Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Cara Mencegah Usus Buntu dan Menurunkan Risiko Peradangannya
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Artikel menjelaskan bahwa meski usus buntu sulit dicegah sepenuhnya, menjaga kesehatan pencernaan dapat menurunkan risikonya secara signifikan.
  • Dianjurkan untuk konsumsi makanan tinggi serat, cukup minum air, tidak menunda buang air besar, serta rutin berolahraga agar sistem cerna tetap lancar.
  • Menjaga keseimbangan bakteri baik dengan probiotik dan segera menangani infeksi saluran cerna juga penting untuk mencegah peradangan pada usus buntu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia medis, penyakit usus buntu umumnya tidak selalu bisa dicegah karena penyumbatan dapat terjadi secara tiba-tiba. Tapi jangan kecewa dulu, karena ada lho beberapa kebiasaan sehat yang dapat membantu menurunkan risikonya.

Sebagian besar langkah pencegahan berfokus pada menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah penumpukan kotoran yang bisa menyumbat usus buntu.

Langkah ini sangat membantu menjaga kesehatan usus secara keseluruhan, sehingga risiko terjadinya peradangan pada usus buntu juga berkurang.

Apa saja ya langkah-langkah yang dimaksud? Simak 6 cara mencegah usus buntu dan menurunkan risikonya yang akan Popmama.com bahas berikut ini.

1. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat

Pexels/Alex Green

Dilansir dari publikasi Harvard Health, salah satu cara yang dapat membantu menurunkan risiko usus buntu adalah dengan memperbanyak makanan yang mengandung serat.

Serat sendiri banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. Serat akan membantu menyerap air di dalam usus sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

National Health Service Inform bahkan menyebutkan kalau kasus usus buntu cenderung lebih jarang ditemukan pada masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.

Dengan pencernaan yang lebih lancar, risiko terbentuknya gumpalan feses keras (fekalit) yang dapat menyumbat usus buntu pun bisa berkurang.

2. Cukupi kebutuhan cairan setiap hari

Pexels/Ketut Subiyanto

Mengonsumsi serat saja tidak cukup kalau tubuh kekurangan cairan. Menurut NewYork Presbyterian Hospital, air putih berperan penting dalam membantu proses pencernaan dan memudahkan sisa makanan bergerak melalui usus.

Kalau tubuh mengalami dehidrasi, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan. Akibatnya, feses menjadi lebih keras, kering, dan sulit dikeluarkan.

Nah, kondisi ini dapat meningkatkan risiko sembelit yang pada akhirnya bisa memicu penyumbatan di sekitar area usus buntu.

Itu sebabnya, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana yang penting untuk kesehatan pencernaan.

3. Jangan menunda buang air besar

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Menahan buang air besar sering kali dianggap sepele, padahal kebiasaan ini juga berdampak pada kesehatan saluran cerna lho.

Kondisi ini disebabkan oleh feses yang terlalu lama berada di dalam usus dan terus kehilangan kandungan airnya sehingga teksturnya menjadi semakin keras.

Selain membuat buang air besar terasa lebih sulit, kondisi ini juga dapat meningkatkan tekanan di dalam usus besar.

Dalam jangka panjang, penumpukan feses yang mengeras berpotensi berkontribusi terhadap penyumbatan pada saluran usus buntu.

Jadi, sebaiknya jangan tunda dan segera buang air besar ketika tubuh sudah memberikan sinyal untuk melakukannya.

4. Jaga kesehatan usus dengan probiotik

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Penyumbatan pada usus buntu tidak selalu disebabkan oleh feses yang mengeras. Dalam beberapa kasus, peradangan dan pembengkakan jaringan di sekitar usus juga bisa menjadi pemicunya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Health.com menjelaskan bahwa menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt atau kefir. Bakteri baik tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dengan kondisi usus yang lebih sehat, risiko infeksi yang dapat memicu pembengkakan di sekitar usus buntu pun juga dapat berkurang.

5. Rutin berolahraga dan tetap aktif bergerak

Pexels/Ketut Subiyanto

Tidak hanya bermanfaat untuk menjaga berat badan, aktivitas fisik juga akan membantu kerja sistem pencernaan.

Aktif bergerak lewat olahraga dapat membantu merangsang gerakan alami usus dalam mendorong sisa makanan keluar dari tubuh.

Sebaliknya, terlalu banyak duduk atau jarang bergerak membuat kerja usus menjadi lebih lambat. Akibatnya, sisa makanan dan feses berada lebih lama di dalam saluran cerna.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko sembelit dan penumpukan kotoran yang berpotensi memicu masalah pada usus buntu.

6. Segera tangani infeksi saluran cerna

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kalau kamu mengalami infeksi pada saluran pencernaan, hati-hati ya! karena infeksi ini juga dapat berperan dalam terjadinya usus buntu.

Hal itu terjadi karena infeksi akibat virus atau bakteri memicu pembengkakan jaringan getah bening di sekitar saluran cerna.

Kalau pembengkakan terjadi di dekat usus buntu, salurannya bisa menyempit atau bahkan tersumbat. Karena itu, gejala infeksi pencernaan seperti diare berkepanjangan, nyeri perut yang berat, atau gastroenteritis sebaiknya tidak diabaikan.

Health.com menyarankan agar kondisi tersebut segera ditangani dengan tepat untuk mengurangi risiko komplikasi yang dapat memicu peradangan usus buntu.

Itulah 6 cara mencegah usus buntu dan menurunkan risikonya. Yuk, kita jaga kesehatan pencernaan serta menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi berbagai faktor yang pemicu penyakit ini!

Editorial Team

Related Article