Cukup Berbahaya! 5 Penyakit Hidung Ini Perlu Diwaspadai

Penumpukan lendir dapat mendorong bakteri dan kuman di rongga sinus, lho!

29 September 2020

Cukup Berbahaya 5 Penyakit Hidung Ini Perlu Diwaspadai
Freepik/stockking

Hidung memang sangat penting peranannya untuk kesehatan.

Fungsi hidung itu sendiri guna menyaring udara yang dihirup, menghilangkan debu, kuman dan iritan. 

Ketika ada masalah dengan hidung, maka seluruh tubuh bisa menderita dan terkadang kondisi medis tertentu menyebabkan penyempitan saluran napas maupun infeksi hidung. 

Dilansir dari Schoen-Clinic, spesialis THT secara efektif menangani semua masalah hidung, sinus dan dengkuran dengan menggunakan standar medis tertinggi dan metode perawatan terbaik.

Nah, dalam kesempatam kali ini Popmama.com akan membahas 5 penyakit hidung yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi saluran pernapasan atas yang gejalanya bervariasi

1. Infeksi saluran pernapasan atas gejala bervariasi
Freepik/diana.grytsku

Jenis penyakit pada hidung yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan atas.

Infeksi ini terjadi jika virus memasuki tubuh, biasanya melalui mulut maupun hidung. Seseorang dapat menularkannya melalui sentuhan atau dengan bersin dan batuk.

Menurut Medicinenet, infeksi saluran pernafasan bagian atas termasuk salah satu penyebab paling sering ditangani dokter. Gejalanya bervariasi, mulai dari pilek, sakit tenggorokan, batuk hingga sesak napas dan lesu. 

Saluran pernapasan bagian atas meliputi sinus, saluran hidung, faring dan laring. Struktur tersebut mengarahkan udara yang di hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paru-paru untuk respirasi berlangsung.

Editors' Picks

2. Kanker nasofaring bisa menyebabkan demam kelenjar

2. Kanker nasofaring bisa menyebabkan demam kelenjar
Freepik

Jenis penyakit pada hidung yang cukup berbahaya selanjutnya ada kanker nasofaring.

Penyakit kanker nasofaring adalah bagian atas tenggorokan (faring) yang terletak di belakang hidung. Beberapa jenis tumor dapat berkembang di nasofaring.

Macmillan mengatakan, faktor risiko paling umum untuk kanker nasofaring yakni infeksi yang disebut virus Epstein-Barr (EBV). Ini bisa menyebabkan demam kelenjar. 

Seperti kanker lainnya, kanker nasofaring tidak menular dan tidak dapat ditularkan ke orang lain.

Sistem kekebalan tubuh mampu membasmi virus dan biasanya infeksi tidak menimbulkan masalah. Namun tanda-tanda kanker nasofaring termasuk kesulitan bernapas, berbicara atau mendengar.

3. Polip hidung terjadi hasil dari peradangan kronis

3. Polip hidung terjadi hasil dari peradangan kronis
Freepik/diana.grytsku

Polip hidung termasuk salah satu jenis penyakit hidung yang masuk dalam kategori pertumbuhan jinak.

Penyakit polip hidung tumbuh di jaringan yang meradang pada mukosa hidung.

Selama infeksi atau iritasi yang disebabkan oleh alergi, mukosa hidung menjadi bengkak dan merah menghasilkan cairan menetes keluar. 

Dikutip dari MayoClinic, polip hidung adalah pertumbuhan lembut dan tidak terasa nyeri hasil dari peradangan kronis dan berhubungan dengan asma, infeksi berulang, alergi, kepekaan obat atau gangguan kekebalan tertentu.

Polip hidung dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa.

4. Rhinitis dipicu oleh alergen di udara

4. Rhinitis dipicu oleh alergen udara
Freepik

Alergi dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih mungkin mengembangkan rhinitis alergi jika ada riwayat alergi dalam keluarga.

Masalah pernapasan hidung kronis yang disebabkan oleh deviasi septum atau penebalan conchae hidung dapat menyebabkan rhinitis. 

Healthline menjelaskan, saat tubuh bersentuhan dengan alergen maka akan melepaskan histamin dan dapat menyebabkan rhinitis alergi dan gejalanya seperti pilek, bersin serta mata gatal.

Jenis rhinitis yang paling umum adalah rhinitis alergi dengan dipicu oleh alergen di udara, serbuk sari dan bulu. 

5. Sinusitis disebabkan oleh virus seperti flu

5. Sinusitis disebabkan oleh virus seperti flu
Freepik

Penyakit hidung yang paling sering terjadi antara lain sinusitis. Ini bisanya menghasilkan lendir yang merupakan cairan seperti jelly.

Terkadang bakteri atau alergen dapat menyebabkan terbentuknya lendir yang terlalu banyak dan menghalangi pembukaan sinus.

UofmHealth memaparkan, kini operasi sinusitis tak lagi bersifat invasif dan sering kali tanpa disertai nyeri secafa signifikan. 

Sedangkan sebagian besar infeksi sinus disebabkan oleh virus dengan gejala mirip dengan flu biasa. Termasuk penurunan indra penciuman, demam, hidung tersumbat hingga sakit kepala.

Itulah kelima penyakit hidung yang perlu diwaspadai. Bicarakanlah dengan dokter jika kamu alami alergi selama lebih dari beberapa minggu dan tidak membaik.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.