Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Introvert Hangover? Ini Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pexels/Michelle Leman
  • Introvert hangover adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional setelah terlalu banyak interaksi sosial, mirip seperti efek 'overdosis sosial' yang membuat energi terasa terkuras habis.
  • Penyebab utamanya berasal dari sensitivitas dopamin pada otak introvert yang lebih rendah, sehingga rangsangan berlebihan seperti keramaian atau percakapan panjang dapat memicu kelelahan ekstrem.
  • Cara mengatasinya meliputi mengambil waktu menyendiri, melakukan aktivitas dengan stimulasi rendah, menetapkan batasan sosial, serta berkomunikasi jujur dengan orang terdekat tentang kebutuhan waktu istirahat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu menghadiri sebuah acara kumpul keluarga atau nongkrong bersama teman-teman yang sebenarnya sangat menyenangkan, tetapi begitu sampai di rumah, kamu justru merasa lelah luar biasa? 

Badan terasa berat, kepala pusing, dan kamu merasa mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas. Alih-alih merasa segar setelah bersenang-senang, kamu malah merasa seolah energi kehidupanmu baru saja tersedot habis.

Jika situasi tersebut sering kamu alami, kemungkinan kamu sedang mengalami introvert hangover

Lalu, apa yang dimaksud dengan introvert hangover? Berikut Popmama.com rangkum apa itu introvert hangover? Yuk, simak sampai habis!

Mengenal Pengertian Introvert Hangover

Pexels/Crownox

Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan. Bayangkan diri kamu sebagai sebuah smartphone yang baru saja digunakan untuk merekam video seharian penuh tanpa henti. Apa yang terjadi?

Baterainya pasti akan terkuras hingga mencapai angka satu persen dan akhirnya mati total. Nah, introvert hangover bekerja dengan prinsip yang sangat mirip dengan analogi tersebut.

Mengutip dari Introvert Dear, pengertian introvert hangover adalah sebuah kondisi ketika seorang introvert merasa sangat kelelahan, baik secara fisik, mental, maupun emosional, setelah terlalu banyak melakukan interaksi sosial. 

Istilah ini memang meminjam kata hangover (mabuk), tetapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsumsi alkohol.

Sensasi "mabuk" di sini merujuk pada efek "overdosis sosial" yang memicu kelelahan ekstrem. Ketika batasan interaksi sosialmu sudah terlewati, sistem sarafmu akan memberikan sinyal protes berupa rasa lelah yang sangat pekat.

Apa Sebenarnya Penyebab Introvert Hangover?

Pexels/Mary Taylor

Lalu, muncul sebuah pertanyaan: mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini berarti orang introvert adalah pribadi yang antisosial? Tentu saja tidak. 

Orang introvert tetap menikmati obrolan dan kebersamaan dengan orang-orang terdekatnya, tetapi otak mereka memproses rangsangan sosial dengan cara yang sedikit berbeda.

Melansir dari Choosing Therapy, salah satu penyebab utama introvert hangover berkaitan dengan sensitivitas dopamin di dalam otak. 

Orang ekstrovert biasanya membutuhkan banyak rangsangan (seperti keramaian, musik keras, dan banyak interaksi) untuk melepaskan dopamin yang membuat mereka merasa senang dan bersemangat.

Sebaliknya, orang introvert memiliki ambang batas toleransi dopamin yang jauh lebih rendah. Terlalu banyak rangsangan dari luar justru membuat mereka merasa overstimulated atau kewalahan.

Selain faktor biologis tersebut, penyebab lainnya adalah karena kamu mungkin sering memaksakan diri berada di lingkungan yang terlalu ramai dalam durasi yang panjang.

Mendengarkan banyak orang berbicara secara bersamaan, paparan lampu yang terlalu terang, atau bahkan sekadar basa-basi yang berlarut-larut bisa memicu kelelahan sensorik. 

Ketika baterai sosial sudah terkuras habis, tetapi kamu tidak segera menarik diri dari keramaian, introvert hangover pun tidak bisa dihindari lagi.

