Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan yang paling banyak ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk anak-anak. Mereka selalu antusias menyambut bulan suci ramadan setiap tahunnya.
Bagi orang dewasa, momen yang satu ini dapat dijadikan ajang untuk bersilahturahmi kepada saudara, teman, atau tetangga.
Namun, bagi anak-anak lebaran juga bisa dijadikan momen untuk mendapatkan uang lebaran.
Tak hanya mendapatkannya dari orangtua, anak-anak juga biasanya akan mendapatkan uang lebaran dari sanak saudara.
Namun yang menjadi pertanyaan, perlukah orangtua memberikan hadiah sebagai reward atas puasa yang sudah ia jalani selama ini?
Ditemui di acara Nivea Sentuhan Ibu pada Kamis (2/5), Psikolog Anak, Vera Itabiliana menjelaskan bahwa sebenarnya orangtua boleh saja memberikan reward untuk anak, namun Mama dan Papa tetap harus membangkitkan motivasi internal padanya.
"Anak itu dalam melakukan suatu hal masih butuh motivasi eksternal, belum ada motivasi internal, jadi dia tuh masih butuh reward dan pujian," jelas Vera.
"Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika anak dijanjikan hadiah asal tidak berlebihan dan motivasi internalnya tetap dibangkitkan. Misalnya, saat dia berhasil puasa seharian, dia berhak mendapat satu poin, nanti kalau poinnya sudah banyak bisa ditukarkan dengan barang," tambahnya lagi.
Saat ditanyakan mengenai reward yang tepat untuk diberikan kepada anak, berikut jawaban dari Vera.
"Kalau saya sendiri sih nggak nyaranin uang sebagai reward yang diberikan pada anak," jawabnya.
Ia menjelaskan bahwa akan lebih baik jika anak diberikan reward berupa barang daripada uang.
Lain halnya jika ia mendapatkan uang lebaran dari sanak saudara. Vera juga menjelaskan bahwa uang lebaran yang anak miliki tetap harus dikontrol oleh orangtua.
Lalu, seperti apa cara mengontrol uang lebaran anak dengan tepat? Berikut Popmama.com telah merangkum 3 tipsnya langsung dari Psikolog Anak, Vera Itabiliana.
