Aturan Makan di Tempat 20 Menit, Ini Cara dan Waktu Makan yang Tepat!

Jangan terlalu cepat karena bisa berbahaya untuk kesehatan, lho

27 Juli 2021

Aturan Makan Tempat 20 Menit, Ini Cara Waktu Makan Tepat
Freepik

Dalam pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus 2021, pada Minggu (25/7/2021) lalu, Presiden Joko Widodo mengimbau bahwa warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

Hal ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama mengenai diizinkannya makan di tempat dengan maksimal 20 menit.  

Sebelumnya, sudah pernah dibuat peraturan agar masyarakat yang ingin dine-in atau makan di tempat agar tidak terlalu lama. Namun kini ada pembatasan waktu, segalanya pun berubah. Ya, makan di warung hanya boleh 20 menit, tanpa ngobrol apalagi tertawa.  

Agar patuh dengan peraturan, pastinya banyak yang memutuskan untuk makan dengan cepat karena adanya aturan ini. 

Padahal, makan terlalu cepat atau terlalu lambat bisa berpengaruh buruk juga bagi kesehatan. Lalu, seperti apa ya cara makan yang benar sehingga makanan yang dikonsumsi bisa diserap sempurna oleh tubuh?

Tenang, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Mulai dengan air putih

1. Mulai air putih
Freepik

Sebelum memutuskan untuk makan, pastikan kamu meminum segelas air 30 menit sebelum waktu makan. Dilansir dari healthxchange.sg, cara ini bisa membantu tubuh untuk mencerna lebih baik. 

Minum air putih sebelum makan juga bisa membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang akan dikonsumsi dengan lebih baik. 

Editors' Picks

2. Fokus makan tanpa mengobrol

2. Fokus makan tanpa mengobrol
Freepik/gpointstudio

Menurut healthhub.sg, diperlukan 20 menit bagi otak mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa kamu sudah kenyang. Jadi, pastikan untuk makan dengan penuh kesadaran. 

Beri perhatian lebih mengenai apa saja yang kamu makan dan berapa banyak yang kamu makan. Serta, ketahui apakah perut kamu sudah merasa kenyang atau belum. 

Dengan kata lain, fokuslah makan dan hindari mengobrol. Lagipula, di masa seperti ini, tidak mengobrol bisa mengurangi risiko penularan Covid-19. 

3. Makan dengan kecepatan normal

3. Makan kecepatan normal
Freepik/Pressfoto

Sedangkan menurut totalwellnesshealth.com, cara makan yang benar adalah dengan cara yang perlahan, namun tidak terlalu lama. Fokus dengan rasa dan tekstur makanan yang masuk ke dalam mulutmu. 

Dilansir dari healtline.com, waktu mengunyah makanan adalah sekitar 32 kali sebelum menelan. Dibutuhkan waktu mengunyah untuk memecah makanan lunak dan berisi air. Tujuan mengunyah adalah untuk memecah makanan agar makanan teksturnya lembut. Mengunyah 32 kali tampaknya merupakan jumlah rata-rata yang diterapkan pada sebagian besar gigitan makanan. 

Cara ini bisa memudahkan tubuh dan otak untuk saling mengirim sinyal bahwa tubuh perlahan sudah kenyang dan kapan saatnya berhenti. 

4. Makan sesuai porsi

4. Makan sesuai porsi
Pexels/Ella Olsson

Membatasi makan sesuai porsi bisa membantu kamu makan dengan jumlah yang masuk akal dan terhindar dari kalap saat makan. Jika memungkinkan, gunakan piring yang lebih kecil, sehingga makanan yang diambil pun lebih sedikit. 

Menurut penelitian, makan di piring yang kecil bisa menipu otak untuk merasa lebih cepat kenyang. 

Meski makan di tempat yang kecil, namun pastikan untuk memasukkan menu yang penuh gizi dan nutrisi. Dengan terbatasnya makanan yang bisa dimasukkan, kamu hanya bisa mengonsumsi makanan yang benar-benar bermanfaat bagi kamu dan tubuhmu saja. 

5. Hindari makan terlalu cepat dan terlalu lambat

5. Hindari makan terlalu cepat terlalu lambat
Freepik/onlyyouqj

Dilansir dari nm.org, makan terlalu cepat bisa membuat kamu menelan udara lebih banyak sehingga perut lebih mudah kembung dan sebah. 

Makan terlalu cepat juga membuat kamu mengunyah tidak sempurna sehingga pencernaan bisa terganggu. 

Sedangkan dari semua manfaat dengan lebih lambat, tetap ada efek samping dari makan yang terlalu lambat. Mulai dari mengurangi selera makan, rasa makanan yang berubah, dan tentunya, harus keluar dari restoran saat makanan belum selesai karena sudah menghabiskan 20 menit di dalam. 

Nah, itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk makan dengan baik dan benar. Gimana, Mama bisa makan 20 menit di tempat?

Jadikan ini kebiasaan baik, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.