Tak Selalu Buruk, Ini 7 Manfaat Esport bagi Anak

Ternyata, banyak efek positif yang bisa didapatkan dari bermain video game

19 Maret 2020

Tak Selalu Buruk, Ini 7 Manfaat Esport bagi Anak
Freepik/Tirachardz

Tahun lalu pada pesta olahraga se-Asia Tenggara yang diadakan di Filipina Kamis (5/12/2019), Indonesia pernah menorehkan prestasi baru yaitu pada saat kontingen e-sport Mobile Legend Indonesia telah berhasil melangkah ke babak semifinal cabang E-Sports SEA Games 2019.

Dengan tim gabungan pemain esport ONIC dan EVOS yang terdiri dari Muhammad Ridwan (EVOS Wannn), Yurino Putra Angkawijaya (EVOS Donkey), Gustian (EVOS Rekt), Eko Julianto (EVOS Oura), Teguh Firdaus (ONIC Psychoo), dan Adriand Larsen Wong (ONIC Drian).

Kemenangan Timnas Indonesia ini membawa mereka pada babak final untuk merebutkan medali emas pertama di cabor e-sport pada SEA Games 2019. Dengan melawan tim dari tuan rumah, yaitu Filipina pada Minggu (8/12/19). 

Sayangnya dalam babak final ini Timnas Indonesia kalah pada dua gim terakhir dari Filipina. Akhirnya, Indonesia hanya dapat meraih medali perak. 

Meski demikian prestasi dari tim esport ONIC dan EVOS ini banyak menginspirasi generasi muda untuk lebih bereksplorasi dalam esport. Banyak anak berlomba-lomba mempelajari dan mencari tahu strategi agar bisa memenangkan pertandingan.

Melalui esport, jiwa kompetitif anak jadi semakin terasah. Selain itu anak juga berinteraksi karena pada umumnya permainan ini dilakukan secara beregu. 

Selain itu, melalui esport sportifitas anak juga dilatih, sehingga ia bisa menghargai saat lawannya kalah atau belajar menerima kekalahan jika lawannya yang menang.

Sebagai orangtua, Papa dan Mama perlu update mengenai kompetisi atau turnamen esport yang ada. Sehingga hasil latian anak-anak bisa tersalurkan dengan tepat.

vivo Esport Cup 2020 Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

vivo Esport Cup 2020 Berhadiah Ratusan Juta Rupiah
Dok. vivo Esport Cup 2020

Bersamaan dengan peluncuran vivo V19 di Indonesia pada minggu lalu, vivo turut mengumumkan dibukanya gelaran vivo Esports Cup 2020, turnamen yang diperuntukan bagi para gamers pemula di seluruh Indonesia. 

Peserta berkesempatan untuk memenangkan hadiah total senilai Rp 200 juta. 

Pendaftaran telah di buka pada 10 Maret hingga 25 Maret 2020 mendatang secara online di www.vivoesportscup.com dengan pembagian enam regional pulau kualifikasi.

“Kami merasa senang, karena antusias masyarakat Indonesia yang begitu positif terhadap kompetisi vivo Esports Cup 2020. Setelah dibuka sejak peluncuran vivo V19, ternyata pendaftar sudah mencapai lebih dari seribu tim untuk kategori Mobile Legend Bang Bang dan kategori PUBG Mobile di tahap awal ini” kata Edy Kusuma, Senior Brand Director, vivo Indonesia. 

Nantinya, semua tim yang mendaftar di setiap kategori akan mengikuti babak kualifikasi secara online, yang mana nantinya akan terpilih 32 tim untuk kategori Mobile Legend Bang Bang dan 40 tim untuk kategori PUBG Mobile di masing-masing pulau regional kualifikasi, antara lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali NTT NTB, dan Papua Maluku. 

Pemenang dari setiap pulau regional kualifikasi akan bertanding untuk babak final di Jakarta yang akan diselenggarakan pada bulan April mendatang. 

“Di tengah pesatnya perkembangan industri esports Indonesia, salah satu strategi kami untuk turut serta adalah dengan mempersembahkan vivo Esports Cup 2020. Melalui turnamen ini kami ingin memberikan platform bagi para aspiring gamers dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat berkompetisi dan menunjukan kompetensi mereka.- Lanjut Edy.

Selain itu, fitur pada V-series terbaru vivo, vivo V19 dapat menunjang pengalaman gaming pengguna.

