Yuk, Ketahui Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui agar ASI Lancar

Hindari makanan ini saat menyusui ya, Ma

17 Januari 2022

Yuk, Ketahui Makanan Dilarang Ibu Menyusui agar ASI Lancar
Pexels/MART PRODUCTION

Saat Mama sudah memasuki fase melahirkan maka lebih baik menjaga asupan makanan dan juga minuman agar kualitas ASI tetap terjaga baik. 

Nah, untuk Mama yang sedang memasuki fase menyusui, ada baiknya perhatikan makanan yang dilarang untuk ibu menyusui agar ASI lancar seperti yang telah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini:

1. Makanan yang mengandung Kafein

1. Makanan mengandung Kafein
Pexels/ketut-subiyanto

Dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah yang tinggi dapat memberikan dampak buruk pada bayi. Dampaknya antara lain susah tidur, perubahan mood, penurunan zat besi bahkan hingga penurunan  kadar hemoglobin pada bayi. 

Dilansir dari healtline, disarankan untuk membatasi asupan kafein saat menyusui, karena sejumlah kecil dapat masuk ke dalam ASI, menumpuk pada bayi dalam seiring waktu.

Jika memang Mama nggak bisa menghentikan kebiasaan minum mengandung kafein, baiknya konumsi kopi sekitar 300 mg atau sekitar 2-3 cangkir (470-710 ml) atau 3-4 cangkir (710-946 ml) teh per hari, umumnya takaran ini masih dianggap aman. Lakukan konsultasi pada dokter untuk mendapatkan takaran yang pas untuk Mama yang sedang menyusui. 

2. Makan cokelat jangan berlebihan ya

2. Makan cokelat jangan berlebihan ya
Pexels.com/fotios-photos

Jika Mama merupakan pencinta cokelat, maka harus berhati-hati sebab cokelat mengandung theobromine yang memiliki sifat mirip dengan kafein sebelumnya. Untuk itu, sebaiknya Mama tidak berlebihan mengonsumsi cokelat agar bayi tidak rewel maupun susah tidur. 

Ibu menyusui dapat dengan aman mengonsumsi hingga 300 mg kafein atau stimulan serupa, seperti theobromine, per hari. Satu gram cokelat susu olahan memiliki sekitar 2,4 mg theobromine. 

3. Susu dan daging yang berlemak tinggi

3. Susu daging berlemak tinggi
Pixel/tomwieden

Makanan seperti susu dan juga daging berlemak tinggi juga bisa menjadi penghambat ASI pada ibu menyusui. Apalagi kemungkinan adanya kandungan pestisida serta bahan kimia lain pada lemak hewani akan lebih membahayakan pada kondisi bayi.

Oleh sebab itu, gunakanlah susu dan juga daging organik yang rendah lemak karena di dalamnya tidak ada bahan-bahan kimia berbahaya. Khusus untuk susu formula, sebaiknya Mama konsultasikan dulu pada dokter.

4. Buah asam

4. Buah asam
Pixabay/varintorn

Buah-buahan yang mengandung asam seperti jeruk sebenarnya baik untuk tubuh karena mengandung Vitamin C yang tinggi. Akan tetapi, kandungan zat asam di dalamnya bisa membuat perut bayi menjadi tidak nyaman.

Perlu diketahui bahwa sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga  bisa menyebabkan adanya ruam popok, rewel, dan meludah pada bayi. Mama masih tetap mengonsumsi sumber vitamin C lainnya seperti pepaya maupun sayuran hijau lainnya.

Editors' Picks

5. Brokoli juga baiknya dibatasi

5. Brokoli juga baik dibatasi
Unsplash/Louis Hansel

Meskipun semua sayuran itu pada dasarnya baik, namun untuk ibu menyusui ada satu jenis sayuran yang sebaiknya tidak banyak dikonsumsi, yakni brokoli. Hal itu dikarenakan brokoli bisa membuat bayi sering buang angin sehingga dia akan merasakan tidak nyaman di perut.

Selain brokoli, sebenarnya masih ada jenis sayuran lainnya yang sebaiknya tidak dikonsumsi, yakni bawang bombay, bunga kol, kubis dan juga timun.

6. Makanan kaleng

6. Makanan kaleng
Freepik

Makanan kaleng secara umum mengandung banyak pengawet, MSG, garam, dan berbagai perasa makanan. Tentunya bahan-bahan tersebut masih belum layak diterima oleh bayi sehingga menjadi pantangan ibu hamil.

Beberapa zat yang sudah disebutkan tadi dapat memberikan masalah seperti diare, dehidrasi, bahkan muntah-muntah. Apalagi bahan kimia dalam makanan kaleng bisa berdampak buruk pada organ bayi yang berada dalam masa pertumbuhan.

