Jika Tidak Mencerna Gula dengan Baik, 5 Gejala Tubuh Ini Akan Terjadi!

Konsumsi gula bisa peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, lho!

30 Juli 2021

Jika Tidak Mencerna Gula Baik, 5 Gejala Tubuh Ini Akan Terjadi
Unsplash/Thought Catalog

Tentunya, banyak konsumsi gula bisa terlibat dalam peningkatan risiko berbagai penyakit kronis. Ini termasuk obesitas, penyakit kardiovaskular hingga serangan jantung.

Oleh karena itu kamu perlu menghindari makanan atau minuman manis, permen maupun saus tomat.

Sebab efek asupan gula juga berpotensi pada jenis intoleransi yang diakibatkan dari bahan makanan.

Selain itu, ada 5 gejala tubuh tidak bisa mencerna gula dengan baik. Berikut Popmama.com berikan ulasan selengkapnya:

1. Mengalami kram perut hingga beberapa waktu

1. Mengalami kram perut hingga beberapa waktu
Pexels/Andrea Piacquadio

Saat tubuh mencoba mencerna gula, seseorang bisa mengalami gejala kram perut beberapa menit hingga beberapa jam setelah makan gula. 

Dilansir dari Aboutibs, makan terlalu banyak dari beberapa jenis gula yang diserap dengan buruk oleh usus dapat menyebabkan kram atau diare. 

Biasanya ini berasal dari pemanis dalam banyak makanan diet, permen dan madu.

Pada sebagian orang, kram perut yang dirasakan setelah makan makanan manis bisa menandakan tubuhnya memiliki intoleransi terhadap gula.

Editors' Picks

2. Jadi cepat mengantuk dan kelelahan

2. Jadi cepat mengantuk kelelahan
Unsplash/Kinga Cichewicz

Konsumsi gula cukup tinggi akan menghambat produksi Orexin, yaitu bahan kimia di otak yang merangsang perasaan terjaga.

Akibatnya, semakin banyak gula yang dimakan kamu jadi cepat merasa mengantuk.

Dikutip dari Healthline, mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan bisa menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah dapat membuat kamu merasa lelah.

Selain itu, rasa mengantuk setelah makan juga mungkin dikombinasikan gejala lain seperti rasa lemas dan perubahan suasana hati.

3. Merasa mual dan seperti alami mabuk gula

3. Merasa mual seperti alami mabuk gula
Unsplash/Niklas Hamann

Memakan banyak gula, ini bisa menciptakan ketidakseimbangan tubuh dan membuat kamu merasa mual.

Bahkan makan banyak gula dalam waktu singkat juga dapat mengalami perubahan pada kadar glukosa darah dan menyebabkan gejala seperti 'mabuk gula'.

Diwartakan dari Livestrong, hubungan antara gula dan mual sangatlah kompleks. Dalam beberapa kasus, reaksi mual harus segera menghubungi dokter.

Itu artinya, rasa mual menandakan tubuh kamu intoleran terhadap kandungan atau bahan makanan manis.

4. Membuat perut menjadi kembung

4. Membuat perut menjadi kembung
Unsplash/Eugene Chystiakov

Setelah memakan gula, mungin juga menyebabkan masalah pencernaan. Ini karena gula mencapai usus besar yang tidak berubah dan bertindak sebagai bahan bakar untuk mikrobiota usus. 

Dalam proses tersebut gula mengakibatkan produksi gas dalam jumlah tinggi, sehingga membuat perut kamu menjadi kembung.

Diinformasikan dari WebMD, pemanis bisa menyebabkan gas dan kembung. Sebab pemanis buatan maupun fruktosa tidak bisa dicerna. 

Meski sangat umum untuk merasa kembung setelah makan beberapa jenis makanan manis, maka tetap perlu berhati-hati terhadap gula.

5. Mengalami nyeri akibat gas berlebih di dalam perut

5. Mengalami nyeri akibat gas berlebih dalam perut
Unsplash/Pablo Merchán Montes

Setelah makan yang penuh gula, banyak orang mulai mengalami nyeri akibat gas berlebih di dalam perutnya.

Diberitahu oleh Huffpost, kelebihan gas disebabkan ketika makanan tertentu yang dimakan tidak dicerna dengan baik. Bakteri yang hidup di usus mengasah gula dalam makanan tersebut, lalu memecahnya dan menghasilkan gas.

Masalah pencernaan ini bisa menjadi gejala adanya gangguan intoleransi terhadap bahan makanan yang manis.

Biasanya produk yang mengandung laktosa menjadi pengganggu pencernaan, sehingga menyebabkan gas berlebih.

Nah, demikianlah penjelasan 5 gejala tubuh tidak mencerna gula dengan baik. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.