5 Efek Samping Suntik Insulin, Lakukan Sesuai Petunjuk Dokter Ya!

Apakah kamu sering membutuhkan insulin untuk mengontrol gula darah?

4 Desember 2021

5 Efek Samping Suntik Insulin, Lakukan Sesuai Petunjuk Dokter Ya
Pexels/Artem Podrez

Pada umumnya, orang dengan diabetes membutuhkan insulin untuk megendalikan kadar gula darahnya. Biasanya dokter akan memberikan dua metode, yakni melalui insulin dengan pompa atau suntikan. 

Jika diabetes terus berkembang, maka sejumlah pasien membutuhkan mulai dari satu suntikan sehari hingga beberapa suntikan sehari. Tim medis pun akan membantu memilih sistem injeksi yang paling sesuai dengan gaya hidupnya.

Namun ternyata, ada 5 efek samping dari suntik insulin yang mungkin terjadi. Nah, berikut Popmama.com berikan ulasannya:

1. Hipoglikemia dengan gejala pusing

1. Hipoglikemia gejala pusing
Pexels/Artem Podrez

Salah satu efek dari terlalu banyak melakukan suntik insulin pada orang dengan diabetes, biasanya menyebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah.

Dilansir dari Healthline, episode hipoglikemia bisa jadi tidak menyenangkan. Gejalanya berupa pusing, detak jantung yang cepat, gemetar hingga lemas.

Saat hipoglikemia terjadi, maka kamu harus memberi tahu dokter. Ini agar tim medis segera mengenali dan mengobati hipoglikemia yang dialami.

Editors' Picks

2. Lipodistrofi membuat kulit menyusut atau menebal

2. Lipodistrofi membuat kulit menyusut atau menebal
Pexels/Artem Podrez

Lipodistrofi sering kali terjadi pada penderita diabetes yang harus menyuntikkan insulin setiap hari. Itulah alasan mengapa harus sering mengganti tempat suntikan dan selalu dalam pengawasan dokter.

Kondisi lipodistrofi sendiri merupakan salah satu komplikasi klinis injeksi insulin yang mempengaruhi penyerapan insulin. Lalu akhirnya bisa menyebabkan kontrol glikemik yang buruk. 

Lipodistrofi pun dapat mempengaruhi lemak yang berada tepat di bawah kulit, sehingga berpotensi mengalami perubahan lain pada tubuh. Salah satunya menimbulkan bercak kulit hitam.

3. Mengalami peningkatan berat badan

3. Mengalami peningkatan berat badan
Pexels/Ketut Subiyanto

Terapi penyuntikan insulin memang dipergunakan untuk mengatur kadar gula darah. Namun efek yang mungkin terjadi, yakni berkontribusi pada penambahan berat badan.

Tentu kondisi ini akan mengkhawatirkan bagi orang dengan diabetes. Sebab peningkatan berat badan dapat membuat diabetes malah lebih sulit untuk dikelola.

Bahkan kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, dan stroke. Hal itu juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kolesterol tidak sehat.

4. Terjadi pembengkakan atau edema

4. Terjadi pembengkakan atau edema
Pexels/Artem Podrez

Penyebab paling umum dari suntikan insulin pada orang dengan diabetes adalah pembengkakan di tempat yang disuntikan. Apalagi jika secara teknis terjadi ketika insulin disuntikkan ke satu bagian kulit yang berulang kali. 

Kondisi ini membuat benjolan lemak tidak membawa suplai saraf dan pembuluh darah yang normal, sehingga tidak berwarna merah atau nyeri.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, edema mungkin disebabkan oleh kecenderungan meningkat karena penggunaan insulin dalam jumlah besar. 

5. Terjadi reaksi alergi seperti ruam kulit

5. Terjadi reaksi alergi seperti ruam kulit
Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas

Jika kamu menderita diabetes, terapi insulin sangat penting untuk menggantikan insulin yang tidak diproduksi tubuh. Namun terkadang, penyuntikan insulin menyebabkan alergi yang tidak diinginkan.

Dikutip dari RXLIST, dapatkan bantuan medis darurat jika memiliki tanda-tanda alergi insulin seperti kemerahan dan ruam kulit gatal di tempat suntikan diberikan.

Selain itu, alergi insulin juga dapat menyebabkan nyeri dan rasa terbakar. Akan tetapi, komplikasi ini lebih jarang terjadi dan biasanya sembuh secara spontan tanpa intervensi apapun.

Itulah 5 efek penyuntikan insulin. Kamu mungkin dapat mencegah sindrom metabolik dan diabetes tipe 2 dengan menghentikan perkembangan resistensi insulin.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.