5 Makanan Ini Aman Dikonsumsi untuk Kamu yang Alami Dispepsia

Konsumsilah pisang untuk melancarkan sistem pencernaan.

12 Juli 2020

5 Makanan Ini Aman Dikonsumsi Kamu Alami Dispepsia
Freepik/pvproductions

Kamu alami dispepsia?

Dispepsia atau dikenal sebagai gangguan pencernaan yang mengacu pada sekelompok gejala ini sering termasuk kembung, tidak nyaman, mual dan bersendawa.

Dilansir dari Medicalnewstoday, dokter biasanya akan merekomendasikan obat antasid sebagai salah satu perawatan pertama untuk dispepsia.

Namun selain obat, penderita dispepsia juga perlu jalani gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit tersebut.

Nah, berikut 5 makanan yang aman dikonsumsi saat alami dispepsia. Yuk, langsung cek informasi selengkapnya dari Popmama.com :

1. Apel dapat meredakan asam lambung

1. Apel dapat meredakan asam lambung
Freepik/mdjaff

Buah apel termasuk satu dari beberapa buah yang baik dan aman untuk dikonsumsi bagi pengidap dispepsia.

Ini karena apel kaya akan kandungan serat, sumber kalsium, magnesium dan kalium untuk meredakan gejala asam lambung.

Untuk mendapatkan manfaat apel bagi penderita dispepsia, sebaiknya konsumsi buah apel merah setelah makan atau sebelum tidur. 

Pilihlah apel dengan kondisi matang dan rasanya manis yang jauh lebih aman untuk mencegah gejala maag kambuh kembali.

Editors' Picks

2. Biskuit termasuk camilan yang bijak bagi penderita dispepsia

2. Biskuit termasuk camilan bijak bagi penderita dispepsia
Freepik

Untuk meringankan dan mencegah munculnya gejala, penderita penyakit asam lambung perlu menerapkan pola makan yang baik.

Ini termasuk dengan memilih makanan atau camilan yang dikonsumsi dengan bijak, salah satunya bisa mengonsumsi biskuit.

Ya, karena biskuit mengandung karbohidrat dan protein tinggi yang berasal dari gandum sebagai bahan dasarnya.

Namun pililhlah biskuit yang memiliki kandungan lemak dan rendah garam.

Hindari pula biskuit yang mengandung cokelat atau pemanis lainnya, ya.

3. Jahe bisa menurunkan risiko dispepsia

3. Jahe bisa menurunkan risiko dispepsia
Freepik/jcomp

Gejala sindrom dispepsia biasanya muncul dan dirasakan saat atau setelah makan.

Sementara terdapat beberapa tanaman herbal yang bisa membantu meringankan gejala penyakit asam lambung, salah satunya yaitu jahe.

Di mana jahe dikenal memiliki efek anti radang dan meredakan mual, sehingga cukup ampuh untuk mengurangi gejala penyakit asam lambung.

Ketika sindrom dispepsia mulai muncul, sebaiknya segera konsumsi jahe untuk menurunkan risiko dispepsia atau penyakit maag.

4. Oatmeal memiliki vitamin dan antioksidan

4. Oatmeal memiliki vitamin antioksidan
Freepik/azerbaijan_stockers

Makanan yang bisa dikonsumsi oleh pengidap dispepsia berikutnya adalah makanan kaya serat seperti oatmeal.

Di mana serat diyakini bisa meredakan gejala penyakit asam lambung.

Tidak hanya itu, oatmeal juga memiliki kandungan vitamin, mineral dan antioksidan.

Jenis makanan ini bisa ditemukan dalam semangkok oatmeal.

Sebaiknya, jadikan oatmeal sebagai menu sarapan atau makanan selingan saat beraktivitas.

5. Pisang dapat melancarkan pencernaan

5. Pisang dapat melancarkan pencernaan
Freepik

Salah memilih makanan tentu dapat membuat asam lambung menjadi naik.

Hal ini penting bagi kamu untuk mengetahui makanan dan buah untuk asam lambung yang aman dikonsumsi.

Ya, pisang menjadi buah yang aman untuk dikonsumsi pengidap dispepsia.

Pisang mengandung pH 5,6 yang mendekati pH netral dan bisa membantu meringankan gejala penyakit asam lambung.

Selain itu, pisang mengandung serat cukup tinggi yang baik untuk melancarkan pencernaan dan dapat meredam produksi asam lambung karena kandungan zat antasida di dalamnya.

Bahkan pisang mengandung kalium yang mampu mengembalikan elektrolit dan keseimbangan pH tubuh setelah pengidap maag mengalami mual atau muntah.

Saat alami dispepsia, kamu perlu megonsumsi kelima makanan di atas. Daftar makanan tersebut bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.