“Dengan ditenagai prosesor 675 AIE, vivo V19 sudah mumpuni untuk aktivitas gaming. Ditambah dengan baterai berkapasitas 4500 mAh yang juga memaksimalkan pengguna bermain game lebih tahan lama, serta fitur pengisian cepat Dual-Engine Fast Charging,” ungkap Ricky Bunardi, Product Manager, vivo Indonesia.

Dengan mengikuti daftar online, peserta bisa merasakan pengalaman baru bermain dengan perangkat yang lebih nyaman.

“Untuk menambah keseruan, nantinya setiap tim yang sudah terpilih di masing-masing regional akan bertanding secara online selama babak Qualifier dan dapat disaksikan secara live di official Youtube vivo Indonesia.” – tutup Edy.

Menekuni dunia esport ternyata tidak selalu berdampak buruk.

Sebagai orangtua, Mama dan Papa pasti sempat berpikir bahwa game tidak akan memberikan pengaruh positif.

Padahal, melatih kemampuan esport anak dengan cara yang benar dan pengawasan tepat dapat bermanfaat lho, Ma. Berikut Popmama.com rangkum dari berbagai sumber: 

1. Kesehatan otak

1. Kesehatan otak
Unsplash/Hal Gatewood

Dilansir dari cyberathletiks, terdapat penelitian yang dilakukan pada orang dewasa yang bermain Super Mario 64 selama 30 menit sehari, lima hari seminggu, selama enam bulan.

Para peneliti menemukan peningkatan pada tiga area utama otak: prefrontal cortex, hippocampus kanan, dan otak kecil. 

Di mana prefrontal cortex merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan, kepribadian, perencanaan kognitif, dan perilaku sosial.

Hippocampus berfungsi pemrosesan informasi dan konsolidasi untuk mendapatkan memori jangka pendek maupun panjang. Serta otak kecil dapat mengendalikan keterampilan motorik halus dan aktivitas otot. 

2. Melatih koordinasi mata dan tangan

2. Melatih koordinasi mata tangan
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Saat bermain video game, selain menatap layar monitor, seseorang juga perlu memerhatikan kecepatan serta ketepatan gerak tangan.

Gerakan mata dan tangan akan berbeda sehingga perlu dikoordinasikan dengan sempurna.

Jadi, e-sport dapat melatih koordinasi antara mata dengan tangan. Bermain video game di usia muda dapat menyempurnakan koordinasi tangan-mata, waktu reaksi, dan memori otot. 

Editors' Picks

3. Berpikir kritis

3. Berpikir kritis
Pexels/Zhang Kaiyv

Bermain sebuah game mengharuskan seseorang untuk berpikir kritis. Misalnya, memikirkan strategi atau keputusan apa yang akan diambil saat sedang berkompetisi dalam game.

Dengan e-sport, anak bisa lebih berpikir kritis. Tidak hanya berpikir, tetapi akan terbiasa melakukan tindakan seperti yang biasa ia lakukan ketika bermain game. 

4. Kemampuan menyelesaikan masalah

4. Kemampuan menyelesaikan masalah
Freepik/Freepik

Saat bermain video game, anak akan ditantang untuk menyelesaikan misi sesuai dengan perintah di dalamnya. Dengan demikian, ia akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Dirinya akan terbiasa untuk berpikir dan bertindak. 

5. Peningkatan memori

5. Peningkatan memori
Freepik/Freepik

Dikutip dari medicalnewstoday, bermain video game khususnya video game strategi telah menunjukkan harapan dalam meningkatkan fungsi otak. Khususnya pada peningkatan memori.

Hal ini didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh neurobiologis di University of California-Irvine (UCI) menemukan bahwa bermain video game 3-D dapat meningkatkan pembentukan ingatan.

6. Kemampuan kognitif

6. Kemampuan kognitif
Pexels/EVG Photos

Video game mengharuskan pemain untuk bergerak cepat, menyerap banyak informasi, serta membuat keputusan secara cepat. Dilansir dari laman psychologytoday, bermain video game dapat meningkatkan ukuran kemampuan persepsi dan kognitif dasar. 

7. Kemampuan multitasking

7. Kemampuan multitasking
Unsplash/Kelly Sikkema

Ketika bermain video game, anak akan fokus memerhatikan monitor untuk memantau target, ketersediaan bahan bakar, serta hal-hal penting lain. Dengan ini, kemampuan multitasking atau mengerjakan beragam pekerjaan secara bersamaan dapat terlatih dengan baik. 

Itulah 7 manfaat yang akan didapatkan jika Mama dan Papa melatih kemampuan esport anak. Jangan lupa untuk tetap mengawasi si Kecil, ya. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.