Sangat Disiplin! Ini Dia 5 Pola Asuh Para Orangtua di Jepang

Faktanya, Jepang merupakan salah satu negara yang memegang teguh etika

30 Juli 2020

Sangat Disiplin Ini Dia 5 Pola Asuh Para Orangtua Jepang
Freepik/pressfoto

Faktanya, Jepang menjadi salah satu negara yang menjadi destinasi wisata banyak orang.

Mulai dari tata kota, tempat keagamaan, dunia fashion, teknologi dan pemandangan alam yang indah menjadi salah satu daya tariknya.

Selain itu, Jepang juga terkenal sangat patuh pada aturan dan ketertibannya. Dalam kondisi apapun, mereka akan mengantre. Kedisiplinan telah diajarkan pada mereka sejak masih kecil dan dilakukan secara turun temurun.

Nah, berikut Popmama.com berikan 5 pola asuh para orangtua di Jepang yang bisa diterapkan. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

1. Orangtua di Jepang selalu menjadi panutan yang baik

1. Orangtua Jepang selalu menjadi panutan baik
Freepik/pressfoto

Setiap negara di dunia memang punya aturan dan pola asuh yang berbeda.

Sedangkan anak merupakan amanah, sehingga tidak boleh dianggap masalah. Nah, orangtua di Jepang selalu berusaha menjadi panutan bagi anak-anaknya.

Jepang merupakan salah satu negara yang memegang teguh etika dan memperlihatkan sifat-sifat baik untuk ditiru pada anak-anak.

Orangtua di Jepang mendidik anaknya untuk percaya bahwa keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidup.

Editors' Picks

2. Mengharuskan anak-anaknya mandiri dalam segala urusan

2. Mengharuskan anak-anak mandiri dalam segala urusan
Freepik/fwstudio

Setiap orangtua tentu ingin anaknya kelak menjadi mandiri dan tidak manja bergantung pada orang lain.

Di mana pola asuh orangtua di Jepang yang paling mendasar ialah tidak mudah memanjakan anak-anaknya.

Mereka percaya bahwa hal tersebut bisa membuat sang anak lebih mandiri, kuat dan disiplin. Para orangtua di Jepang mengharuskan anak-anaknya mandiri.

Maka tak heran jika banyak anak-anak di Jepang pergi ke sekolah sendiri meski harus naik bis kota atau kereta dengan jarak yang cukup jauh.

Tentu saja pola asuh membiarkan anak pergi sendirian, ini berkaitan dengan kepercayaan orangtua pada sistem keamanan negaranya.

3. Tidak suka membicarakan tentang anak kepada orang lain

3. Tidak suka membicarakan tentang anak kepada orang lain
Freepik/tirachardz

Sebagai orangtua, tentu perlu mendidik anak dengan baik dan benar agar anak memiliki pribadi yang bisa diterima oleh lingkungan.

Pola asuh di Jepang selanjutnya adalah tidak saling membicarakan anak mereka. Sekali pun itu membanggakan prestasi atau membicarakan perilaku nakal anaknya kepada siapa pun.

Orangtua di Jepang tidak pernah ingin membicarakan soal kehidupan anaknya pada orang lain. Mereka cenderung merahasiakan kehidupan pribadinya, termasuk kehidupan sang anak.

Baca juga:

Beri Tahu si Kecil, Ini Perbedaan 8 Pakaian Tradisional Jepang

4. Sering membawa anak mengeksplorasi di alam bebas

4. Sering membawa anak mengeksplorasi alam bebas
Freepik/tirachardz

Apakah Mama sering mengajak si Kecil bermain di alam bebas?

Ketahuilah, orangtua di Jepang selalu membawa anak-anaknya untuk mengeksplorasi alam bebas. Mereka percaya bahwa tumbuh bersama alam adalah hal yang paling sempurna bagi anak-anak.

Tidak mengherankan jika setiap akhir pekan, banyak keluarga yang pergi piknik ke taman atau camping di hutan bersama-sama.

5. Memprioritaskan bekal makanan bernutrisi untuk anak-anak

5. Memprioritaskan bekal makanan bernutrisi anak-anak
Freepik/xb100

Kurang gizi merupakan awal dari berbagai masalah kesehatan dan menjadi salah satu hal yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.

Sayangnya hal itu tidak pernah terjadi di Jepang. Para orangtua di Jepang selalu memerhatikan soal makanan. Mereka selalu rela bangun pagi demi menyiapkan bekal untuk anak-anaknya.

Biasanya sang ibu memberikan bekal makanan bernutrisi seperti sayuran, tahu, rumput laut dan bola nasi. Mereka percaya bahwa semua hal tersebut membuat kehidupan dan edukasi anak-anak jadi lebih seimbang.

Nah, demikianlah kelima pola asuh orangtua di Jepang. Yuk, terapkan semua kebaikannya di dalam keluarga kamu.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.