Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI
Secara bahasa, kata brunch merupakan sebuah lakuran atau gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yakni breakfast (sarapan) dan lunch (makan siang).
Istilah ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1895 oleh seorang penulis asal Inggris bernama Guy Beringer dalam esainya yang berjudul "Brunch: A Plea".
Pada masa itu, Beringer mengusulkan sebuah waktu makan alternatif di hari Minggu yang lebih santai bagi mereka yang lelah setelah berburu di malam sebelumnya, sehingga tidak perlu bangun terlalu pagi untuk sarapan.
Namun, budaya ini tidak berhenti di Inggris saja. Mengutip dari buku Brunch: A History karya Farha Bano Ternikar, hidangan ini telah berkembang menjadi sebuah budaya.
Buku tersebut mencatat bahwa brunch bukan sekadar kegiatan makan biasa, melainkan sejarah global dan sosial dari sebuah hidangan yang melibatkan dinamika kelas dan gender, terutama di Amerika Serikat, Eropa Barat, hingga Asia Selatan dan Timur Tengah.
Hal yang dulunya berawal dari sekadar solusi untuk menunda lapar setelah bangun siang kini telah bergeser menjadi simbol gaya hidup kaum urban.