4 Hal Tabu yang Mungkin Dirasakan Sebagian Mama

Pernah tidak memiliki perasaan yang sepertinya tidak wajar seperti benci menyusui?

7 Januari 2019

4 Hal Tabu Mungkin Dirasakan Sebagian Mama
Pexels/Kat Jayne

Menjadi orangtua memang tidaklah mudah. Dunia pengasuhan anak seringkali terlihat terlalu ideal sehingga beberapa Mama merasa belum bisa menjadi ibu yang baik.

Terlebih lagi jika ada beberapa hal tabu yang dirasakan seorang Mama. Tentunya hal ini tidak ingin ia ceritakan pada siapapun, bahkan mungkin pada suaminya sendiri.

Hal tabu yang dirasakan Mama biasanya akan menimbulkan perasaan bersalah karena Mama tahu bahwa hal tersebut kurang baik. Meski tahu kurang baik, tapi terkadang perasaan manusia tidak bisa dicegah.

Lalu, 4 hal tabu apa saja yang mungkin dirasakan oleh sebagian Mama? Popmama.com akan membagikan ulasannya berikut ini:

1. Memiliki anak favorit Mama

1. Memiliki anak favorit Mama
Pexels/rawpixel.com

Saat seorang Mama memiliki beberapa orang anak, ada sebagian yang punya perasaan condong kepada salah satu dibanding yang lainnya. Tanpa disadari, Mama memiliki figur anak favorit diantara anak-anak yang Mama lahirkan ke dunia ini.

Rasa lebih cocok pada yang satu daripada yang lain biasanya bergantung pada gender anak maupun karakternya.

Bila hal ini terjadi, berusahalah untuk netral dan tidak terlalu jelas menampakannya karena dapat berakibat buruk pada tumbuh kembang anak yang lain yang tidak menjadi favorit Mama.

Rasa cemburu antar saudara dalam memperebutkan perhatian orangtua hanya akan menimbulkan permusuhan.

Mama juga tentunya tidak suka bukan jika menjadi anak yang tidak difavoritkan oleh orangtua Mama sendiri?

Jika Mama memiliki pengalaman buruk tidak menjadi anak kesayangan, maka jangan teruskan pola orangtua pada pola asuh Mama pada anak-anak.

2. Tidak menikmati momen menjadi seorang Mama

2. Tidak menikmati momen menjadi seorang Mama
Pexels/Austin Guevara

Sebagian Mama mungkin memiliki perasaan kurang menikmati perannya menjadi seorang Mama terutama pada awal kelahiran buah hati.

Anak yang terus menerus menangis meminta susu dan digendong mungkin menjadi salah satu penyebab banyak Mama mengalami babyblues. Hal ini wajar asalkan masih dalam taraf ringan dan tidak semakin berat.

Biasanya Mama akan merasa lebih baik seiring berjalannya waktu, dimana anak sudah mulai pintar dan tidak begitu rewel.

Akan tetapi jika perasaan Mama tidak juga berubah, konsultasilah dengan ahli psikologi terbaik.

Editors' Picks

3. Kecewa dengan jenis kelamin anak

3. Kecewa jenis kelamin anak
Pexels/Kat Jayne

Banyak orangtua yang menyerahkan masalah jenis kelamin anak pada Sang Pencipta. Apapun jenis kelaminnya akan diterima dengan suka cita.

Tetapi ada juga Mama maupun Papa yang ingin jenis kelamin tertentu, biasanya perasaan ini muncul saat kehamilan anak pertama.

Rasa bahagia ketika hamil menjadi kecewa saat tahu jenis kelamin anak tidak sesuai harapan.

Meski memiliki perasaan seperti itu, terima dan syukurilah pemberian Tuhan.

Sayangi dan cintai karena ia adalah darah daging anda sendiri.

4. Tidak ingin menyusui atau melahirkan secara normal

4. Tidak ingin menyusui atau melahirkan secara normal
Freepik/Pressfoto.ru

Beberapa perempuan mungkin tidak ingin menyusui dan melahirkan secara normal (pervaginam). Hanya saja perasaan ini seringkali dianggap tabu di masyarakat karena seakan melawan kodrat sebagai seorang perempuan.

Ketidaknyamanan menyusui dan melahirkan normal, serta paksaan dan stigma masyarakat tentang perempuan harus menjalankan kodratnya sebagaimana mestinya biasanya membuat para Mama terpaksa melakukannya.

Keterpaksaan ini muncul karena tidak ingin dicap sebagai perempuan yang jahat dan buruk. Setelah melakukan dengan terpaksa maka banyak dampak buruk yang datang kepada para Mama, diantaranya seperti depresi berat.

Bila Mama bisa memotivasi diri sendiri dengan ingin memberi yang terbaik bagi anak, maka lakukanlah sekuat dan semampu Mama.

Tetapi bila sudah berusaha keras namun perasaan tidak nyaman dan depresi terus menghantui, maka temuilah para ahli untuk mendapat solusi. Sebagian ahli mungkin menyarankan Mama berhenti menyusui dan memberikan obat anti depresan.

Meminta bantuan ahli bukanlah hal memalukan, justru merupakan langkah tepat dan hal terbaik yang bisa Mama berikan pada si Kecil.

Anak-anak Mama sudah selayaknya mendapatkan Mama yang bahagia. Karena Mama yang bahagia akan membesarkan anak-anak yang bahagia pula.

Itulah 4 hal tabu yang biasanya dialami oleh beberapa Mama. Apakah kamu pernah merasakan salah satunya?

Baca juga: Waspada! Media Sosial Sumber Stres Mama Milenial