Selalu Memandang Sisi Baik, Inilah 5 Cara Berpikir Positif dalam Islam

Yuk, mulai berkata-kata positif!

21 April 2021

Selalu Memandang Sisi Baik, Inilah 5 Cara Berpikir Positif dalam Islam
Pexels/ RODNAE Productions

Faktanya, berpikir positif membantu manajemen stres dan dapat meningkatkan kesehatan.

Di mana saat kamu berlatih mengatasi self-talk negatif dan disertai bersikap optimis, ini akan mempengaruhi kesejahteraan.

Sedangkan berpikir positif dalam Islam sendiri tercantum dalam Al-quran dan beberapa hadist riwayat seprti:

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” (Adh Dhuha: 3)

Nah, pada artikel Popmama.com berikut uraikan mengenai 5 cara berpikir positif dalam Islam:

1. Segera buang jauh pengaruh negatif

1. Segera buang jauh pengaruh negatif
Pexels/Danang Wicaksono

Pada banyak kasus, berpikir negatif hanya membuat hidup menjadi sulit dan menimbulkan penyakit.

Itulah mengapa sangat penting untuk mulai belajar menangani dan menghilangkan pikiran negatif mulai dari sekarang.

Usahakan untuk mengubah hal tersebut menjadi positif dengan cara-cara menghilangkan pikiran negatif di diri kamu.

Dengan menjauhi segala pengaruh negatif, maka pikiran positif akan menguasai kehidupan.

Editors' Picks

2. Selalu melihat sisi baik dengan bersyukur

2. Selalu melihat sisi baik bersyukur
Pexels/RODNAE Productions

Sebaiknya, selalu biasakan menganalisis apa pun yang terjadi dengan memandang sisi baiknya melalui bersyukur kepada Allah SWT.

Jika sering melakukannya, maka sikap tersebut akan memberikan perbedaan yang besar dalam melihat adanya pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berbaik sangka.

Belajarlah untuk bersyukur dalam segala hal yang sedang dialami, baik senang maupun susah seperti Hadits Riwayat Muslim:

Artinya: “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” [HR. Muslim no.7692].

3. Menghadapi situasi dengan memperbanyak sugesti positif

3. Menghadapi situasi memperbanyak sugesti positif
Pexels/Ba Tik

Pastinya, setiap orang pernah menghadapi situasi stres dari waktu ke waktu. 

Namun kamu dapat memberi sugesti pada diri sendiri dengan memberi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. 

Dengan memiliki sugestif yang positif, maka akan menguatkan kamu saat melewati masa-masa sulit.

Pemikiran dan sugesti positif akan memotivasi diri melalui cara berpikir secara positif, ini sangat baik bagi perkembangan pikiran dan otak kamu.

4. Selalu berbaik sangka atas apa yang terjadi

4. Selalu berbaik sangka atas apa terjadi
Pexels/Gabby K

Terlepas dari situasi yang buruk kamu alami, selalu berbaik sangka adalah langkah bijaksana untuk mencoba mempertahankan rasa optimisme.

Ingatlah, yang selalu baik itu datang dari Allah. Bahkan melalui kejadian buruk sekalipun.

Dengan berbaik sangka, maka ini salah satu cara mengeksplorasi potensi diri dengan mencoba hal-hal baru dalam kehidupan dan membuka kesempatan kamu untuk berkembang.

Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berburuk sangka kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan.” (HR. Ahmad).

5. Menjadi pribadi yang lebih optimis

5. Menjadi pribadi lebih optimis
Pixabay/Keira Burton

Faktanya, memiliki pemikiran yang positif lebih cenderung tidak mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi maupun kecemasan.

Secara umum, orang yang optimis akan selalu berkontribusi pada pikiran yang sehat dan emosi positif dalam jangka panjang.

Menjadi pribadi yang optimis juga membuat seseorang tidak menyerah ketika mereka menghadapi kesulitan.

Pasalnya, berpikir positif dengan bersikap optimis merasa yakin apa yang dilakukannya bisa memberikan hasil.

Demikianlah kelima cara berpikir dalam Islam. Bahwa orang yang selalu punya pandangan positif dalam hidupnya, maka dapat menikmati kesehatan yang lebih baik.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.