Helm bukan cuma pelindung kepala, tapi juga teman setia setiap perjalanan. Sayangnya, banyak pengendara masih mengabaikan perawatannya.
Padahal, helm yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang jamur, menimbulkan bau tak sedap, bahkan memengaruhi kenyamanan saat dipakai.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa merusak bagian dalam helm dan mengurangi kualitas perlindungannya. Kabar baiknya, mencegah helm berjamur tidaklah sulit.
Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang 7 cara merawat helm agar tidak berjamur. Simak di bawah!
7 Cara Merawat Helm agar Tidak Berjamur, Mudah Dilakukan di Rumah

Intinya sih...
Rutin membersihkan bagian dalam helm untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Keringkan helm setelah digunakan agar udara lembap tidak menjadi lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang.
Gunakan helm liner untuk menyerap keringat sebelum mengenai busa helm, menjaga bagian dalam helm tetap kering dan bersih.
1. Rutin membersihkan bagian dalam helm
Menurut laman Motoblouz, Bagian dalam helm mudah lembap karena keringat. Jika tidak dibersihkan secara rutin, sisa keringat bisa memicu tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Cuci busa helm minimal dua minggu sekali menggunakan sabun lembut. Pastikan dibilas bersih agar tidak ada sisa deterjen yang menempel.
2. Keringkan helm setelah digunakan
Helm yang langsung disimpan dalam kondisi basah sangat rentan berjamur. Udara lembap menjadi lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang.
Setelah dipakai, angin-anginkan helm di tempat terbuka. Hindari menyimpannya dalam bagasi tertutup saat masih lembap.
3. Simpan di tempat yang kering
Penyimpanan yang salah bisa mempercepat munculnya jamur. Ruangan lembap membuat helm sulit kering sempurna.
Simpan helm di area dengan sirkulasi udara baik dan terhindar dari kelembapan berlebih. Gunakan rak terbuka agar udara bisa mengalir.
4. Gunakan helm liner atau inner cap
Liner berfungsi menyerap keringat sebelum mengenai busa helm. Ini membantu menjaga bagian dalam helm tetap kering dan bersih.
Selain itu, liner mudah dicuci sehingga lebih higienis. Helm pun jadi lebih awet dan terhindar bau tak sedap.
5. Jangan menjemur di bawah matahari langsung
Melansir laman Eiger Adventure, sinar matahari berlebihan bisa merusak busa dan bahan helm. Tekstur bisa mengeras dan cepat rusak.
Cukup keringkan helm di tempat teduh dengan angin alami. Cara ini lebih aman dan tetap efektif mengurangi kelembapan.
6. Gunakan cairan antijamur
Cairan khusus antijamur membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme di dalam helm. Biasanya tersedia dalam bentuk spray.
Semprotkan secara ringan setelah helm dibersihkan. Ini membantu menjaga helm tetap segar dan higienis.
7. Hindari menyimpan helm dalam plastik
Plastik menghambat sirkulasi udara dan membuat helm menjadi lembap. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan jamur.
Gunakan tas helm berbahan kain atau simpan di ruang terbuka agar udara tetap mengalir dengan baik.
Itu dia informasi singkat tentang 7 cara merawat helm agar tidak berjamur. Dengan perawatan yang tepat, helm akan tetap bersih dan nyaman dipakai, sehingga pengalaman berkendara pun jadi semakin aman dan nyaman!
FAQ Tentang Merawat Helm
1. Apakah jamur pada helm berbahaya bagi kesehatan? | Ya, jamur bisa memicu iritasi kulit, alergi, hingga gangguan pernapasan ringan jika terhirup. Terutama bagi pengguna dengan kulit sensitif. |
2. Berapa lama jamur bisa tumbuh di helm yang lembap? | Jamur dapat mulai berkembang dalam waktu 24–48 jam jika helm disimpan dalam kondisi basah dan tertutup. |
3. Apakah helm full face lebih mudah berjamur? | Cenderung iya, karena sirkulasi udara lebih terbatas dibandingkan helm open face, sehingga kelembapan lebih lama terperangkap. |