TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Harga Mi Instan Naik, Ketahui Risikonya Jika Makan Berlebihan

Harga mi instan naik, ini risiko kesehatannya jika dikonsumsi setiap hari

12 Agustus 2022

Harga Mi Instan Naik, Ketahui Risiko Jika Makan Berlebihan
freepik.com/freepik

Isu mengenai kenaikan harga mi instan hingga tiga kali lipat telah terdengar di masyarakat Indonesia. Hanya saja, kebijakan tersebut belum juga terealisasikan terkait kenaikan harga tersebut.

Harga mi instan sebenarnya sudah naik meski belum sampai tiga kali lipat. Sebagai contohnya, Indomie kuah rasa ayam bawang satu dus berisi 40 pcs sudah mencapai Rp.96.000 atau jika dihitung ecer berarti Rp. 2.500 per pcs. Namun, harga mie goreng per pcs tersebut naik menjadi Rp. 3.000 per pcs.

Kemudian Indomie goreng satu dus dibanderol Rp. 105.000 pada Juli 2022 naik menjadi Rp. 112.000 pada Agustus 2022.

Terkait kenaikan harga mi instan, bagaimana faktor risiko kesehatannya jika dimakan setiap hari? Simak selengkapnya yang Popmama.comrangkum di bawah ini. 

1. Apa itu mi instan?

1. Apa itu mi instan
freepik.com/jcomp

Mie instan diberikan pada mi produksi pabrik yang dikukus, dikeringkan, kemudian dikemas dan dipasarkan. Pembuatannya pun sangatlah mudah, hanya tinggal merebus mi atau merendamnya di air panas.

Kemudian, tunggu beberapa saat sebelum mencampurkan bumbunya. Jika sudah, mi instan siap dinikmati.

Dalam setiap kemasannya, mi instan terdiri dari tepung, garam, dan minyak kelapa sawit. Adapun bumbunya terbuat dari kombinasi bahan khusus, yakni monosodium glutamate alias MSG dan garam.

Editors' Picks

2. Kandungan mi instan

2. Kandungan mi instan
freepik.com/jcomp

Ada banyak merek mi instan yang ada di dunia. Meski bervariasi, secara garis besar mie instan memiliki kandungan nutrisi. Adapun kandungannya antara lain:

  • Kalori: 188
  • Karbohidrat: 27 gram
  • Jumlah lemak: 7 gram
  • Lemak jenuh: 3 gram
  • Protein: 4 gram
  • Serat: 0,9 gram
  • Natrium: 861 mg
  • Tiamin: 43% dari RDI
  • Folat: 12% dari RDI
  • Mangan: 11% dari RDI
  • Besi: 10% dari RDI
  • Nilasin: 9% dari RDI
  • Riboflavin: 7% dari RDI

Jumlah di atas merupakan kandungan untuk satu porsi alias satu kemasan mi instan. Konon, ada pula variasi mi yang diklaim lebih sehat karena menggunakan bahan-bahan alami.

Mi instan cenderung memiliki jumlah kalori yang lebih rendah daripada jenis pasta lainnya. Tentu ini menjadi kabar baik bagi kamu yang sedang menurunkan berat badan. Sebab, rendah kalori yang dibarengi dengan diet yang tepat, akan membantu menurunkan berat badan.

3. Kelebihan dan kekurangan mengonsumsi mi instan

3. Kelebihan kekurangan mengonsumsi mi instan
freepik.com/bublikhaus

Sebagian menganggap mi instan bukanlah makanan yang bisa dikonsumsi secara rutin, sementara yang lain pun menganggapnya tidak demikian. Pada kelompok pertama, beberapa bahaya mi instan sering menjadi alasannya. Termasuk risiko darah tinggi, obesitas, gagal ginjal, hingga kerusakan hati.

Selain itu, kandungan Monosodium Glutamate (MSG) merupakan penggunaan zat aditif sebagai penguat dan meningkatkan cita rasa.

Namun faktanya, MSG secara alami ditemukan dalam produk seperti protein nabati terhidrolisis, ekstrak ragi, ekstrak kedelai, tomat, dan keju. Meski demikian, efek potensial bagi kesehatan dari zat yang dijuluki micin ini tetap kontroversial. Sejumlah penelitian mengatakan, adanya peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan mual setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah tinggi.

4. Bolehkah makan mi instan setiap hari?

4. Bolehkah makan mi instan setiap hari
freepik.com/freepik

Cerita pengalaman makan mi instan setiap hari diunggah pada laman The Healthy. Dari penuturan yang disampaikan, penulis mengku sengaja melakukan eksperimen sendiri untuk menjadikan mi instan sebagai makanan utama.

Rencana ini berlangsung selama lima hari penuh. Dalam kisah tersebut, penulis mengonsumsi beragam variasi mi instan secara bergantian sehari dua kali. Tidak hanya mi, penulis juga menyisipkan kandungan tambahan seperti tahu, potongan sayur, dan variasi lain.

Pada hari pertama, penulis mengatakan tidak ada perubahan. Tubuh masih bersemangat layaknya mengonsumsi makanan biasa selain mi instan. Berlanjut di hari kedua, ia merasa lebih lelah dari biasanya. Meski demikian, penulis masih bisa beraktivitas seperti biasanya.

Memasuki hari ketiga, penulis mengaku bangun tidur dengan merasakan asin dan haus berkepanjangan. Ia merasa sangat lamban dan mudah lelah sepanjang hari. Hari-hari terakhir pun merupakan yang terberat, karena mengonsumsi mi instan secara berturut-turut membuatnya tidak kenyang, serta merasakan mual, sakit, dan kehilangan nafsu makan.

5. Tidak hanya kelelahan, risiko lainnya bisa membuat murung dan mudah emosi

5. Tidak ha kelelahan, risiko lain bisa membuat murung mudah emosi
freepik.com/freepik

Selain kelelahan, mengonsumsi mi instan berturut-turut juga membuat seorang menjadi murung dan mudah emosi. Masih dalam cerita pengalaman, seseorang mengalami perubahan emosinya, di mana emosi ini seharusnya bisa ditahan pada saat menghadapi masalah sepele.

Selain itu, perubahan fisik juga terjadi pada penulis tersebut. Ia mengalami penurunan berat badan hingga 4 pon atau sekitar 1,8 kilogram.

Jadi, bolehkah mengonsumsi mi instan setiap hari? Jika dicermati dari pengalaman tersebut, disarankan untuk menghindari konsumsi mi setiap hari. Karena risikonya bisa terjadi seperti Penulis tersebut.

Demikian kenaikan harga mi instan serta risikonya bagi kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.  

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk