Tak Hanya Kaya Vitamin D, Berjemur Juga Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Lakukan secara rutin agar tubuh terlindung dari bakteri dan virus!

9 April 2020

Tak Ha Kaya Vitamin D, Berjemur Juga Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Pexels/Maggie Zhan

Selain menjadi sumber panas tidak terhingga yang bemanfaat untuk kegiatan sehari-hari, sinar matahari juga dapat bisa menyehatkan tubuh lho, Ma.

Hal ini karena sinar matahari dapat menjadi sumber vitamin D sehingga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari ini berasal dari paparan sinar ultraviolet B atau yang biasa disebut dengan UVB. Cara memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber vitamin D ini, yaitu berjemur.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan manfaat dan cara tepat memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber vitamin D. 

1. Sinar UVB sebagai sumber vitamin D

1. Sinar UVB sebagai sumber vitamin D
Pexels/Dua Chuot

Sinar UVB dari paparan sinar matahari ini merupakan sumber utama vitamin D bagi tubuh. Dengan berjemur, Mama dan keluarga bisa mendapatkan vitamin D secara gratis dibanding mengonsumsi suplemen khusus vitamin D.

Menurut Prof. DR. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes dalam siaran langsung di akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Kamis (9/4/2020), "Sinar UVB yang didapatkan ketika berjemur ini akan dikonversi menjadi vitamin D untuk tubuh. Selain menghangatkan tubuh, vitamin D ini juga bisa membantu proses minerasi tulang saat pertumbuhan."

Lebih lanjut, dr. Budi Setiabudiawan juga menyatakan bahwa vitamin D dapat meningkatkan sistem kekebalan sehingga tubuh akan terlindung dari bakteri dan virus.

Editors' Picks

2. Waktu yang tepat untuk berjemur

2. Waktu tepat berjemur
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Meskipun sinar matahari baik untuk kesehatan, tetapi terdapat aturan waktu yang perlu diperhatikan, Ma.

dr. Budi Setiabudiawan menyatakan, waktu yang tepat untuk berjemur, yaitu antara pukul 9.30-14.30 WIB. Hal ini karena pada waktu tersebut, paparan sinar UVB sedang terpancar maksimal sehingga tubuh mendapatkan vitamin D yang cukup baik.

"Jika berjemur di bawah pukul 9.30 atau di atas pukul 14.30 WIB, paparan UVB dan vitamin D tidak terserap secara maksimal karena daya gelombangnya lemah." Jadi, aturlah jadwal yang tepat untuk Mama dan keluarga berjemur, ya. 

3. Lamanya berjemur tergantung pada jenis kulit

3. Lama berjemur tergantung jenis kulit
Pexels/Barbara Ribeiro

Sebenarnya, berapa lama sih Ma berapa lama waktu yang diperlukan untuk berjemur? Jawabannya adalah bergantung pada jenis kulit masing-masing.

Pada orang yang berkulit putih atau kaukasian, berjemur cukup dengan waktu lima menit saja. Sedangkan pemilik kulit kuning langsat, yaitu sepuluh menit.

Untuk kulit sawo matang, disarankan untuk berjemur selama 15-20 menit. Orang dengan kulit cokelat, sebaiknya berjemur selama 30 menit dan untuk orang berkulit hitam disarankan berjemur lebih dari 30 menit-1 jam lamanya.

Anjuran lamanya waktu berjemur ini tidak berdasarkan umur seseorang, tetapi bagi bayi di bawah satu tahun, sebaiknya berjemur selama lima hingga sepuluh menit saja. 

Hindari berjemur dengan jangka waktu yang lama karena masuknya sinar UVB secara berlebihan dapat berdampak buruk, Ma. Hal ini karena sinar UVB yang berlebih bisa menimbulkan efek terbakar pada kulit, menyebabkan keriput, dan kanker kulit. 

4. Pakaian yang tepat untuk berjemur

4. Pakaian tepat berjemur
Pexels/Tatiana Syrikova

dr. Budi Setiabudiawan menjelaskan bahwa paparan sinar UVB sebagai sumber vitamin D pada tubuh ini tidak dapat menembus lapisan lain, seperti kayu atau kaca sehingga disarankan untuk berjemur langsung.

Namun, sebaiknya Mama dan keluarga mengenakan pakaian yang dirasa nyaman serta terbuat dari bahan menyerap keringat.

"Tidak harus seluruh tubuh terpapar sinar matahari. Cukup bagian kedua tangan dan kaki. Karena tangan yang terkena sinar matahari saja sudah mencakup 20-30% bagian tubuh sehingga vitamin D terserap dengan baik," jelasnya.

5. Sun block dan kacamata hitam sebagai pelindung

5. Sun block kacamata hitam sebagai pelindung
Pexels/Moose Photos

Saat berjemur di bawah sinar matahari langsung, Mama dan keluarga disarankan untuk menggunakan sun block sebagai pelindung.

"Cukup gunakan sun block di bagian wajah saja agar kulit tidak terbakar, tetapi pilih lah produk yang tepat. Dengan memerhatikan kandungan SPF pada sun block. Sebaiknya gunakan sun block dengan kandungan SPF di atas 15 hingga 50 untuk orang dewasa. Jika untuk bayi atau anak-anak, pilih sun block dengan SPF di bawah 15 karena kulit mereka masih tipis dan sensitif," kata dr. Budi Setiabudiawan.

Jadi, pilih lah produk yang sesuai kebutuhan dan jenis kulit agar terhindar dari iritasi. Selain itu, Mama juga bisa menggunakan kacamata hitam sebagai pelindung saat berjemur. 

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjemur. Jika dirasa memiliki kendala tidak bisa berjemur, Mama bisa mendapatkan vitamin D melalui konsumsi suplemen. Dengan catatan, mengetahui takaran atau dosis yang tepat sehingga asupan vitamin D dalam tubuh dapat terpenuhi. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.