Inilah 5 Dampak Buruk Jika Kamu Terlalu Banyak Menonton Film Porno

Apakah kamu atau pasangan suka menonton film dengan adegan seks yang dramatis?

1 Maret 2021

Inilah 5 Dampak Buruk Jika Kamu Terlalu Banyak Menonton Film Porno
Freepik/freepic.diller

Seperti diketahui, selama pandemi Covid-19 ini banyak orang jadi lebih banyak memegang ponsel dan memiliki waktu luang untuk berselancar di dunia maya.

Sekarang tak sedikit orang yang sering menonton film porno di internet selama 24 jam nonstop.

Apalagi kini film porno atau film biru sangat mudah diakses secara gratis, yakni dengan hanya bermodalkan internet.

Apabila sudah terlalu berlebihan, ini dia 5 dampak buruk apabila Mama berlebihan menonton film porno. Yuk, cek ulasannya dari Popmama.com!

1. Hormon dopamin meningkat dan membuat seseorang kecanduan

1. Hormon dopamin meningkat membuat seseorang kecanduan
Freepik/lookstudio

Efek buruk seperti apa yang Mama alami jika keseringan menonton film porno?

Tayangan pornografi itu membawa hormon dopamin dilepaskan dari tubuh.

Dilansir Healthline, kamu mungkin pernah mendengar bahwa dopamin adalah neurotransmitter yang berhubungan dengan kesenangan dan penghargaan. Faktanya, masih banyak lagi bahan kimia kompleks ini yang terkait beberapa gangguan gerakan dan kejiwaan.

Ketika seorang perempuan terlalu sering menonton film porno, hormon dopamin terus meningkat hingga sampai kondisi otak tidak lagi mampu mengatur keinginan menonton film porno. Pada akhirnya menjadi kecanduan.

Editors' Picks

2. Membuat Mama susah untuk merasa puas saat berhubungan intim

2. Membuat Mama susah merasa puas saat berhubungan intim
Freepik/jcomp

Ketika seorang dewasa sering membuka situs porno sebanyak satu dua kali, lama-lama akan berpengaruh pada sistem saraf di otaknya.

Hal itu bisa berpotensi mengalami berubahnya tingkat kepuasan seksual. Lalu lonjakan kepuasan saat menonton film porno, akhirnya membuat hal-hal sederhana tidak lagi memuaskan.

Sehingga Mama ingin mendapatkan kepuasan seksual yang lebih dan lebih lagi.

Apabila ini terjadi, maka membuat Mama susah untuk merasa puas saat berhubungan intim.

3. Menarik diri dan senang menyendiri

3. Menarik diri senang menyendiri
Freepik/master1305

Apakah Mama terlalu sering menonton film porno?

Faktanya, aktivitas tersebut memiliki efek negatif dan secara otomatis mempengaruhi kehidupan pribadi.

Terlalu banyak film porno membuat seorang perempuan tidak realistis, sehingga menunjukkan perubahan perilaku.

Jika Mama kecanduan pornografi yaitu menjadi tidak bergairah untuk beraktivitas. Bahkan menarik diri dan senang menyendiri.

4. Ingin mendapatkan pengalaman yang sama seperti di film

4. Ingin mendapatkan pengalaman sama seperti film
Freepik/Racool_studio

Tentu ada dampak buruk bagi seorang perempuan yang sering menonton film porno.

Bila terjadi pada Mama, maka akan meningkatkan rasa ingin mendapatkan pengalaman yang sama seperti di film porno.

Dengan demikian, kecanduan pornografi pun mempengaruhi dirinya untuk melakukan hal sama seperti apa yang Mama tonton.

Hal ini tentu saja bisa membuat hasrat untuk melakukan seks pun muncul dari berbagai faktor.

5. Mengalami kondisi Attention Deficit Disorder

5. Mengalami kondisi Attention Deficit Disorder
Freepik/drobotdean

Beberapa orang mungkin mengira ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) hanya bisa dialami oleh anak-anak.

Namun faktanya, ADHD juga dapat dialami oleh orang dewasa. Gejala pada orang dewasa biasanya juga dapat disebabkan karena kebanyakan melihat situs porno.

Lambat laun, membuat ia kehilangan rasa keinginan untuk aktivitas di luar ruangan dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Seorang perempuan dewasa yang alami ADHD akibat terpapar film pornografi, ini juga akan terus mencari cara agar dorongan seksual terpenuhi. Dengan demikian, maka berdampak pada sistem saraf otaknya dalam berpikir dan cenderung tidak kreatif.

Itulah kelima dampak buruk akibat terlalu sering menonton film porno. Yuk, mulailah blokir film porno di komputer Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.