Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Gerd Berbahaya? Ini Dampaknya bagi Tubuh Jika Dibiarkan
Pexels/cottonbro studio
  • GERD adalah kondisi kronis ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan dan bisa menyebabkan iritasi, peradangan, hingga kerusakan jaringan jika tidak ditangani dengan benar.
  • Komplikasi GERD meliputi esophagitis, penyempitan saluran makan, Barrett’s Esophagus, gangguan pernapasan, serta kerusakan enamel gigi akibat paparan asam lambung berulang.
  • Gejala GERD yang muncul lebih dari dua kali seminggu perlu diwaspadai; perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan dan waktu tidur dapat membantu mencegah kekambuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini banyak orang mengira perut begah atau sensasi rasa terbakar di ulu hati merupakan hal yang sepele. Mereka memilih menunggu gejalanya hilang sendiri atau sekadar minum air putih. 

Padahal, jika keluhan ini terjadi berulang, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal adanya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi ketika asam lambung terlalu sering naik ke kerongkongan.

Sekilas, GERD memang terlihat seperti gangguan pencernaan biasa. Namun, jika dibiarkan, asam lambung akan terus naik dan mengenai area yang tidak semestinya. Dampaknya bisa berkembang lebih serius dari sekadar rasa panas di dada.

Lantas, apakah penyakit ini berbahaya? Simak jawabannya lewat penjelasan lengkap mengenai apakah gerd berbahaya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Apakah GERD berbahaya?

Pexels/Andrea Piacquadio

GERD memang berpotensi berbahaya, terutama bila terjadi terus-menerus dan tidak mendapatkan penanganan. Menurut Cleveland Clinic, GERD termasuk penyakit kronis yang dapat menyebabkan kerusakan perlahan pada jaringan kerongkongan akibat paparan asam lambung berulang. 

Kerongkongan sendiri tidak memiliki lapisan pelindung sekuat lambung untuk menghadapi cairan asam. Saat asam lambung naik terlalu sering, dinding kerongkongan bisa rentan mengalami iritasi.

Inilah mengapa GERD bukan cuma menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga memiliki risiko komplikasi jangka panjang yang bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases juga menjelaskan gejala GERD yang muncul lebih dari dua kali seminggu sudah termasuk tanda yang perlu diperhatikan serius, terutama jika mulai mengganggu aktivitas harian atau kualitas tidur.

4 Dampak GERD bagi Tubuh

1. Kerongkongan bisa mengalami peradangan (Esophagitis)

Pexels/Picas Joe

Salah satu komplikasi paling umum dari GERD adalah esophagitis, yaitu peradangan pada dinding kerongkongan. Ketika katup antara lambung dan kerongkongan melemah, asam lambung akan terus naik dan mengenai area tersebut.

Melansid dari Harvard Health, paparan asam yang berulang bisa membuat jaringan kerongkongan memerah, iritasi, bahkan terluka. Pada tahap awal, penderitanya mungkin hanya merasakan nyeri saat menelan atau sensasi seperti makanan tersangkut.

Namun, jika kondisinya semakin parah, peradangan ini dapat memicu luka terbuka (ulkus) yang menyebabkan perdarahan ringan.

Tidak sedikit penderita GERD kronis yang mulai kesulitan menikmati makanan favoritnya karena rasa perih saat menelan. Ini menunjukkan bahwa dampaknya bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.

2. Saluran makan bisa menyempit dan sulit menelan

Pexels/Alena Darmel

Ketika tubuh terus-menerus memperbaiki jaringan kerongkongan yang rusak akibat asam lambung, bekas luka dapat terbentuk. Lama-kelamaan, jaringan ini berubah menjadi jaringan parut yang membuat kerongkongan menyempit (striktur esofagus).

Mengutip dari San Antonio Gastroenterlogy Associates, penyempitan ini dapat menyebabkan makanan terasa seperti tersangkut di tenggorokan. Bahkan, beberapa orang mulai kesulitan menelan makanan padat dan harus mengunyah jauh lebih lama dari biasanya.

3. Sel di kerongkongan bisa berubah (Barrett's Esophagus)

Pexels/Roman Biernacki

Salah satu komplikasi yang paling diwaspadai dokter adalah Barrett’s Esophagus, kondisi ketika sel-sel di dinding kerongkongan berubah akibat terlalu lama terpapar asam lambung.

Menurut penelitian yang dipublikasikan PubMed Central, perubahan ini sebenarnya merupakan bentuk adaptasi tubuh. Sel-sel kerongkongan mencoba bertahan dengan berubah menyerupai sel usus yang lebih tahan terhadap asam.

Namun masalahnya, perubahan ini justru meningkatkan risiko berkembangnya sel abnormal di kemudian hari.

Meski tidak semua penderita GERD akan mengalami Barrett’s Esophagus, risiko biasanya meningkat pada orang yang mengalami GERD bertahun-tahun, terutama jika gejalanya sering kambuh tetapi diabaikan.

4. Mengganggu pernapasan dan merusak gigi

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Banyak orang tidak menyadari bahwa dampak GERD ternyata tidak berhenti di lambung atau kerongkongan. Asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan bahkan bisa memengaruhi sistem pernapasan.

Partikel asam yang terhirup ke saluran napas dapat memicu batuk kronis, suara serak, tenggorokan terasa mengganjal, hingga memperburuk gejala asma pada sebagian orang. 

Selain itu, asam lambung juga bisa mengikis enamel gigi yang melindungi area terluar gigi. Dalam jangka panjang, gigi menjadi lebih sensitif, mudah berlubang, dan rentan rusak. Kerusakan ini umumnya ditandai dengan sering merasa mulut asam saat bangun tidur.

Apa Risiko Paling Serius?

Pexels/RDNE Stock project

Komplikasi yang paling serius meski tidak terjadi pada semua orang, adalah meningkatnya risiko adenokarsinoma esofagus, salah satu jenis kanker kerongkongan.

Proses ini biasanya tidak terjadi secara instan. Umumnya, penyakit dimulai dari refluks kronis, lalu berkembang menjadi peradangan, Barrett’s Esophagus, hingga akhirnya memicu perubahan sel yang ganas.

Risikonya memang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diwaspadai. Karena itu, gejala GERD yang terus berulang, terutama disertai sulit menelan, berat badan turun tanpa sebab jelas, atau nyeri dada yang tidak biasa, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Kapan GERD Harus Mulai Diwaspadai?

Pexels/RDNE Stock project

GERD sebaiknya tidak dianggap sepele jika gejalanya mulai muncul lebih dari dua kali seminggu, sering kambuh di malam hari, atau membuat tidur terganggu. Begitu juga bila muncul tanda seperti sulit menelan, muntah, berat badan turun drastis, atau dada terasa sangat sakit.

Perubahan gaya hidup sederhana sering kali bisa membantu mengurangi gejala, seperti menghindari makan terlalu larut malam, mengurangi makanan pedas dan berlemak, menjaga berat badan, serta tidak langsung berbaring setelah makan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai apakah gerd berbahaya. Setelah mengetahui dampaknya, jangan anggap sepele lagi gejala GERD yang dialami ya! 

Editorial Team