Durian biasanya identik dengan aroma yang kuat dengan warna daging kekuningan. Namun, durian merah Banyuwangi memiliki sedikit keunikan yang membuat buah ini istimewa.
Seperti namanya, bagian daging pada durian endemik Jawa Timur ini berwarna merah. Disebut cita rasanya juga berbeda dari durian pada umumnya, bentuknya bulat hingga lonjong dengan daging tebal.
Ciri khas durian merah tersebut tidak lain berkat kombinasi faktor alam Banyuwangi, mulai dari jenis tanah, iklim, ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budaya yang diwariskan masyarakat secara turun-temurun.
Menurut keterangan Ilham, tercatat baru enam pohon induk yang telah didaftarkan IG dengan perkiraan produksi mencapai 4 ton per pohon.
Saat ini, sertifikat IG tersebut telah diserahkan oleh Dinas Pertanian Banyuwangi kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon.
Demikian informasi mengenai durian merah Banyuwangi resmi jadi produk Indikasi Geografis pertama di Indonesia.
Apakah Mama sudah pernah coba durian merah Banyuwangi?
Durian warna merah namanya apa? | Durian merah punya beberapa nama, paling terkenal Durian Merah Banyuwangi atau Duren Abang, juga dikenal sebagai Durian Sungkang atau Buah Layung/Lahung. |
Durian merah rasanya seperti apa? | Rasa durian merah Banyuwangi khas, yaitu manis dengan sentuhan pahit yang seimbang, dagingnya lembut, pulen, dan tebal, aromanya tajam namun tidak terlalu menyengat seperti durian biasa, serta memiliki biji yang kecil. |
Ciri-ciri durian merah? | Berbeda dengan durian pada umumnya, biji durian merah lebih kecil dan daging buahnya pun lebih tebal dan lebih manis. Kadar alkoholnya pun lebih rendah dan aroma buah lebih menyengat. Untuk ukuran, buah ini berukuran sedang atau sedikit lebih kecil dibanding durian lain. |