Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
GERD saat Puasa Tak Bisa Diabaikan, Cek 4 Cara Mengatasinya!
Ilustrasi gerd (123rf.com/marctran)
  • Puasa dapat memicu gejala GERD seperti heartburn dan mual, terutama jika pola makan tidak diatur dengan baik selama Ramadan.
  • Empat langkah penting untuk mengatasi GERD saat puasa meliputi tidak melewatkan sahur, menghindari makanan pemicu asam lambung, menjaga hidrasi, dan tidak langsung berbaring setelah makan.
  • Memenuhi kebutuhan cairan dan mineral dengan air berkualitas membantu menjaga keseimbangan tubuh serta mengurangi risiko ketidaknyamanan lambung selama berpuasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang puasa juga bisa memicu beberapa keluhan kesehatan, salah satunya adalah GERD atau asam lambung naik. 

Kondisi ini sering ditandai dengan sensasi panas di dada (heartburn), mual, perut terasa penuh, hingga tenggorokan terasa tidak nyaman. Saat pola makan berubah selama Ramadan, gejala GERD bisa saja muncul jika Mama tidak mengatur asupan makanan dan minuman dengan baik.

Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir. Dengan pola makan yang tepat dan beberapa kebiasaan sehat, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman. Berikut beberapa cara yang bisa membantu Mama atasi GERD.

1. Jangan lewatkan sahur

Ilustrasi makan sahur (123rf.com/prpictureproductions)

Sahur adalah kunci penting agar tubuh tetap memiliki energi selama berpuasa. Bagi Mama yang memiliki GERD, melewatkan sahur justru bisa membuat lambung kosong terlalu lama dan memicu produksi asam lambung berlebih.

Cobalah memilih menu sahur yang seimbang, seperti karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah. Kombinasi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengurangi risiko naiknya asam lambung.

2. Hindari makan pemicu asam lambung

Ilustrasi makanan sehat (123rf.com/hellowaga)

Beberapa jenis makanan bisa memperparah gejala GERD, terutama saat perut kosong setelah seharian berpuasa.

  • Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • makanan terlalu pedas

  • gorengan berlemak tinggi

  • makanan terlalu asam

  • kopi atau minuman berkafein berlebihan

Mama bisa memilih makanan yang lebih ringan untuk lambung seperti sup hangat, sayur tumis, atau protein yang tidak terlalu berlemak.

3. Atur pola makan dan tetap penuhi kebutuhan cairan dan mineral

Ilustrasi atur pola makan (123rf.com/liudmila)

Selama berpuasa, tubuh tetap membutuhkan cairan dan mineral yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal, termasuk sistem pencernaan. Kekurangan cairan bisa membuat tubuh terasa lemas dan memicu rasa tidak nyaman pada lambung.

Mama bisa menerapkan pola minum bertahap dari waktu berbuka hingga sahur agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Memilih air mineral berkualitas juga penting, karena bukan hanya membantu hidrasi tetapi juga memberikan mineral alami yang dibutuhkan tubuh.

Keluarga sedang makan bersama (Dok. Istimewa)

Salah satu pilihannya adalah Le Minerale, yang dikenal memiliki kandungan mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Kandungan mineralnya membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mineral tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mendukung fungsi organ agar tetap optimal sepanjang hari.

Dengan memastikan kebutuhan cairan dan mineral terpenuhi selama Ramadan, Mama bisa membantu tubuh tetap segar dan mengurangi risiko ketidaknyamanan pada lambung saat berpuasa.

4. Hindari langsung rebahan setelah makan

Ilustrasi tidak rebahan setelah makan (123rf.com/armmypica)

Salah satu kebiasaan yang sering memperparah GERD adalah langsung berbaring setelah makan, terutama setelah berbuka. Usahakan memberi jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur setelah makan malam. Mama juga bisa melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai agar makanan lebih mudah dicerna. 

Nah, penjelasan di atas adalah cara untuk atas GERD saat puasa. Ikuti langkahnya agar ibadah puasa lancar, Ma! (WEB/BAP)

Editorial Team