Seperti yang kita tahu, perjalanan Isra Miraj terbagi dalam dua peristiwa, yaitu Isra dan Miraj. Peristiwa Isra merupakan peristiwa Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
Lalu, peristiwa Mi'raj yaitu ketika Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi dan mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.
عندها جنة الماوى
Artinya:Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
Menurut tafisr Tahlili, dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa di tempat itulah (di dekat Sidratul Muntaha) letak surga. Ia merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang mati syahid.
Selain itu, ayat ini juga menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT yang ditunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW, bahwa surga berada di tempat yang paling tinggi, di atas langit yang ketujuh. Surga ini mencakup semua kenikmatan, tempat kembali segala cita-cita dan harapan, serta tempat para malaikat, ruh para syuhada', dan orang-orang yang bertakwa kembali.
Dari kelima ayat diatas, dari surat Al-Isra dan An-Najm 12-15, maka dapat kita pahami bahwa sebagai muslim wajib mengimani dan percaya peristiwa Isra Miraj, dengan berpegang teguh pada Al-quranul Karim.
Surat Al-Isra ayat 72 tentang apa? | Arti Al-Isra ayat 72 adalah peringatan bahwa barangsiapa yang buta hatinya di dunia (tidak mau menerima petunjuk Allah), maka di akhirat ia akan lebih buta (tidak bisa melihat kebenaran) dan lebih tersesat dari jalan yang benar. Ayat ini menekankan bahwa kebutaan spiritual di dunia akan berakibat pada kebutaan dan kesesatan yang lebih parah di akhirat, di mana mereka tidak akan dapat menemukan jalan keselamatan. |
Peringatan Isra Miraj baca apa? | Ada satu bacaan zikir yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad SAW saat mengalami peristiwa Isra Miraj. Berikut bacaannya: "La haula wa la quwwata iilla billahil aliyyil azhim" |
Apa hadits Mi Raj? | Hadits Mi'raj adalah hadits ilahi yang menceritakan percakapan antara Allah dan Nabi Muhammad SAW pada malam Mi'raj . Dalam percakapan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengajukan pertanyaan kepada Allah tentang masalah moral dan Allah menjawabnya. Banyak hadits ilahi telah diriwayatkan tentang Mi'raj. |