Tanda-Tanda Sedang Mengalami Introvert Hangover

Pexels/Eren Li

Terkadang, kamu mungkin tidak menyadari kalau sedang terjebak dalam fase ini dan pada akhirnya malah menyalahkan diri sendiri. 

Mengutip dari Medium, kondisi lelah sosial ini bisa memicu penurunan kesehatan mental yang signifikan jika terus-menerus diabaikan. 

Berikut adalah beberapa tanda nyata bahwa kamu sedang mengalaminya:

  1. Fisik terasa sakit dan lelah: Berbeda dengan rasa malas biasa, kondisi ini benar-benar bermanifestasi pada fisikmu.
    Kamu mungkin akan merasakan sakit kepala berdenyut, otot leher dan bahu yang terasa kaku, atau tubuh yang terasa lemas seperti orang yang akan terserang flu. Tubuhmu seolah memberikan alarm bahwa ia butuh istirahat total.

  2. Mengalami brain fog (Kabut otak): Pernahkah kamu tiba-tiba merasa lemot saat diajak berbicara setelah acara selesai?
    Inilah yang disebut brain fog. Otak rasanya kesulitan untuk merangkai kata-kata sederhana, sering lupa, dan kamu kehilangan kemampuan untuk fokus atau mengambil keputusan sekecil apa pun.

  3. Emosi tidak stabil dan mudah marah: Karena energimu sudah terkuras di titik terendah, toleransimu terhadap hal-hal kecil menjadi sangat rapuh.
    Suara pintu yang ditutup sedikit keras, suara tawa yang kencang, atau pertanyaan ringan dari anggota keluarga bisa membuatmu meledak dalam amarah atau rasa frustrasi yang mendalam.

  4. Keinginan kuat untuk mengisolasi diri: Tanda paling klasik dan mudah dikenali adalah dorongan yang luar biasa kuat untuk bersembunyi dari peradaban. Kamu hanya ingin mematikan ponsel, masuk ke dalam kamar, mengunci pintu, tidur berselimut tebal, dan memutus kontak dengan dunia luar untuk sementara waktu.

Cara Mengatasi dan Mencegah Introvert Hangover

Pexels/KEVAL PADHIYAR

Berikut adalah beberapa cara ampuh untuk mengatasinya:

  1. Segera ambil waktu menyendiri (Me time): langkah pertolongan pertama yang paling efektif tentu saja adalah menjauh dari keramaian.
    Berikan izin pada dirimu sendiri untuk beristirahat tanpa gangguan dari siapa pun. Nikmati kesunyian dan biarkan sistem sarafmu kembali rileks perlahan-lahan.

  2. Lakukan aktivitas dengan stimulasi rendah: hindari membuka media sosial yang penuh dengan informasi visual dan audio yang bising.
    Sebagai gantinya, lakukan kegiatan low-stimulus yang menenangkan. Kamu bisa membaca buku santai, mendengarkan musik instrumental yang lembut, menyeduh teh hangat, atau sekadar tidur siang yang nyenyak.

  3. Belajar menetapkan batasan: Untuk mencegah kondisi ini terulang kembali di masa depan, kamu harus mulai berani menetapkan batasan diri.
    Jika kamu merasa baterai sosialmu hanya mampu bertahan selama dua jam di sebuah pesta, maka pulanglah setelah dua jam berlalu. Beranikan diri untuk menolak ajakan after-party yang kamu tahu hanya akan menguras sisa energimu.

  4. Komunikasikan dengan orang terdekat: Jangan biarkan pasangan, teman, atau keluargamu bingung melihat perubahan sikapmu yang tiba-tiba menjadi pendiam, dingin, atau mudah marah.
    Jelaskan secara baik-baik dengan kalimat yang jujur, misalnya, "Aku lagi kena introvert hangover, butuh waktu sendiri dulu beberapa jam ya supaya energiku balik lagi." Orang yang menyayangimu pasti akan memahami hal tersebut.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu introvert hangover? Semoga bermanfaat!

Editorial Team