Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Nangis di Malam Hari Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya!
Pexels/Ron Lach

Malam sering kali menjadi waktu bagi banyak orang untuk meresapi perasaan dan meluapkan segala emosi yang terpendam seharian. Tak jarang, tangisan menjadi jalan keluar yang tak terhindarkan. 

Tetapi, tahukah kamu kalau nangis di malam hari ternyata bisa menurunkan berat badan? Melansir dari Healthline, menangis bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan membantu proses pembakaran kalori. 

Lalu, benarkah hal ini? Dalam artikel ini, Popmama.com akan membahas lebih dalam tentang benarkah nangis di malam hari bisa turunkan berat badan? Kita bahas lebih jauh, yuk!

Benarkah Nangis di Malam Hari Bisa Turunkan Berat Badan? Begini Penjelasannya

Pexels/Ron Lach

Secara teoritis, menangis bisa meningkatkan pengeluaran kalori tubuh. Saat kita menangis, tubuh tidak hanya mengeluarkan air mata, tetapi juga mengalami peningkatan detak jantung dan sirkulasi darah. 

Proses ini membuat tubuh bekerja lebih keras, pada gilirannya bisa meningkatkan kalori yang terbakar. Mengutip dari Healthline, menangis bisa membakar sekitar 1,3 kalori per menit, yang berarti jika kamu menangis selama 30 menit, bisa membakar sekitar 39 kalori. 

Namun, angka ini tentu jauh lebih kecil dibandingkan dengan aktivitas fisik lainnya, seperti berlari atau bersepeda. Selain itu, menangis juga bisa memengaruhi hormon stres, seperti kortisol, yang berhubungan dengan pengaturan metabolisme tubuh.

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kamu Menangis?

Pexels/Cottonbro studio

Menangis adalah respons alami tubuh terhadap berbagai perasaan, baik itu kesedihan, kebahagiaan, atau bahkan rasa frustrasi. Selama menangis, tubuh melepaskan beberapa hormon, seperti endorfin dan oksitosin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan dan perasaan nyaman. 

Meskipun menangis bisa memberikan rasa lega dan meningkatkan suasana hati, efeknya terhadap berat badan tidak langsung terasa. Hormon-hormon tersebut lebih berperan dalam mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan emosional, bukan pada pembakaran kalori secara signifikan.

Sebagai contoh, dalam The International Journal of Stress Management, ketika kita menangis, tubuh cenderung berada dalam keadaan lebih rileks setelahnya. Namun, Healthline juga menjelaskan, bahwa menangis bisa menjadi bentuk pengalihan dari perasaan stres, yang sering kali menjadi penyebab makan berlebihan atau emotional eating

Hubungan antara Stres, Emosi, dan Metabolisme Tubuh

Freepik/Tirachardz

Stres dapat memengaruhi sistem metabolisme tubuh, yaitu dengan meningkatkan kadar kortisol yang bisa memperlambat proses pembakaran kalori. Sebaliknya, menangis juga bisa menjadi bentuk pelepasan stres.

Dalam hal ini, menangis tidak hanya mengurangi stres emosional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi metabolisme tubuh. Namun, jika stres dikelola dengan baik melalui cara-cara sehat, seperti olahraga atau meditasi, ini akan berdampak pada metabolisme dan pembakaran kalori daripada hanya sekadar menangis.

Apa Alternatif Sehat untuk Menurunkan Berat Badan selain Menangis?

Freepik/Benzoix

Jika tujuan utamamu adalah menurunkan berat badan, ada banyak cara lain yang lebih terbukti secara ilmiah. Olahraga teratur, pola makan sehat, dan manajemen stres yang tepat adalah kunci utama dalam mencapai berat badan ideal. 

Beberapa jenis olahraga, seperti kardio, angkat beban, dan yoga, telah terbukti meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori lebih efisien daripada menangis. Selain itu, menjaga pola tidur yang sehat juga berperan penting dalam penurunan berat badan. 

Tidur yang cukup dapat membantu tubuh memulihkan diri, mengatur hormon, dan mendukung proses pembakaran lemak. Penelitian dalam Obesity Reviews juga menyoroti pentingnya tidur dalam mengatur kadar hormon, yang berperan dalam metabolisme tubuh.

Jadi, itu dia ulasan lengkap mengenai benarkah nangis di malam hari bisa turunkan berat badan? Menangis memang bisa membakar sedikit kalori, tetapi efeknya tidak cukup besar jika hanya dilakukan sesekali. Maka itu, ada banyak cara lain yang lebih ampuh dan sehat untuk mencapainya!

Editorial Team