7. Ikan dengan merkuri tinggi

7. Ikan merkuri tinggi
Pexels/Kindel Media

Ikan secara umum memiliki sifat segar karena langsung dari laut. Akan tetapi, beberapa ikan juga mengandung bahan-bahan kimia seperti merkuri bahkan polusi industri yang cukup tinggi dan itu bisa membahayakan kesehatan bayi.

Usahakan olah ikan terlebih dahulu seperti dikukus dan hindari ikan jenis sarden, hiu, atau ikan mentah yang memiliki kadar merkuri cukup tinggi.

8. Kacang-kacangan terutama bagi Mama dengan alergi

8. Kacang-kacangan terutama bagi Mama alergi
Pexels/Nikita Belokhonov

Poin ini lebih dikhususkan pada Mama maupun keluarga yang memiliki alergi kacang-kacangan. Sebab dengan tidak mengonsumsi makanan kacang-kacangan, bayi tidak akan mengalami alergi yang sama.

Namun, jika keluarga tidak memiliki riwayat alergi kacang-kacangan, maka hal itu tidak menjadi masalah.

9. Makanan yang mengandung Alergen

9. Makanan mengandung Alergen
Pexels/shattha pilabut

Berbagai jenis makanan alergen seperti gandum, jagung, telur maupun kacang tanah bisa menghambat ASI untuk ibu menyusui. Perlu diketahui bahwa makanan yang dimakan oleh Mama bisa masuk ke bayi dan dapat menyebabkan alergi.

Hal inilah yang membuat terjadinya alergi walaupun tidak semua bayi pasti kena gejala tersebut. Oleh sebab itu, akan lebih baik kalau Mama mengurangi makanan jenis alergen tersebut agar bayi pun tidak mengalami hal sama.

10. Makanan pedas

10. Makanan pedas
Pexels.com/naimbic

Dilansir dari Parents, sebenarnya Ibu menyusui tidak perlu takut dengan makanan pedas, kata Paula Meier, Ph.D, direktur penelitian klinis dan laktasi di Neonatal Intensive Care Unit di Rush University Medical Center di Chicago, dan presiden International Society for Research in Susu Manusia dan Laktasi.

Pada saat bayi menyusu, Dr. Meier mengatakan, dia sudah terbiasa dengan rasa yang Mama makan. "Jika seorang ibu telah makan berbagai macam makanan yang berbeda selama kehamilan, itu mengubah rasa dan bau cairan ketuban yang bayi terpapar dan tercium di dalam rahim," katanya. "Dan, pada dasarnya, menyusui adalah langkah selanjutnya dari cairan ketuban ke dalam ASI."

Faktanya, beberapa makanan yang ibu pilih untuk dihindari saat menyusui, seperti bumbu dan makanan pedas, justru menggoda bayi. Pada awal 90-an, peneliti Julie Mennella dan Gary Beauchamp melakukan penelitian di mana ibu menyusui bayinya diberi pil bawang putih sementara yang lain diberi plasebo. Bayi-bayi itu menyusu lebih lama, mengisap lebih keras, dan minum lebih banyak susu beraroma bawang putih daripada mereka yang tidak terpapar bawang putih.

Para ibu akan membatasi makanan pedas jika curiga adanya hubungan antara sesuatu yang mereka makan dan perilaku anak seperti membuat anak terus mengeluarkan gas, rewel, dan lain-lain. Tetapi sementara sebab-akibat itu mungkin tampak cukup bagi seorang ibu, Dr. Meier mengatakan dia ingin melihat lebih banyak lagi, bukti langsung sebelum membuat diagnosis apapun.

"Untuk benar-benar mengatakan bahwa bayi memiliki sesuatu yang berhubungan dengan susu, saya ingin melihat masalah dengan tinja yang tidak normal. Sangat, sangat jarang bayi memiliki sesuatu yang benar-benar menjadi kontraindikasi untuk ibu menyusui."

Jika Mama melihat si Kecil memberikan respons saat Mama memakan makanan pedas ada baiknya mengurangi terlebih dahulu makanan pedas ya. 

11. Suplemen Herbal

11. Suplemen Herbal
Pixabay/Bru-nO

Beberapa suplemen herbal dan juga teh juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil karena berpotensi terkena zat logam berat dan itu bisa berbahaya seperti menghambat ASI pada ibu menyusui. Meskipun hal ini masih menjadi perdebatan sehingga akan lebih baik Mama konsultasikan terlebih dulu pada dokter.

Dari ulasan makanan yang dilarang untuk ibu menyusui, kita bisa lihat bahwa daftar makanan di atas bisa berpotensi buruk pada ASI maupun pada bayi itu sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan konsultasikan ke dokter.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk