Cegah Demam Berdarah dengan 5 Langkah Ini

Sudah masuk musim penghujan, tandanya harus lebih waspada terhadap nyamuk Aedes aegypti.

18 Desember 2018

Cegah Demam Berdarah 5 Langkah Ini
Pexels/Juan Pablo Arenas

DBD (Demam Berdarah Dengue) atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Sifatnya yang cepat mewabah, jadi pada setiap musim hujan seperti ini kita semua harus lebih waspada.

Tahukah kamu? Karena ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dengan virus dengue, maka virus akan memasuki nyamuk. Lalu nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, virus tersebut memasuki aliran darah seseorang.

Gejala biasanya dimulai 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Sedangkan tanda-tandanya ialah demam tinggi hingga 41 derajat celsius, munculnya bintik merah pada kulit, mual dan muntah.

Maka dari itu di musim penghujan ini kita harus mencegah demam berdarah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta diiringi gerakan 3M Plus. Kegiatan 3M Plus terdiri dari menutup, menguras, dan mendaur ulang objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk.

Tapi bagaimana sih cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah? Yuk baca selengkapnya berikut ini:

1. Menutup

1. Menutup
Pexels/icon0.com

Sebagai langkah awal yaitu kamu harus menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, dan lain sebagainya. Tutuplah segala tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah.

Apabila wadah-wadah air tidak diperlukan, tengkurapkan wadah-wadah tersebut agar tidak tergenang air. Sebab nyamuk betina memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur lho.

2. Menguras

2. Menguras
Pexels/William LeMond

Sebagai antisipasi dalam mewaspadai DBD, kuraslah tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam ikan satu hingga dua kali seminggu.

Siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari. Dengan kamu mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, maka hal tersebut akan memutus siklus hidup nyamuk. 

Editors' Picks

3. Mendaur ulang

3. Mendaur ulang
Pexels/Nico Brüggeboes

M ketiga dari 3 M Plus yaitu mendaur ulang. Daur ulanglah semua barang bekas yang ada di rumah agar tidak beralih fungsi menimbulkan genangan air. Barang-barang yang dimaksud seperti botol bekas, kaleng cat, dan aneka barang-barang tak terpakai lainnya. Kamu wajib mendaur ulang barang-barang tersebut yang memungkinkan nyamuk bertelur di dalamnya.

Jika tidak, kamu bisa menjual barang-barang bekas ke tukang loak agar tidak menjadi sarang penyakit.

4. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air

4. Menaburkan bubuk larvasida tempat penampungan air
Pexels/Pixabay

Sebenarnya tidak hanya terpatok pada 3 M saja. Langkah berikutnya kamu juga harus memperhatikan hal lainnya yang ada di rumah. Untuk mencegah bersarangnya nyamuk Aedes aegypti kamu pun wajib menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Dengan menggunakan bubuk larvasida kamu dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Sebab air merupakan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

5. Singkirkan handuk dan baju yang menggantung terlalu lama

5. Singkirkan handuk baju menggantung terlalu lama
Pexels/Artem Bali

Gerakan selanjutnya untuk melindungi seluruh anggota keluarga dari nyamuk Aedes aegypti yaitu jangan biarkan nyamuk bersembunyi. Sebaiknya tidak  membiarkan baju dan handuk menggantung terlalu lama.

Pasalnya handuk dan baju kotor merupakan tempat yang digemari nyamuk karena nyamuk suka aroma tubuh manusia.

Cucilah baju kotor dan ganti handuk secara berkala ya. Setelah itu usahakan agar sinar matahari masuk semaksimal mungkin ke dalam rumah.

Jangan sampai terlambat cegah DBD dengan melakukan 5 gerakan di atas tadi. Semoga keluarga kamu terlindungi dan terbebas dari wabah demam berdarah.

Baca juga: Angkak, Obat Demam Berdarah Tadisional

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!