Cek! Inilah 5 Tanda Kamu Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Tanda yang terasa, kamu hanya fokus pada kegagalan daripada keberhasilan

4 Agustus 2021

Cek Inilah 5 Tanda Kamu Terlalu Keras Diri Sendiri
Pexels/Ksenia Kartasheva

Ungkapan untuk melakukan terbaik, ini adalah sesuatu yang mungkin sering kamu dengar ketika tumbuh dewasa. 

Bahkan beberapa orang berjuang dengan masalah serius karena terlalu keras pada diri sendiri.

Bahkan begitu cepat menyalahkan dirinya sendiri, sehingga terbentuk perasaan kecewa dan ketidakpuasan yang telah dicapai.

Selain keluarga, kamu juga harus yang paling sayang dan menjaga diri sendiri dibandingkan orang lain.

Mengenai hal tersebut, Popmama.com akan memberitahu 5 tanda jika kamu sudah terlalu keras pada diri sendiri:

1. Menjadi perfeksionis terhadap apa yang dilakukannya

1. Menjadi perfeksionis terhadap apa dilakukannya
Pexels/Andrea Piacquadio

Apabila dilakukan secara berlebihan, perilaku perfeksionis dapat menimbulkan pengaruh berlawanan dengan apa yang diinginkan orang tersebut. 

Ya, sifat perfeksionis lebih mungkin terjadi pada orang yang terlalu keras terhadap dirinya sendiri.

Punya sifat perfeksionisme, ini terkadang membuat seseorang selalu merasa tidak puas jika pekerjaan yang dilakukannya kurang memuaskan.

Mungkin sifat perfeksionis adalah evolusi alami yang sering dilakukannya sejak masa kanak-kanak.

Editors' Picks

2. Memiliki rasa takut gagal dalam mengejar tujuan

2. Memiliki rasa takut gagal dalam mengejar tujuan
Pexels/Tima Miroshnichenko

Meski setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun salah satu tanda kamu terlalu keras pada diri sendiri yaitu merasa takut gagal.

Dikutip dari Verywellmind, ketakutan akan kegagalan dapat merusak kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dan motivasinya untuk mengejar tujuan. 

Orang yang takut gagal, ia mungkin juga terlibat dalam self talk negatif atau memiliki kepercayaan diri cukup rendah.

Bahkan rasa ketakutan termasuk kekuatan paling utama dalam mempengaruhi keputusan yang kamu buat, tindakan yang diambil dan hasil yang ingin dicapai. 

3. Selalu fokus pada kegagalan daripada keberhasilan

3. Selalu fokus kegagalan daripada keberhasilan
Pexels/Marcelo Chagas

Sebenarnya, kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan dan belajar untuk berhasil.

Namun saat kamu terlalu keras pada diri sendiri, biasanya muncul sikap dan pola pikir yang selalu fokus pada kegagalan saja.

Kamu jadi sangat cepat untuk mengidentifikasi sebuah kegagalan. Bahak sekali pun ketika mengalami kesuksesan, kamu jadi mengecilkannya.

Artinya, kamu tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai. Kamu justru berfokus pada hal-hal yang belum terjadi. Termasuk rasa takut akan kegagalan dari usaha yang ingin diraih.

4. Menghabiskan waktu untuk menyalahkan diri sendiri

4. Menghabiskan waktu menyalahkan diri sendiri
Pexels/Engin Akyurt

Kamu tidak hanya melihat kegagalan, tapi juga menghabiskan waktu memikirkan hal-hal yang dianggap sebagai kesalahan.

Sikap ini termasuk salah satu tanda ketika kamu teralu keras dengan diri sendiri.

Bahkan kesalahan yang kecil sekalipun, hal itu membuat kamu menyalahkan diri sendiri. Pada akhirnya, kamu bisa memikirkan sebuah kesalahan kecil sampai berjam-jam dan terkadang berhari-hari.

Kebiasaan menyalahkan diri sendiri merupakan suatu jenis emosional dan menjadi sesuatu yang sering dilakukan secara refleks pada berbagai kejadian.

5. Sering membandingkan diri dengan orang lain

5. Sering membandingkan diri orang lain
Pexels/Liza Summer

Kamu sering membandingkan diri dengan orang lain?

Memiliki perasaan iri dan kepercayaan diri rendah termasuk salah satu tanda kamu terlalu keras dengan diri sendiri.

Apalagi jika melihat orang lain lebih sukses yang akhirnya membuat diri merasa rendah. Tentu dalam hal ini, perbandingan ke bawah seperti itu dapat mengingatkan kamu pada keterpurukan.

Lambat laun, kamu jadi terlalu fokus pada kesuksesan dan kelebihan orang lain saja.

Demikianlah 5 tanda kamu sangat keras pada diri sendiri. Cobalah untuk melepaskan penat karena kamu sudah bekerja keras selama ini.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.