5 Penyebab Pusing dan Meriang setelah Berhubungan Seks

Tentunya setiap suami istri berhak menikmati kehidupan seksual yang sehat bukan?

16 Mei 2021

5 Penyebab Pusing Meriang setelah Berhubungan Seks
Freepik/master1305

Bagi pasangan suami istri, seks sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ini termasuk kualitas hidup yang lebih baik.

Dilansir dari Verywellmind, tingkat aktivitas seksual terkait dengan perubahan positif. Seks bisa membantu mengurangi stres, menambah keintiman dan meminimalisir perceraian yang lebih rendah.

Namun sayangnya, sebagian orang mungkin memiliki gejala yang memicu sakit kepala maupun meriang.

Meski kondisi medis tersebut umum terjadi, berikut berikan 5 potensi penyebab pusing dan meriang setelah berhubungan seks. Yuk, cek ulasannya dari Popmama.com:

1. Alergi seks yang disebabkan sensitif terhadap air mani

1. Alergi seks disebabkan sensitif terhadap air mani
Freepik/gpointstudio

Meski kodisi ini jarang terjadi, namun meriang akibat alergi seks bisa saja terjadi. Hipersensitivitas plasma mani umumnya dikenal sebagai alergi air mani.

Dihimpun dari Everydayhealth, walau sensitivitas seksual jarang terjadi, nyatanya air mani mengubah keseimbangan pH di vagina dan mengakibatkan iritasi.

Gejala alergi air mani dapat mempengaruhi bagian tubuh mana pun yang bersentuhan dengan air mani, termasuk vagina, mulut dan kulit.

Editors' Picks

2. Perubahan posisi selama berhubungan intim

2. Perubahan posisi selama berhubungan intim
Freepik/Racool_studio

Faktanya, beberapa perubahan posisi seksual memungkinkan seseorang mengalami rasa sakit dan meriang.

Dilansir Healthline, penetrasi dalam adalah penyebab paling mungkin dari hubungan seksual yang menyakitkan pada perempuan, tetapi juga bisa disebabkan oleh kondisi ginekologi.

Penyebab kondisi medis dengan istilah Sindrom Takikardia Postural Ortostatik (POTS) menyebabkan detak jantung menjadi meningkat secara tiba-tiba, biasanya saat mengubah posisi atau berdiri terlalu cepat.

Denyut jantung yang meningkat pun dapat membuat seseorang merasa pusing.

3. Perubahan hormon yang menyebabkan perasaan euforia

3. Perubahan hormon menyebabkan perasaan euforia
Freepik/Racool_studio

Ketika mulai merasa tidak enak badan seperti meriang, kemungkinan Mama menghasilkan kombinasi hormon dan neurotransmiter yang kuat.

Bagi beberapa orang, bahan kimia ini menyebabkan perasaan euforia intens dan menyebabkan meriang setelah berhubungan.

Dikutip dari Medicinenet, tidak semua perempuan mengalami semua gejala perimenopause pada derajat yang sama. Pengobatan gejala perimenopause meliputi terapi hormon dan perubahan gaya hidup seperti diet.

Ada kemungkinan, orang yang mengalami demam saat berhubungan seks juga mengalami pusing.

4. Memiliki riwayat vertigo

4. Memiliki riwayat vertigo
Freepik/prostooleh

Ternyata, vertigo adalah salah satu penyebab seseorang mengalami meriang setelah berhubungan intim.

Gejala lainnya mungkin bisa terjadi, termasuk kehilangan keseimbangan hingga mual muntah. Strategi yang dapat membantu mengobati atau mencegah pusing terkait seks yakni beristirahat.

Selain itu, orang yang mengalami vertigo setelah berhubungan seks biasanya ketika berdiri terlalu cepat.

5. Adanya peningkatan pada tekanan darah

5. Ada peningkatan tekanan darah
Freepik/pressfoto

Mama sering alami pusing dan meriang setelah berhubungan seks?

Salah satu penyebab dari kondisi medis tersebut yakni karena adanya peningkatan tekanan darah.

Efek ini sangat mungkin terjadi jika seseorang berhubungan seks untuk waktu yang lama, sehingga membuat Mama kehabisan napas.

Itu artinya, tekanan darah tinggi dapat mengurangi aliran darah ke vagina dan menurunkan hasrat atau gairah seksual

Setelah mengetahui kelima penyebab pusing dan meriang setelah berhubungan seks, sebaiknya hubungi dokter tentang potensi penyebab yang mendasari keadaannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.