangkan kesehatan tubuh dan lingkungan kita.

Dalam jumpa press secara virtual beberapa waktu lalu bertema Discover The Global Standard for Clean Beauty with make p:rem, Popmama.com mendapatkan berbagai informasi menarik seputar clean beauty. Seperti apa tren yang tengah membuming ini?

Cek informasinya berikut ini:

1. Penjelasan clean beauty menurut ahli

1. Penjelasan clean beauty menurut ahli
Dok. Sociolla

Dalam jumpa pers berlangsung, dr. Arini Astasari Widodo, SpKK hadir menjelaskan tren beauty. Menurut dr. Arini menjelaskan clean beauty merupakan sebuah konsep yang tidak ada regulasi tertentu.

"Tren ini berkembang bukan bedasarkan pernyataan dari FDA atau badan yang berada di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat. Ini adalah tren terbaru yang menjanjikan menghadirkan produk yang aman," kata dr. Arini. 

Banyak orang mungkin masih mengira kalau tren ini sama dengan Natural Beauty. Menurut dr. Arini Natural Beauty itu merupakan produk perawatan yang mengambil bahannya dari alam, seperti tumbuh-tumbuhan.

"Biasanya produk dengan natural beauty mengambil ekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Bisa juga mengambil bahan turunan alami atau disebut naturally derived ingredients, dimana produk tersebut mengambil bahan dari tanaman tapi hasil akhirnya bukan dari ekstrak tanaman A, yang diambil salah satu enzim dari tanaman itu," ujarnya.

dr. Arini menambahkan jika clean beauty tidak harus berasal dari bahan yang natural, bisa dari bahan sintetik, tapi dengan konsep yang aman bagi kulit. 

Editors' Picks

2. Sebelum menggunakan produk skin care, sebaiknya kita mengenal kulit kita dulu

2. Sebelum menggunakan produk skin care, sebaik kita mengenal kulit kita dulu
Freepik/cookie_studio

dr. Arini Astasari Widodo, SpKK menjelaskan, “Untuk memutuskan produk yang ingin dipakai, harus mengenali tipe kulit dan masalah kulit terlebih dahulu. Pastikan kita mengetahui bahan-bahan yang terkandung di dalam produk tersebut."

Ia menambahkan bagi yang memiliki kulit normal ataupun memiliki kulit sensitif, kulit kering, dan sedang terdapat masalah kulit, sebisa mungkin hindari bahan yang memberikan risiko alergi atau iritasi seperti pengawet, pewangi, latex, atau metal," ungkap dr. Arini. 

3. Ada risiko jika kita gunakan banyak produk skin care

3. Ada risiko jika kita gunakan banyak produk skin care
Freepik/diana.grytsku

dr. Arini mengatakan semakin banyak kandungan pada sebuah produk, akan semakin meningkatkan risiko iritasi kulit.

"Sayangnya, dibanding dahulu kala, prevalensi kulit sensitif semakin meningkat seiring waktu. Oleh karena itu, untuk seseorang dengan kulit sensitif, sebaiknya selektif memilih produk yang sudah lolos uji klinis dan dermatology tested untuk memastikan bahwa aman digunakan.” 

4. Konsep clean beauty sudah jadi tren di negara lain sejak tahun 2020

4. Konsep clean beauty sudah jadi tren negara lain sejak tahun 2020
Dok. Sociolla

Sependapat dengan apa yang diutarakan dr. Arini, Brand Manager make p:rem Indonesia Christy Susanto juga mengatakan bahwa tren clean beauty sendiri sudah marak dari tahun lalu di negara lain, dan di Indonesia sendiri semakin banyak yang mencari tahu terkait produk clean beauty.

Salah satunya adalah Korea Selatan yang sudah mengeluarkan beragam produk perawatan berbasis clean beauty, salah satunya adalah make p:rem (Make Pragmatism Remedy). 

"Sesuai dengan visi dan misinya yaitu percaya bahwa menjaga kulit tidak perlu menggunakan produk dengan ingredients yang terlalu banyak. make p:rem hanya menggunakan formula minimal yang dibutuhkan oleh kulit dan telah teruji secara klinis dapat memberikan hasil yang efektif, sudah lolos uji iritasi, hypoallergenic, bebas dari paraben, alkohol, pewarna buatan, pewangi, dan tanpa kandungan 20 bahan berbahaya. Oleh karena itu, make p:rem hadir dan akan mendukung masyarakat Indonesia untuk lebih teliti dalam memilih produk perawatan kulit wajah," katanya. 

5. Bukan hanya baik untuk perawatan wajah, produk dengan konsep clean beauty juga perhatikan kemasan daur ulang

5. Bukan ha baik perawatan wajah, produk konsep clean beauty juga perhatikan kemasan daur ulang
Freepik/nakaridore

Dalam upaya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, konsep clean beauty juga mengadopsi daur ulang. 

Ya, sustainable packaging, yang dianggap sangat baik untuk mengurangi limbah dari kemasan produk kecantikan yang sudah menjadi permasalahan dunia.

Dilansir dari Vogue, salah satu pendiri Chemist Confessions bernama Gloria Lu mengatakan kemasan perawatan kulit pada umumnya mengeluarkan komponen biaya yang besar, dan terlebih lagi jika dapat didaur ulang atau berkelanjutan.

"Namun, menurut kami kemajuan dalam pengemasan berkelanjutan adalah salah satu perkembangan paling menarik dalam gerakan pembersihan menyeluruh. Kami dapat memperkirakan biaya sustainable packaging akan turun dalam beberapa tahun ke depan karena meningkatnya permintaan," ujarnya.

Dengan beralih ke tren clean beauty, kita bukan hanya bisa mendapatkan produk yang aman dan bebas racun, namun juga bisa membantu bumi karena kemasan clean beauty dibuat agar bisa didaur ulang kembali. 

Ini menjadi trobosan terbaik untuk menyelamatkan bumi kan, Ma?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.