Apakah Virus Lebih Berdampak pada Anak? Simak Faktanya!

Biar Mama makin waspada nih

24 September 2020

Apakah Virus Lebih Berdampak Anak Simak Faktanya
Shutterstock/2p2play

Saat ini, sepertinya mendengar kata ‘virus’, pasti langsung membuat Mama was-was. Berbagai usaha Mama lakukan agar keluarga tetap terlindung dari virus di luar. Namun, berbagai kabar pun menyebar yang menyebutkan jika virus rentan menyerang orang dewasa dibandingkan anak-anak. Kira-kira apakah itu mitos atau fakta? Simak fakta lengkapnya berikut ini.

1. Kebanyakan anak ‘kebal’ pada virus, benarkah?

1. Kebanyakan anak ‘kebal’ virus, benarkah
Shutterstock/gob_cu

Benarkah anak-anak tidak rentan pada virus? Virus yang saat ini tengah menjadi pandemik ini disebut-sebut lebih berdampak pada orang dewasa atau orang yang memiliki penyakit bawaan. Namun benarkah anak-anak kebanyakan ‘kebal’ pada virus ini? 

Hal ini sempat memicu perdebatan di antara para ahli. Namun, Mama jangan langsung ‘yakin’ jika si Kecil kebal dan ‘tidak akan’ tertular virus ini. Rupanya seorang anak bisa disebut ‘kebal’ pada virus tergantung dari imunitas tubuhnya. Imunitas tubuh tiap anak pun berbeda lho Ma.

Editors' Picks

2. Namun tetap bisa tertular

2. Namun tetap bisa tertular
Shutterstock/gob_cu

Meski ada beberapa anak yang ‘kebal’ dan cenderung tidak menunjukan gejala saat tertular virus, namun kemungkinan mereka tetap bisa tertular. Hal ini dikarenakan sistem imun dan kekebalan tubuh setiap anak yang berbeda-beda Ma. Sebagai antisipasi agar si Kecil terhindar dari virus, Mama bisa memberikan vitamin tambahan dan makanan bergizi agar anak memiliki kekebalan tubuh yang baik.

3. Gejala pada anak cenderung lebih ringan dari orang dewasa

3. Gejala anak cenderung lebih ringan dari orang dewasa
Shutterstock/A3pfamily

Anak-anak yang tertular cenderung menunjukkan gejala lebih ringan dari orang dewasa. Kenapa itu bisa terjadi? Dikutip dari jurnal The Lancet, anak-anak cenderung memiliki kemampuan memproduksi antibodi dengan cepat. Itu sebabnya, anak yang tertular virus cenderung menunjukan gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa.

4. Anak-anak bisa menjadi ‘carrier’

4. Anak-anak bisa menjadi ‘carrier’
Shutterstock/chali_studio

Nah, karena anak-anak cenderung menunjukan gejala yang tidak begitu parah, itu sebabnya si Kecil harus lebih dilindungi. Kenapa? Karena anak-anak yang terinfeksi virus, dengan penyakit sangat ringan atau tanpa penyakit dan gejala, mungkin dapat menularkan infeksi tersebut kepada orang lain, terutama anggota keluarga dan kerabat lanjut usia. 

Risiko infeksi terhadap anak-anak sangat rendah, namun risiko mereka menularkannya ke orang dewasa yang rentan atau saudara yang sakit cukup tinggi.

5. Apa yang bisa Mama lakukan?

5. Apa bisa Mama lakukan
Shutterstock/2p2play

Lalu apa yang bisa Mama lakukan untuk melindungi si Kecil? Banyak yang bisa Mama lakukan, mulai dari memberikan asupan nutrisi yang cukup setiap hari, hingga menjaga imun tubuh si Kecil tetap terjaga. Cara melengkapi nutrisi si Kecil adalah dengan memberikan 4 sehat, 5 sempurna. 

Pastikan makanan si Kecil lengkap dengan sayur dan buah, dan tak lupa susu pertumbuhan. Untuk susu pertumbuhan Mama bisa mempercayakan pada Nutrilon Royal ActiDuoBio+. Susu pertumbuhan ini mengandung Omega 3 dan 6, serta FOS:GOS 1:9 yang terbukti klinis membantu perkuat daya tahan tubuh. 

Nutrilon Royal ActiDuoBio+ merupakan inovasi terbaru dari Nutriclub untuk bantu perkuat ketahanan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil. Susu pertumbuhan ini diperkaya FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan dan yang telah teruji klinis dan Vitamin C & E untuk bantu perkuat daya tahan tubuh Si Kecil serta Omega 3, DHA, Omega 6, dan Zat Besi untuk mendukung kemampuan berpikir si Kecil. 

Mama bisa follow akun Instagram @nutriclub_id untuk mendapatkan informasi lengkap seputar nutrisi, stimulasi, tumbuh kembang anak serta ilmu parenting lainnya. Oh iya, Nutriclub juga menyiapkan resep masakan yang seru untuk tingkatkan imunitas si Kecil. Mama bisa coba buat resepnya di rumah, cek di sini ya Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.