Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Hernia Hiatus? Kenali Kondisinya yang Sering Disalahartikan!
istockphoto/Natali_Mis

Intinya sih...

  • Hernia hiatus adalah kondisi ketika bagian atas lambung naik ke rongga dada melalui celah kecil pada diafragma

  • Hernia hiatus terjadi saat lambung naik ke rongga dada, dapat menyebabkan keluhan seperti heartburn, nyeri dada, hingga rasa tidak nyaman setelah makan

  • Jenis hernia hiatus antara lain sliding hiatal hernia dan paraesophageal hernia, gejalanya sering mirip dengan asam lambung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia hiatus adalah kondisi ketika sebagian lambung naik ke rongga dada melalui celah kecil pada diafragma yang disebut hiatus. Diafragma sendiri merupakan otot yang memisahkan rongga dada dan perut, sekaligus berperan penting dalam proses pernapasan.

Kondisi ini sering kali tidak disadari karena gejalanya mirip dengan asam lambung atau gangguan pencernaan lainnya. Banyak Mama mengira keluhan yang muncul hanyalah masalah lambung biasa yang bisa hilang dengan sendirinya.

Padahal, hernia hiatus membutuhkan perhatian khusus agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan berkepanjangan. Dengan mengenali kondisi ini sejak awal, Mama dapat lebih waspada terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh dan segera mengambil langkah yang tepat.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan apa itu Hernia Hiatus. Yuk simak penjelasan berikut ini.

1. Apa itu Hernia Hiatus?

istockphoto/eyesfoto

Secara medis, hernia hiatus adalah kondisi ketika bagian atas lambung terdorong naik melewati diafragma dan masuk ke rongga dada melalui hiatus esofagus. Hiatus esofagus merupakan lubang alami pada diafragma yang menjadi jalur kerongkongan menuju lambung.

Dilansir dari Mayo Clinic, hernia hiatus terjadi ketika otot diafragma melemah sehingga lambung lebih mudah bergeser ke atas. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi katup antara lambung dan kerongkongan, yang berperan mencegah naiknya asam lambung.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Cleveland Clinic. Dikutip dari laman resminya, hernia hiatus seringkali berkaitan dengan refluks asam lambung karena perubahan posisi lambung membuat asam lebih mudah naik ke kerongkongan. Inilah sebabnya hernia hiatus kerap disalahartikan sebagai asam lambung biasa.

Menurut Johns Hopkins Medicine, tidak semua hernia hiatus menimbulkan gejala. Namun, pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan keluhan seperti heartburn, nyeri dada, hingga rasa tidak nyaman setelah makan, terutama jika tidak ditangani dengan baik.

2. Hernia hiatus terjadi saat lambung naik ke rongga dada

istockphoto/Chinnachart Martmoh

Dalam kondisi normal, lambung berada di bawah diafragma. Namun pada hernia hiatus, otot di sekitar celah diafragma melemah sehingga memungkinkan sebagian lambung terdorong ke atas menuju rongga dada.

Akibat perubahan posisi ini, tekanan di area lambung dan kerongkongan menjadi tidak seimbang. Hal inilah yang sering memicu naiknya asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama setelah makan atau saat berbaring.

Kondisi ini juga dapat membuat Mama merasa cepat begah atau tidak nyaman di area dada. Meski terdengar ringan, keluhan yang muncul secara berulang bisa mempengaruhi kualitas aktivitas sehari-hari.

3. Jenis Hernia Hiatus

istockphoto/Anna Koroleva

Jenis yang paling sering terjadi adalah sliding hiatal hernia, yaitu ketika lambung dan katup antara lambung dan kerongkongan naik turun ke rongga dada. Kondisi ini kerap berkaitan dengan keluhan asam lambung naik.

Jenis lainnya adalah paraesophageal hernia, yang lebih jarang terjadi. Pada kondisi ini, sebagian lambung naik ke dada di samping kerongkongan, sementara katup tetap di tempatnya.

Meski jarang, jenis paraesophageal perlu mendapat perhatian medis lebih serius. Jika tidak ditangani, kondisi ini beresiko menimbulkan komplikasi yang dapat mengganggu kesehatan Mama.

4. Gejalanya sering mirip dengan asam lambung

istockphoto/Chinnachart Martmoh

Banyak Mama tidak menyadari mengalami hernia hiatus karena gejalanya menyerupai gangguan asam lambung. Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain rasa panas di dada, nyeri ulu hati, perut terasa penuh, hingga asam atau makanan yang naik ke mulut.

Pada sebagian orang, hernia hiatus bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Hal inilah yang membuat kondisi ini sering terabaikan dalam waktu lama. Namun, jika keluhan mulai sering muncul dan terasa semakin mengganggu, Mama sebaiknya tidak menganggapnya sepele.

5. Faktor usia dan tekanan di perut

istockphoto/MuhammadAlimaki

Hernia hiatus lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia karena otot diafragma melemah secara alami. Selain itu, tekanan berlebih di area perut juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kondisi ini.

Beberapa faktor pemicu lainnya meliputi obesitas, kehamilan, kebiasaan mengejan, batuk kronis, hingga sering mengangkat beban berat. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan tekanan di dalam perut secara terus-menerus.

Hernia hiatus bukanlah kondisi yang selalu berbahaya, namun tetap perlu dikenali agar tidak disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa. Pemahaman medis yang tepat membantu Mama lebih tenang dalam menyikapi gejala yang dirasakan.

Dengan mengenali apa itu Hernia Hiatus, gejala dan faktor resikonya sejak dini, Mama dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Jika keluhan terasa semakin sering atau mengganggu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan agar Mama tetap bisa beraktivitas dengan nyaman dan percaya diri.

Editorial Team