Bukan Sakedar Jaga Kebersihan, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Vagina

Jangan lupa selalu jaga kesehatan organ intim

26 Februari 2021

Bukan Sakedar Jaga Kebersihan, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Vagina
Pixabay/Jill111

Kesehatan organ intim menjadi salah satu hal penting bagi Mama yang tak boleh terlupakan. Sayangnya, masih banyak di antara Mama yang keliru dalam menjaga kesehatan vagina.

Mulai dari memilih pakaian dalam berbahan tidak menyerap keringat hingga tidak menjaga kebersihan area organ intim dengan baik. Hati-hati Ma, kebiasaan keliru ini bisa mengganggu kesehatan organ intim dan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Seperti apa cara menjaga kesehatan vagina yang paling tepat? BerikutPopmama.comrangkum informasinya, Ma:

1. Jaga area organ intim tetap kering

1. Jaga area organ intim tetap kering
Freepik/Phduet

Ingat ya, Ma, vagina sebaiknya dihindari dari kondisi lembab dan harus dijaga tetap kering setiap waktu.

Salah satu cara yang bisa Mama lakukan untuk melakukannya adalah dengan menggunakan celana dalam berbahan katun. Bahan ini aman jika bersentuhan langsung dengan kulit di area intim dan cepat menyerap keringat.

Apabila Mama justru lebih sering menggunakan celana dalam berbahan tidak menyerap keringat dan terlalu ketat, area vagina justru bisa menjadi lembab.

Kondisi ini jika diabaikan bisa memicu berkembangnya jamur dan bakteri, yang kemudian berujung pada infeksi.

Jika Mama memang berkeringat banyak dan memiliki aktivitas padat, biasakan untuk membawa celana dalam saat bepergian. Ganti jika celana dalam yang Mama gunakan sudah terasa tidak nyaman. Kebiasaan ini akan membuat Mama lebih nyaman dan membantu mencegah infeksi.

Baca juga: Keputihan di Kehamilan Trimester Ketiga

Baca juga: Keputihan pada Perempuan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca juga: 10 Persiapan Terbaik Saat Merencanakan Kehamilan

2. Hindari penggunaan sabun vagina

2. Hindari penggunaan sabun vagina
Pixabay/Free-Photos

Vagina dapat membersihkan dirinya sendiri. Ini karena vagina sudah memiliki bakteri baik yang memiliki fungsi untuk menjaga kebersihannya. Menggunakan bahan kimia tertentu di area vagina justru dapat mengganggu kinerja bakteri baik tersebut.

Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa menggunakan produk kebersihan dalam vagina terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit radang panggul.

Editors' Picks

3. Ganti pembalut secara rutin

3. Ganti pembalut secara rutin
Pixabay/Cocoparisienne

Saat sedang haid, biasakan untuk rutin mengganti pembalut meski dirasa belum penuh. Hal ini dapat membantu mencegah area vagina menjadi lembab akibat darah haid yang menumpuk. Apabila Mama terlalu sibuk dan lupa mengganti pembalut, area vagina bisa menjadi lembab dan berisiko muncul infeksi.

4. Hindari konsumsi antibiotik terlalu sering

4. Hindari konsumsi antibiotik terlalu sering
Pexels/Rawpixel.com

Gokhan Anil, MD dari Mayo Clinic Health System menuturkan bahwa penggunaan antibiotik terlalu sering dapat mengganggu kesehatan vagina. Ini karena antibiotik memiliki fungsi untuk membunuh bakteri, termasuk bakteri baik yang berada di vagina. Penggunaan antibiotik jangka panjang pun dapat menimbulkan risiko infeksi di area vagina.

Bukan berarti Mama sama sekali tidak boleh mengonsumsi antibiotik lho, Ma. Jika memang dokter memberikan resep antibiotik dan tubuh Mama benar-benar membutuhkannya, tidak masalah. Namun pastikan Mama tidak mengonsumsinya saat tidak diberi resep atau anjuran oleh dokter.

5. Hindari penggunaan sabun wangi

5. Hindari penggunaan sabun wangi
Pixabay/Silviarita

Penggunaan sabun beraroma tertentu untuk vagina sebaiknya tidak dilakukan ya, Ma. Apalagi sabun yang biasa dipakai untuk badan secara keseluruhan. Tidak seperti bagian kulit lainnya, kulit di area organ intim lebih tipis dan sensitif.

Bahan kimia dari sabun pun dapat memicu terjadinya kulit kering. Untuk membersihkan vagina, Mama dianjurkan untuk membilasnya cukup dengan air hangat.

Baca juga: Bukan Hanya untuk Mandi, Ternyata Ini Fungsi Lain dari Sabun Batang!

6. Rutin latihan kegel

6. Rutin latihan kegel
Pixabay/Mops

Melakukan latihan kegel secara teratur dapat membantu memperkuat otot-otot dasar panggul. Hal ini pun kemudian dapat membantu mengurangi ketegangan pada panggul dan meningkatkan fungsi kandung kemih serta usus.

Untuk melakukan latihan kegel, Mama perlu menemukan otot panggul bawah terlebih dahulu. Otot ini memiliki fungsi untuk menahan keluarnya urine saat Mama ingin buang air kecil. Jika sudah ditemukan, kosongkan kandung kemih dan cobalah berbaring.

Kencangkan otot panggul bawah Mama dan tahan selama 5 detik lalu lepaskan. Lakukan gerakan tersebut selama 4-5 kali. Setelah itu, tingkatkan durasinya menjadi 10 detik. Lakukan latihan ini setidaknya 2-3 kali sehari, Ma.

7. Atur pola makan

7. Atur pola makan
Pixabay/Chapmanizer

Pemilihan menu makanan juga menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kesehatan vagina. Salah satu asupan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh Mama adalah yoghurt. Yoghurt kaya akan kandungan probiotik, sehingga dapat membantu mencegah infeksi jamur di area vagina dan menjaga kesehatan sistem reproduksi.

Saat Mama mengalami infeksi saluran kemih, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine menyebutkan konsumsi yoghurt dan cranberry membantu proses penyembuhan Mama.

Nah Ma, mulai saat ini yuk lebih peka terhadap kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan vagina. Segera ubah kebiasaan tersebut agar kesehatan vagina dan organ reproduksi secara keseluruhan lebih terjaga.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.