Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Bahaya Mengisi Air Aki Mobil Terlalu Penuh, Bisa Bikin Mesin Rusak?
freepik.com/jcomp

Intinya sih...

  • Merusak komponen di sekitar aki, seperti soket listrik dan kabel.

  • Mempercepat korosi pada terminal aki dan mengurangi tegangan listrik aki.

  • Menyebabkan karat pada komponen mobil, membuat komponen mudah aus dan rusak, hingga berujung harus ganti aki baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aki mobil sering dianggap sepele, padahal perannya krusial untuk memastikan kendaraan bekerja normal, mulai dari starter mesin, indikator dashboard, hingga fitur elektronik lainnya.

Tanpa aki yang sehat, mobil bisa mendadak mogok dan bikin perjalanan jadi berantakan. Itulah kenapa perawatan aki bukan sekadar formalitas, tapi kebutuhan penting bagi setiap pemilik kendaraan.

Salah satu hal yang kerap luput diperhatikan adalah takaran air aki. Terlalu sedikit bisa merusak kinerja, tapi terlalu penuh juga bukan solusi yang aman. Kesalahan ini bisa memicu dampak serius pada mobil. 

Nah, sebelum masalah muncul, berikut Popmama.com bagikan informasi tentang 7 bahaya mengisi air aki mobil terlalu penuh. Simak di bawah!

1. Merusak komponen di sekitar aki

vecteezy.com/Thamrongpat Theerathammakorn

Dilansir laman Large Power, air aki memiliki sifat asam yang bisa bereaksi dengan logam. Jika diisi terlalu penuh, cairan ini berpotensi meluber keluar dari sel aki dan mengenai komponen di sekitarnya. Bagian seperti soket listrik, kabel, hingga bodi besi dapat terkena cairan asam tersebut.

Akibatnya, komponen penting bisa mengalami korosi dan kerusakan serius. Jika ECU atau sistem kelistrikan terkena air aki, biaya perbaikannya bisa sangat mahal dan mengganggu performa mobil secara keseluruhan.

2. Mempercepat korosi pada terminal aki

freepik.com/kirisa99

Saat air aki diisi melebihi batas, tidak ada ruang yang cukup untuk proses penguapan. Hal ini menyebabkan uap asam menumpuk di sekitar terminal aki dan membentuk kerak putih pada kepala aki.

Kerak tersebut dapat membuat baut dan terminal cepat berkarat. Jika dibiarkan, aliran listrik menjadi tidak stabil dan umur pakai aki pun semakin pendek.

3. Mengurangi tegangan listrik aki

freepik.com/senivpetro

Pengisian air aki yang berlebihan bisa menurunkan berat jenis cairan di dalamnya. Akibatnya, tegangan listrik aki ikut menurun dan performa kelistrikan mobil menjadi tidak optimal.

Untuk mengembalikan daya, aki perlu di-charge ulang. Proses ini tentu memakan waktu dan kurang praktis, terutama jika mobil sedang dibutuhkan untuk bepergian.

4. Menyebabkan karat pada komponen mobil

pexels.com/Sergey Meshkov

Air aki yang meluber bisa mengenai bagian logam di ruang mesin. Cairan asam tersebut memicu timbulnya karat pada komponen di sekitar aki.

Selain mengganggu tampilan mobil, karat juga membuat komponen menjadi rapuh. Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin meluas dan menurunkan nilai estetika serta fungsional kendaraan.

5. Membuat komponen mudah aus dan rusak

pexels.com/Julia Avamotive

Komponen yang sudah berkarat tidak lagi sekuat sebelumnya. Struktur logam menjadi rapuh dan lebih mudah patah atau rusak.

Jika kerusakan semakin parah, pemilik mobil terpaksa mengganti komponen tersebut. Hal ini tentu membuat pengeluaran menjadi lebih besar dan tidak efisien.

6. Memicu aki soak

pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Takaran air aki yang tidak sesuai, baik terlalu penuh maupun terlalu sedikit, dapat mempercepat kerusakan aki. Kondisi ini bisa menyebabkan aki soak atau tidak mampu menyimpan daya dengan baik.

Aki yang soak membuat sistem kelistrikan terganggu, mulai dari lampu redup hingga mesin sulit dinyalakan. Akibatnya, pemilik harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan atau penggantian.

7. Berujung harus ganti aki baru

suzuki.co.id

Jika aki sudah mengalami kerusakan parah akibat kesalahan pengisian air, satu-satunya solusi adalah menggantinya dengan aki baru. Biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit.

Padahal, masalah ini bisa dicegah hanya dengan mengisi air aki sesuai batas minimum dan maksimum. Perawatan sederhana secara rutin bisa menghemat pengeluaran dan menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Itu dia informasi tentang 7 bahaya mengisi air aki mobil terlalu penuh. Dengan mengetahui risikonya, Kamu bisa lebih hati-hati dan merawat aki agar mobil tetap aman dan prima setiap saat.

FAQ Tentang Air Aki Mobil

1. Bagaimana cara mengetahui batas maksimal air aki yang aman?

Biasanya terdapat garis penanda “MIN” dan “MAX” pada badan aki. Air sebaiknya diisi di antara dua batas tersebut agar kinerja aki tetap optimal.

2. Apakah semua jenis aki perlu diisi air secara rutin?

Tidak. Hanya aki basah yang membutuhkan pengisian air. Aki kering atau maintenance free tidak memerlukan penambahan cairan.

3. Air apa yang sebaiknya digunakan untuk aki mobil?

Gunakan air aki khusus atau air suling (distilled water). Air keran mengandung mineral yang bisa merusak sel aki.

Editorial Team