Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Kanker Dapat Diturunkan Orangtua ke Anak? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik
  • Kanker bukan penyakit menular dan tidak otomatis diturunkan dari orangtua ke anak.

  • Risiko kanker bisa meningkat jika ada kelainan genetik yang diwariskan, namun peluangnya hanya sekitar 5–10% dari seluruh kasus kanker.

  • Gaya hidup sehat seperti pola makan baik, tidak merokok, dan aktif bergerak dapat membantu mencegah perkembangan sel kanker meski memiliki gen berisiko.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dokter Arya bilang kalau kanker itu tidak bisa menular dan tidak langsung turun dari orangtua ke anak. Tapi kadang ada gen yang rusak dari Mama atau Papa yang bisa bikin anak lebih mudah kena kanker. Itu cuma sedikit sekali. Kalau makan sehat, olahraga, dan hidup baik, risikonya bisa jadi kecil banget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak sedikit para orangtua yang menderita kanker dibayangi akan kemungkinan mewariskan penyakit yang sama pada anak mereka. Hal ini dikarenakan kanker sering dikaitkan sebagai penyakit genetik.

Lantas, apakah orangtua yang menderita kanker membuat anaknya juga dapat terkena penyakit kanker?

Perlu pemahaman lebih dalam soal bagaimana penyakit menular, diturunkan, dan bagaimana kemungkinan risiko kanker dapat muncul pada keturunan.

Berikut penjelasan lebih lanjut yang telah Popmama.com rangkum berikut ini soal benarkah kanker dapat diturunkan orangtua ke anak dan begini penjelasan dokter.

Benarkah Kanker Dapat Diturunkan ke Anak?

Freepik/Drazen Zigic

Kanker merupakan penyakit yang menghantui banyak orang karena penyakit ini dapat merenggut nyawa tanpa pandang bulu. Selain dipengaruhi oleh gaya hidup, banyak yang khawatir kanker juga dapat berisiko diturunkan kepada anak-cucu mereka.

Menurut penjelasan dr. Arya Rajanegara lewat ungghannya di Instagram pribadinya, @aryarajanegara, mengungkapkan bahwa penyakit kanker pada dasarnya tidak bisa dipindah, diwariskan, atau diturunkan pada anak begitu saja. Ia juga menegaskan bahwa kanker bukanlah penyakit menular.

Lantas, apa yang menyebabkan penderita kanker saat ditelusuri ternyata memiliki orangtua yang juga menderita kanker sebelumnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Bukan Penyakitnya, Ini Kemungkinan ‘Warisan’ dari Orangtua

Freepik/Freepik

Kanker bukanlah penyakit menular atau dapat diturunkan begitu saja kepada orangtua, sehingga tidak perlu khawatir berlebih. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada kemungkinan risiko kanker yang dapat menurun pada anak lewat kelainan genetik.

Kanker pada dasarnya berkembang dari sel dalam tubuh yang rusak. Semua kanker dapat berkembang karena ada yang salah dengan satu atau lebih gen dalam sel.

Perubahan pada gen juga dapat membuat sel berhenti bekerja dengan baik yang akhirnya memicu pertumbuhan kanker yang semakin menyebar secara tidak terkendali.

Nah, ada kemungkinan sebagian besar gen termasuk perubahannya merupakan warisan dari orangtua. Dokter Arya yang kini tengah menjadi peneliti kanker juga mengonfirmasi bahwa orangtua dengan kelainan genetik yang memicu kanker dapat menurunkan gen tersebut pada anak.

Bagaimana Gen Kanker Dapat Menurun pada Anak?

Freepik/DC Studio

Beberapa gen yang rusak atau dapat meningkatkan risiko kanker dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Mengutip dari Cancer Research UK, hal ini dapat terjadi ketika ada perubahan pada gen dalam sel telur atau sel sperma pada proses pembuahan.

Perubahan pada sperma atau sel telur orangtua tentu juga akan disalin ke dalam setiap sel dalam tubuh. Jika orangtua memiliki perubahan gen, terdapat peluang 1 dari 2 atau sekitar 50% untuk mewariskannya pada anak.

Hal tersebut yang akhirnya memicu gen kanker juga dapat menurun pada anak yang akhirnya meningkatkan risiko kanker.

Risiko Kanker dapat Berkurang dengan Menjaga Gaya Hidup Sehat

Freepik/prostooleh

Apakah setiap orangtua yang punya kanker, sudah pasti anaknya juga akan terkena kanker? Belum tentu.

Terlahir dengan perubahan gen yang diwariskan tidak berarti membuat seorang anak pasti terkena kanker seperti orangtuanya.

Tubuh manusia pada dasarnya memiliki gen pelindung yang dapat mencegah sel abnormal semakin berkembang. 

Dokter Arya menganalogikan orang yang mewarisi gen kanker seperti mewarisi rumah yang salah satu CCTV nya sudah rusak. Kemungkinan kecolongan itu pasti ada, namun bisa dicegah selama menjaga pintu dan jendela rumah dengan baik.

Sama seperti gen kanker yang diturunkan, bisa dicegah untuk berkembang lebih luas jika menerapkan gaya hidup sehat dan mencegah hal-hal yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. 

Risiko Kanker yang Diturunkan dari Orangtua Sangat Kecil

Freepik/Lifestylememory

Kanker yang disebabkan oleh perubahan gen yang diwariskan sangat jarang terjadi dibanding dengan kanker dari perubahan sel akibat penuaan atau faktor lainnya.

Kanker pada dasarnya dapat berkembang karena kombinasi yang secara tidak sengaja, didukung dengan kondisi lingkungan yang memicu pertumbuhan sel tersebut.

Kasus kanker yang diwariskan dari genetik orangtua hanya terdapat 5% hingga 10% kasus di dunia. 

Sementara itu, 90% hingga 95% kasus kanker lainnya dipengaruhi oleh faktor usia, lingkungan, dan gaya hidup seperti konsumsi makanan yang tidak sehat, merokok, paparan virus, hingga obesitas dan kurang aktivitas fisik.

Spesialis genetik di Inggris juga memperkirakan hanya 12 dari 100 kasus kanker yang muncul dari perubahan gen yang diwariskan. 

Demikian penjelasan mengenai benarkah kanker dapat diturunkan orangtua ke anak dan begini penjelasan dokter.

Mama dan Papa tidak perlu khawatir akan mewariskan gen kanker selama membiasakan gaya hidup sehat pada si Kecil.

FAQ Seputar Gen Kanker

Apakah kanker disebabkan oleh genetik?

Kanker memang penyakit genetik, namun sebagian besar kasus tidak diwariskan dari keluarga.

Gen apa saja yang menyebabkan kanker?

Onkogen adalah gen yang bermutasi yang menyebabkan sel tumbuh di luar kendali dan dapat menyebabkan kanker.

Apa ciri-ciri anak terkena kanker?

Gejala kanker pada anak adalah pucat, memar, atau pendarahan dan nyeri pada tulang, munculnya benjolan atau pembengkakan yang tidak terasa nyeri dan tanpa demam atau adanya tanda infeksi yang lain, terjadi penurunan berat badan pada anak, dan demam tanpa sebab yang jelas.

Editorial Team