Efek Samping yang Dirasakan Jika Sering Gonta-ganti Skin Care

Ingin memiliki kulit yang mulus dan bercahaya dengan cepat mendorong perempuan gonta-ganti skin care

28 Februari 2021

Efek Samping Dirasakan Jika Sering Gonta-ganti Skin Care
Freepik/Margyt

Setiap penggunaan produk skin care tertentu pasti kita mengharapkan hasil tertentu terhadap kondisi kulit.

Misal, ketika jenis kulit kita adalah kering maka harapan setelah menggunakan skin care kulit menjadi lebih lembab.

Atau, saat kulit menunjukkan tanda-tanda penuaan pasti kita berharap kerutan halus di wajah menjadi hilang setelah menggunakan skin care.

Keinginan untuk bisa segera mendapatkan hasil yang diinginkan mendorong seseorang untuk mencoba berbagai macam produk skin care.

Sebab, ia merasa produk skin care yang sedang digunakan tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap kulitnya. Sehingga, ia mencoba untuk menggunakan skin care lainnya.

Penggunaan skin care yang sering berganti ini mungkin bagi beberapa orang tidak terlalu berdampak buruk. Tapi bagi sebagian yang lainnya, sering gonta-ganti skin care akan menyebabkan masakan tertentu.

Para pakar kulit dan kecantikan juga tidak menyarankan untuk terlalu sering mengganti jenis produk skin care. Sebab, hal tersebut akan membuat fungsi skin care tidak bisa dirasakan.

Lalu, seberapa buruk akibatnya jika sering gonta-ganti skin care terhadap kulit?

Popmama.com akan bahas topik ini disini. Simak penjelasannya sampai akhir ya, Ma!

1. Akan sulit untuk mendapatkan hasil skin care jika digunakan kurang dari 8 minggu

1. Akan sulit mendapatkan hasil skin care jika digunakan kurang dari 8 minggu
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Terlalu sering gonta-ganti skin care tidak akan membuat kulit menjadi lebih baik. Sebab, kulit memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan bereaksi dengan bahan-bahan aktif yang ada pada skin care.

Menurut Kendra Bergstrom, M.D., asisten profesor klinis dari University of Washington School of Medicine, mengatakan bahwa dibutuhkan setidaknya kurang lebih 8 minggu untuk kulit benar-benar bisa memberikan hasilnya.

Walaupun ada jenis skin care yang bisa memberikan efek yang cepat, tetapi semakin cepat juga hasilnya akan menghilang.

Editors' Picks

2. Penggunaan krim mata membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa mendapatkan hasilnya

2. Penggunaan krim mata membutuhkan waktu lebih lama bisa mendapatkan hasilnya
Freepik/Freepic.diller

Pada produk krim mata, terdapat kandungan vitamin C yang akan bereaksi lebih lambat untuk dapat memperbaiki kondisi kulit area bawah mata. Sebab, vitamin C memperlambat kerja kulit di area bawah mata. 

Vitamin C akan memperlambat proses pigmentasi yang membutuhkan waktu. Jadi, jika Mama sering gonta-ganti skin care maka masalah area mata akan sulit diatasi.

3. Walaupun menggunakan bahan yang sama, gonta-ganti skin care akan memperlambat hasil yang diharapkan

3. Walaupun menggunakan bahan sama, gonta-ganti skin care akan memperlambat hasil diharapkan
Freepik/master1305

Setiap produk skin care membutuhkan waktu untuk bekerja dengan sel kulit yang ada di dalam tubuh.

Sekitar beberapa minggu hingga bulan, produk skin care baru bisa menunjukkan hasilnya.

Jika Mama sering gonta-ganti skin care maka yang terjadi adalah kulit akan selalu melakukan penyesuaian dari awal sejak produk skin care digunakan.

Jadi, hal yang terjadi adalah kulit akan semakin lama menunjukkan hasil yang diinginkan atau bahkan tidak ada perubahan sama sekali.

4. Kulit menjadi resisten terhadap produk skin care karena penyesuaian kondisi terus menerus

4. Kulit menjadi resisten terhadap produk skin care karena penyesuaian kondisi terus menerus
Freepik/master1305

Akibat dari sering gonta-ganti skin care, kulit akan menjadi resisten dengan produk-produk skin care. Kulit menjadi kebal terhadap bahan-bahan apapun yang terdapat pada produk skin care.

Jika memang harus mengganti produk skin care maka berikan jeda waktu pemakaian antara satu produk dengan produk lainnya.

Mary L. Stevenson, M.D. yang juga seorang asisten profesor di NYU Langone Medical Center mengatakan setidaknya minimal 2 minggu produk skin care perlu digunakan sebelum menggantinya dengan yang baru. 

5. Menjadi lebih boros untuk membeli produk yang belum tentu akan digunakan sampai habis

5. Menjadi lebih boros membeli produk belum tentu akan digunakan sampai habis
Unsplash.com/Charisse Kenion
Skincare Ibu Hamil

Hal buruk yang terjadi jika Mama sering gonta-ganti skin care adalah membuang-buang uang secara tidak langsung.

Mama menjadi menghabiskan uang untuk sesuatu yang pada akhirnya tidak akan digunakan. Ini akan menjadi kebiasaan buruk jika tidak dihentikan.

Terlalu sering gonta-ganti skin care sangat tidak efektif dan efisien untuk bisa membuat kondisi kulit menjadi lebih baik.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk bisa mendapatkan perawatan yang sesuai.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.