Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Kanker Tulang? Ini Jenis dan Faktor Risikonya
freepik.com/pressfoto

Intinya sih...

  • Kanker tulang adalah pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan tulang yang membentuk tumor, terutama di lengan, tungkai, dan panggul.

  • Jenis kanker tulang dibagi berdasarkan asal sel dan lokasi pertumbuhannya, seperti Osteosarcoma, Chondrosarcoma, dan Sarkoma Ewing.

  • Gejala kanker tulang sulit dikenali karena mirip dengan cedera ringan, tetapi ada benjolan di sekitar tulang yang perlu diwaspadai.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker tulang terjadi ketika sel-sel di dalam tulang mulai tumbuh secara tidak normal. Pertumbuhan sel yang tak terkendali ini membentuk tumor yang dapat mengganggu fungsi tulang.

Biasanya, tulang panggul, lengan, dan tungkai menjadi area yang paling sering terdampak, meskipun tidak menutup kemungkinan muncul di bagian tulang lain. Kondisi ini memang jarang, tetapi penting untuk dikenali sejak dini agar penanganan bisa lebih efektif.

Ada berbagai jenis kanker tulang yang berbeda tergantung sel asalnya, mulai dari Osteosarcoma, Chondrosarcoma, hingga Sarkoma Ewing. 

Untuk memahami lebih lanjut, berikut Popmama.com sajikan informasi tentang apa itu kanker tulang? Simak penjelasan lengkapnya di bawah!

1. Apa itu kanker tulang?

nfcr.org

Dilansir laman Cancer Council, kanker tulang adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan tulang yang berkembang secara tidak terkendali dan membentuk massa atau tumor.

Kanker tulang terjadi ketika sel-sel tulang tumbuh secara tidak normal dan tak terkendali, membentuk tumor yang dapat melemahkan struktur tulang. Meski bisa muncul di tulang mana saja, bagian lengan, tungkai, dan panggul lebih sering terdampak.

Kondisi ini termasuk jarang, hanya sekitar 1 persen dari seluruh kasus kanker, dan bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda. Kebanyakan tumor tulang bersifat jinak, tapi bila berkembang, sel abnormal ini bisa membuat tulang rapuh dan mudah patah.

2. Jenis-jenis kanker tulang

oncoplus.co.in

Menurut Cancer Research UK, jenis kanker tulang dibagi menurut asal sel dan lokasi pertumbuhannya. Dari sisi asal, ada kanker tulang primer yang muncul langsung dari jaringan tulang, serta kanker tulang sekunder atau metastasis yang merupakan penyebaran sel kanker dari organ lain.

Berdasarkan lokasi pertumbuhannya, salah satu jenis kanker tulang yang umum adalah Osteosarcoma. Kanker ini berkembang dari sel pembentuk tulang dan paling sering menyerang tulang panjang, seperti lengan dan kaki, terutama pada remaja.

Jenis lainnya adalah Chondrosarcoma, yang dapat tumbuh dari tulang maupun tulang rawan. Kanker ini biasanya dialami oleh orang dewasa hingga lansia, terutama menyerang panggul, pinggul, dan bahu. Sementara itu, Sarkoma Ewing muncul dari tulang sekaligus jaringan lunak di sekitarnya, dan lebih banyak ditemui pada anak-anak serta dewasa muda.

3. Gejala kanker tulang

pexels.com/Antoni Shkraba

Gejala kanker tulang sering sulit dikenali karena kadang mirip dengan nyeri otot atau cedera ringan. Hal ini membuat banyak orang cenderung mengabaikannya pada tahap awal.

Meski begitu, ada beberapa tanda yang penting diwaspadai untuk deteksi dini, seperti nyeri tulang yang makin parah saat bergerak, muncul benjolan di sekitar tulang yang terdampak, serta tulang yang mudah patah meski hanya terkena benturan ringan.

Selain itu, penderitanya juga bisa merasakan tubuh kaku, kelelahan yang luar biasa, demam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga keringat berlebih di malam hari. Rasa nyeri tulang ini biasanya tidak hilang meski sudah minum obat pereda nyeri atau banyak istirahat, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera ditangani.

4. Faktor risiko kanker tulang

freepik.com/jcomp

Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker tulang. Faktor genetik, misalnya memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau kelainan genetik tertentu seperti sindrom Li-Fraumeni dan retinoblastoma, termasuk salah satunya. 

Selain itu, paparan radiasi dosis tinggi, seperti yang dialami pasien radioterapi, juga dapat meningkatkan risiko. Penyakit tulang tertentu, seperti penyakit Paget atau fibrous dysplasia, serta riwayat cedera tulang, turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Selain faktor-faktor tersebut, usia dan jenis kelamin juga memengaruhi risiko. Penelitian menunjukkan kanker tulang primer paling sering muncul pada anak-anak dan remaja laki-laki, terutama pada masa pertumbuhan tulang yang cepat. Mengetahui faktor risiko ini penting agar bisa lebih waspada dan melakukan deteksi dini jika diperlukan.

Itu dia informasi tentang apa itu kanker tulang. Dengan memahami gejala, jenis, dan faktor risikonya, kita bisa lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan atau deteksi dini agar kesehatan tulang tetap terjaga.

FAQ tentang Kanker Tulang

1. Apakah kanker tulang bisa dicegah?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tulang karena sebagian besar kasus berkaitan dengan faktor genetik atau mutasi sel yang tidak dapat dikontrol. Namun, menjaga kesehatan tulang secara umum dengan diet seimbang dan olahraga dapat membantu memperkuat tulang dan mendukung deteksi dini.

2. Bagaimana dokter mendiagnosis kanker tulang?

Diagnosis kanker tulang biasanya dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan fisik, sinar-X, MRI, CT scan, dan biopsi tulang. Biopsi adalah metode paling akurat untuk memastikan apakah tumor bersifat jinak atau ganas.

3. Apakah kanker tulang bisa kambuh setelah pengobatan?

Ya, beberapa pasien dapat mengalami kekambuhan setelah pengobatan. Risiko ini tergantung pada jenis kanker tulang, lokasi tumor, serta seberapa cepat dan tepat pengobatan dilakukan.

Editorial Team