Unsplash/Sharon McCutcheon
Pemerintah Indonesia memang telah memberikan imbauan agar masyarakat tetap berada di dalam rumah, demi mengurangi penyebaran virus sekaligus memutuskan mata rantai Covid-19.
Bekerja pun telah dilakukan di dalam rumah demi mengurangi segala kegiatan atau aktivitas di luar ruangan. Bukan tak mungkin bahwa dengan adanya wabah Covid-19 membuat pendapatan seseorang menjadi tidak menentu.
Tak hanya itu, risiko lain dari pandemi Covid-19 memicu harga kebutuhan pokok menjadi meningkatkan dibandingkan sebelumnya.
"Kebutuhan pokok dengan harga yang naik akan berdampak terhadap keuangan keluarga. Dengan pengeluaran yang semakin meningkat ini berarti ada penurunan di ekonomi setiap masing-masing keluarga," kata Indah Hapsari.
Indah Hapsari dalam Popmama Online Class membuat sebuah skema terkait dampak buruk yang terjadi akibat Covid-19 terhadap keuangan keluarga. Berikut skema yang perlu Mama perhatikan, antara lain:
- Setiap orang berusaha menjaga jaga satu sama lain agar terhindar dari Covid-19, sehingga saat keluar rumah dan berbelanja kebutuhan pokok menjadi panic buying (berlebihan).
- Harga kebutuhan pokok menjadi naik.
- Pengeluaran pelan-pelan akan melonjak naik.
- Ekonomi melemah akibat dampak yang terjadi karena Covid-19.
- Pendapatan perusahan akan turun drastis, namun biaya pengeluaran tetap terjadi.
- Perusahakan akan mulai melakukan efisiensi biaya.
- Terjadi PHK untuk beberapa karyawan di sebuah perusahaan.
- Daya beli akan mengalami penurunan.
- Ekonomi berisiko semakin melemah.
- Terjadi ketidakpastian ekonomi.
- Perencanaan keuangan di setiap keluarga pun mengalami perubahan.
Perlu diketahui bahwa ketika terjadi penurunan daya beli, maka menjadi bagian dari dampak penurunan pendapatan perusahaan di masa sulit akibat penyebaran Covid-19.
Bahkan yang lebih mengerikan lagi, ini juga dapat menurunkan pendapatan perusahaan dan efeknya terjadi PHK bagi beberapa karyawan.
"Ini semacam sebuah siklus yang berputar seperti lingkaran setan. Ekonomi yang semakin melemah pun dapat terjadi di beberapa rumah tangga, sehingga pelan-pelan memicu ketidakpastian ekonomi di dalam negeri," jelas Indah Hapsari.
Ketika nantinya ekonomi sudah berada di tahap ini, Indah Hapsari menyarankan untuk melakukan perencanaan keuangan ulang.
"Selain itu, bisa juga untuk mulai mengevaluasi perencanaan yang ada kemarin. Mulailah evaluasi, lalu disesuaikan dengan kondisi saat ini," tambahnya.